Masjid An-Nur (bahasa Arabمسجد النور), secara resmi bernama Masjid Raya An-Nur (bahasa Arab: مسجد جامع النور) adalah masjid bersejarah yang berada di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Masjid ini awalnya dibangun pada 1963 dan diresmikan oleh Gubernur Riau, Arifin Achmad, pada 1968. Kemudian pada 2000, masjid ini direnovasi pada masa pemerintahan Gubernur Saleh Djasit, dengan luas tiga kali lipat dari 4 ha menjadi 12,6 ha, yang merupakan penyebab diratakannya Stadion Hang Tuah[3][4] Setelah direnovasi, masjid ini diklaim menjadi salah satu masjid termegah di Indonesia. Dan pada masa pemerintahan Gubernur Syamsuar, tepatnya pada 2022, dimulai proyek penambahan 6 unit payung elektrik pada pelataran masjid ini.[5][6][7]
Fasilitas pendidikan
Di dalam kompleks Masjid ini, terdapat beberapa sekolah, yakni 2 TK
Masjid ini juga pernah menjadi kampus bagi Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Kasim Pekanbaru di awal pendiriannya hingga tahun 1973[1]
Arsitektur
Arsitektur bangunan Masjid Raya An-Nur banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur melayu, arab, turki, dan india. Masjid Raya An-Nur juga kerap disebut sebagai Taj Mahal Riau. Karena memiliki beberapa kesamaan visual dengan Taj Mahal. Masjid ini dirancang oleh Ir. Roseno dengan ukuran 50 x 50 m yang terletak di atas lahan seluas 400 x 200 m, serta memiliki kapasitas hingga sekitar 4.500 orang jamaah.[1]
Masjid ini terdiri dari dua tingkat, lantai atas digunakan sebagai tempat sholat, sedangkan lantai bawah difungsikan sebagai kantor, ruang pertemuan, serta ruang pendidikan islam. Bangunan masjid mempunyai 3 tangga utama, 1 tangga di bagian depan dan 2 tangga di bagian samping. Lantai atas memiliki 13 pintu sementara lantai bawah memiliki 4 pintu, sebuah aula, serta beberapa ruang pendukung. Kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh kaligrafer Azhari Nur dari Jakarta pada 1970. Masjid Raya An-Nur juga dilengkapi dengan 2 unit eskalator yang menghubungkan lantai satu dan dua.[12][13][14]
Di pelataran Masjid Raya An-Nur terdapat lapangan berlapis granit seluas 11.000 m² yang dapat menampung +10.000 jamaah, yang dilengkapi dengan 6 unit payung elektrik. Area ini digunakan sebagai sarana publik, seperti tempat pelaksanaan sholat Id, tabligh akbar, dan kegiatan pengajian .[2]
Galeri
Syafiq Riza Basalamah berceramah di Kota Pekanbaru