Kehidupan
Lahir di New York dengan nama Mary Knapp Strong,[3] ia menikah dengan Joseph Clemens, seorang pendeta Methodist Episcopalian, pada tahun 1896. Joseph bergabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai pendeta militer pada tahun 1902 dengan pangkat kapten dan bertugas di Filipina, Amerika, serta Prancis selama Perang Dunia I sebelum pensiun pada tahun 1918. Selama periode tugasnya di Filipina pada 1905–1907,[4] Mary melakukan perjalanan ekstensif ke Luzon dan Mindanao. Setelah suaminya pensiun, ia menjadi asistennya, dan mereka bekerja sebagai tim kolektor botani profesional penuh waktu. Biasanya, Mary mengumpulkan spesimen tanaman, sedangkan Joseph mengeringkannya dan menyiapkannya untuk dikirim.
Di antara dua Perang Dunia, pasangan ini mengunjungi Provinsi Hebei dan Shandong di Tiongkok, serta Indo-Cina, Borneo Utara Britania, Sarawak, Jawa, dan Singapura. Kunjungan mereka ke Gunung Kinabalu di Borneo utara pada tahun 1915 dan 1931–1934 menjadi catatan penting, karena mereka mengumpulkan koleksi tanaman terbesar yang pernah dikumpulkan dari gunung tersebut.[5]
Pada Agustus 1935, pasangan ini pergi ke Wilayah Mandat Nugini. Namun, pada Januari 1936, Joseph meninggal karena keracunan makanan akibat daging babi hutan yang terkontaminasi.[6] Mary tetap tinggal di Nugini hingga Desember 1941, sebelum akhirnya dievakuasi secara paksa ke Australia karena ancaman perang.[7]
Di Australia, ia diberikan ruang di Queensland Herbarium di Brisbane, yaitu sebuah gudang kecil di belakang bangunan utama, yang digunakannya sebagai markas untuk melanjutkan penelitian botani. Meskipun fasilitas tersebut awalnya dimaksudkan untuk penggunaan sementara, Mary menetap di sana selama 20 tahun.[8] Ia tinggal di sebuah asrama yang berjarak sekitar 5 km dan berjalan kaki ke herbarium setiap pagi. Terkadang, ia bahkan memasak dan tidur di gudangnya, meskipun telah diperintahkan untuk tidak melakukannya.
Keimanan religiusnya tecermin dalam kebiasaannya menulis kutipan dari Alkitab di jurnal lapangannya setiap hari, sering menyanyikan lagu-lagu rohani—yang kadang menimbulkan keluhan dari rekan serumah dan tetangganya—serta membayar biaya akomodasi dalam perjalanan lapangannya dengan memberikan pelajaran agama dan nyanyian himne.
Pada masa tuanya, Mary membatasi pekerjaannya di Australia hanya di negara bagian Queensland. Ia melakukan perjalanan lapangan ke Charleville (1945), distrik Jericho (1946), daerah Mackay (1947), distrik Maryborough (1948), serta Ingham dan Tully di Queensland Utara (1949).[9] Pada tahun 1950, patah tulang pinggul menghentikan perjalanan lapangannya yang lebih jauh, tetapi ia tetap bekerja di Queensland Herbarium hingga awal 1960-an. Mary Clemens meninggal pada 13 April 1968,[10] dalam usia 95 tahun.