Mati listrik Kalimantan terjadi sejak 30 Juni di Kalimantan Timur, disusul di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, pada tanggal 23 Juli 2026 dimulai pemadaman bergilir, dimana pemadaman listrik berlangsung untuk periode waktu ~4-6 jam secara bergilir.
Kronologi
Pemadaman telah terjadi sejak 30 Juni di Kalimantan Timur dan dipicu oleh kerusakan mesin PLTU[1]. PLN mengklaim bahwa pemadaman ini penting dilakukan agar mengurangi beban sumber daya listrik yang dialirkan.
Pemadaman listrik bergilir juga terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir September 2026[2]. Hal ini dikarenakan beberapa pembangkit listrik yang dikelola bersama pihak swasta mengalami kerusakan sehingga harus dilakukan perbaikan untuk memperlancar pasokan listrik. Salah satu mesin yang rusak berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bangkanai di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Tidak luput hal yang sama juga terjadi di Kalimantan Barat pada 2-3 Juli 2026. Di Pontianak terjadi pemadaman bergilir di seluruh kota selama kurang lebih 5-6 jam. Pemadaman ini dipicu oleh tingginya suhu yang menyebabkan gangguan pada mesin pembangkit yang dimiliki oleh PLN[3].
Pernyataan Masyarakat
Masyarakat di seluruh wilayah yang terdampak mengeluhkan kondisi ini[4]. Utamanya pada pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung kepada pasokan listrik rumahan untuk menjalankan usaha sehari-harinya.
Ketiadaan dan keterlambatan informasi terkait mati listrik ini menjadi alasan amarah warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari[5].