Kemudian pada tahun 1490, biara yang hancur diperbaiki dan diubah menjadi masjid.[5] Pada masa pemerintahan Sultan Selim II,[5] antara tahun 1566 hingga 1574, sebuah minaret didirikan oleh Hassam Pasha, pemasok angkatan laut Ottoman.[6] Namun antara tahun 1573 hingga 1578, selama persinggahannya di Istanbul, pengkhutbah Jerman–Stephan Gerlach–mengunjungi masjid ini dan masih mengidentifikasikannya sebagai Biara Hagia Theodosia. Selama abad itu, seorang ulama setempat bernama Gül Baba diduga dimakamkan di area masjid ini.[7]
Referensi
↑The word Aya (Τurkish for "saint", from the Greek "Haghios", "Haghia") refers here to St Euphemia, and not to St Theodosia. Janin (1953), p. 135.
Mamboury, Ernest (1953). The Tourists' Istanbul. Istanbul: Çituri Biraderler Basımevi.
Janin, Raymond (1953). La Géographie Ecclésiastique de l'Empire Byzantin. 1. Part: Le Siège de Constantinople et le Patriarcat Oecuménique. 3rd Vol.: Les Églises et les Monastères (dalam bahasa Prancis). Paris: Institut Français d'Etudes Byzantines.
Schäfer, Hartmut (1973). Die Gül Camii in Istanbul (dalam bahasa Jerman). Tübingen: Wasmuth. ISBN978-3-8030-1706-2.
Müller-Wiener, Wolfgang (1977). Bildlexikon zur Topographie Istanbuls: Byzantion, Konstantinupolis, Istanbul bis zum Beginn d. 17 Jh (dalam bahasa Jerman). Tübingen: Wasmuth. ISBN978-3-8030-1022-3.