May diadopsi oleh keluarga Jerman kulit putih, Opitz. Ia dibesarkan di Westphalia dengan nama May Opitz.[1] Setelah kembali ke ayah biologisnya, ia menggunakan nama May Ayim sebagai nama penanya.[2]
setelah bekerja keras untuk mempersiapkan Black History Month (1996), May menderita gangguan mental dan fisik. Dia dirawat di bangsal psikiatrik rumah sakit Auguste Viktoria di Berlin pada Januari1996. Para dokter mendiagronis ia menderita multiple sclerosis. Mereka menghentikan pengobatannya, yang didasarkan pada keyakinan bahwa dia mengalami depresi dan melepaskannya pada April1996. Melanjutkan perjuangannya dengan depresi, May diterima kembali setelah upaya bunuh diri. Dipulanglan kembali bulan Juli. Ia melakukan bunuh diri pada 9 Agustus1996 melompat dari lantai 13 dari gedung Berlin.
Karier
May pindah ke Berlin tahun 1984 dan mengajar di Free University of Berlin. Setelah itu ia bersama sesama aktivis, Audre Lodre, mendirikan Initiative Schwarze Deutsche (ISD) (1986).[3] Hal tersebut didirikan untuk mendorong orang-orang Afro-Jerman untuk bersatu dalam dukungan timbal balik. Film dokumenter Audre Lodre: The Berlin Years1984-1992, meliput hidupnya dan periode pertumbuhan identitas Afro-Jerman dalam budaya.[2]
Opitz menulis tesis "Afro-Jerman: Sejarah Budaya dan Sosial Mereka dalam Latar Belakang Perubahan Sosial", yang merupakan studi ilmiah pertama sejarah Afro-Jerman. Dipublikasikan sebagai buku "Farbe Bekennen: Afro-Deutsche Frauenauf den Spuren ihrenGeschichte" (1986).[2] May juga membantu mengedit "Entfernte Verbindungen: Rassismus, Antisemitismus, Klassenunterdruckkung" (1993). Surat, wawancara,esai, dan percakapan dikumpulkan di Grenzenlos und Unverschämt yang dipublikasikan pada tahun 2002.[3] May aktif sebagai pendidik dan penulis, ikut serta dalam banyak konferensi dan menerbitkan koleksi puisi "Blues in Schwarz-weiss" (2003) di Amerika Serikat.[2]
Dia menghadiri konferensi "Women in German (WIG)" di Portlat, Oregon, (1987), dimana dia memberikan bacaan "Farbe Bekennen". Pasca pameran buku Third Internatioan Feminist di Montreal, Kanada (1988), ia juga menampilkan karya-karya "Farbe Bekennen", dan dipresentasikan di sebuah panel bersama wanita-wanita kulit hitam Jerman lainnya, seperti Marion Kraft dan Helga Emde.[4]