Mayo Clinic menempati peringkat pertama di Amerika Serikat sebanyak enam kali berturut-turut pada Best Hospitals Honor Roll yang disusun oleh U.S. News & World Report.[19] Mayo Clinic pun telah berada di jajaran teratas pada daftar tersebut selama lebih dari 35 tahun.[20] Mayo Clinic juga telah masuk dalam daftar "100 Best Companies to Work For" yang disusun oleh majalah Fortune sebanyak 14 kali berturut-turut.[21][22] Karena menarik banyak pasien dari seluruh dunia, Mayo Clinic pun menjadi fasilitas kesehatan yang paling sering melakukan transplantasi di Amerika Serikat, baik transplantasi organ maupun transplantasi hematologis.
Sekilas perusahaan
Mayo Clinic adalah sebuah rumah sakit nirlaba dengan lokasi utama di Rochester, Minnesota, Scottsdale/Phoenix, Arizona, dan Jacksonville, Florida.[23][24] Mayo Clinic mempekerjakan 63.000 orang, termasuk lebih dari 4.500 dokter dan ilmuwan, serta 58.400 staf administratif dan kesehatan, hingga tahun 2018.[25][26] Dari jumlah tersebut, sekitar 34.000 orang dipekerjakan di Rochester.[27] Selain itu, Mayo Clinic ikut memiliki dan mengoperasikan Mayo Clinic Health System, yang terdiri dari lebih dari 70 rumah sakit dan klinik di seantero Minnesota, Iowa, dan Wisconsin.[28] Mayo Clinic juga mengoperasikan Mayo Clinic College of Medicine and Science, sebuah perguruan tinggi nirlaba yang ditujukan untuk melatih tenaga kesehatan di Mayo Hospitals di Minnesota, Arizona, dan Florida.[29]
Mayo Clinic membentuk sebuah anak usaha independen di London melalui kemitraan dengan Oxford University Clinic, sebuah kolaborasi antara Universitas Oxford dan Oxford University Hospitals NHS Foundation Trust, untuk mengoperasikan sebuah klinik mulai tahun 2019.[30] Klinik yang terletak di Harley Street Medical Area tersebut akan fokus pada pelayanan kesehatan preventif, dengan dilengkapi teknologi MRI dan CT scan. Klinik tersebut akan dibuka pada musim panas tahun 2019.[31]
Mayo Clinic dipimpin oleh Presiden dan CEO Gianrico Farrugia, M.D.[32]John H. Noseworthy, M.D. pensiun dari jabatan Presiden dan CEO pada bulan Desember 2018; semantara pendahulunya, Denis A. Cortese, M.D. pensiun pada bulan November 2009.[33]Samuel A. DiPiazza, Jr., mantan CEO PricewaterhouseCoopers, adalah chairman dari Mayo Clinic.[34]
Operasi inti
Praktek kesehatan
Pada tahun 2018, lebih dari 1,2 juta orang dari 138 negara pernah menjadi pasien Mayo Clinic.[8] Mayo Clinic menawarkan pelayanan kesehatan yang sangat terspesialisasi, dan sebagian besar pasien Mayo Clinic adalah rujukan dari klinik dan rumah sakit yang terletak di Amerika Serikat. Dokter di Mayo Clinic mendapat gaji tetap yang tidak terkait dengan jumlah pasien (unit nilai relatif) atau pendapatan dari pembayaran fee-for-service.[35][36][37] Kebijakan tersebut diharapkan mengurangi motivasi keuangan dalam melihat jumlah pasien yang banyak dan meningkatkan insentif untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasien.[35]
Riset
Periset Mayo Clinic berkontribusi untuk mengetahui proses penyakit, praktek kesehatan terbaik, dan penerapan temuan dari laboratorium ke praktek kesehatan. Hingga tahun 2018, personil riset Mayo Clinic meliputi 254 orang civitas ilmiah purna waktu, 766 orang dokter yang aktif terlibat dalam riset, dan 4.027 orang personil riset purna waktu. Pada tahun 2018, terdapat 3.067 studi riset manusia baru yang disetujui oleh dewan pengulas institusional dan 12.760 studi riset manusia yang sedang berlangsung. Inisiatif riset tersebut pun mengarah pada 9.275 publikasi riset dan artikel ulasan di jurnal ilmiah.[8] Baru-baru ini, sebanyak 100% dari residen pengobatan internal Mayo Clinic di tiga lokasi utamanya telah mempublikasikan riset selama masa residensinya.