Potret astronot NASA Mary Helen Johnston pada 1 Januari 1985
Mary Helen Johnston (lahir 17 September 1945) adalah seorang mantan astronaut dan ilmuwan perempuan asal Amerika Serikat. Ia aktif bekerja dengan NASA sebagai insinyur pada 1960-an dan 70-an.[1] Di masa aktifnya bekerja di Marshall Spaceflight Center, ia menjabat sebagai insinyur spesialis muatan untuk astronaut bersama ilmuwan lainnya. Mereka merancang proyek dan eksperimen praktis di dalam sebuah Spacelab Shuttle.[2][3]
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Mary Helen Johnston lahir di West Palm Beach, Florida dan dibesarkan di Fort Pierce. Sejak kecil, ia terinspirasi pada bidang teknik dan eksplorasi luar angkasa oleh kedatangan Sputnik dan keberadaan Kennedy Space Center yang dekat dengan tempat tinggalnya.[4]
Johnston lulus pada 1966 dengan gelar Bachelor of Science di bidang teknik dari Florida State University (FSU) dan meraih gelar Master of Science pada 1969. Pada 1973, ia memperoleh gelar doktor di bidang teknik metalurgi dari University of Florida di bawah bimbingan David H. Baldwin.[5] Johnston merupakan perempuan pertama yang menerima gelar teknik dari FSU. Mengenang masa kuliahnya, Johnston menyatakan bahwa saat itu situasinya berbeda karena sepanjang kariernya ia lebih sering berada di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki.
Karier di NASA
Johnston memulai karier di Marshall Space Flight Center (MSFC) NASA saat masih kuliah dari 1963 hingga 1968 dan resmi bekerja sebagai ahli metalurgi pada 1968.
Pada 1974, bersama Doris Chandler, Carolyn S. Griner, dan Ann Whitaker, Johnston terlibat dalam simulasi misi luar angkasa di General Purpose Laboratory (GPL) MSFC. Simulasi yang dinamakan Concept Verification Test (CVT) No. 4 ini berlangsung selama lima hari mulai 16 Desember dan menguji sebelas eksperimen untuk diterapkan di Spacelab pesawat ulang-alik. Lingkungan uji dibuat menyerupai kondisi pesawat ulang-alik kecuali gravitasi nol.[6][7][8] Johnston memimpin tiga eksperimen dan membantu pengembangan teknik yang akan digunakan di Spacelab.
Pada 1976, Johnston dan Griner mengerjakan eksperimen di MSFC menggunakan Space Processing Applications Rocket (SPAR) untuk menguji kondisi mirip luar angkasa, terutama terkait peleburan kembali dendrit dan makrosegregasi.
Johnston, Griner, dan Whitaker menerima pelatihan astronot, termasuk uji coba di kolam laboratorium netral buoyancy MSFC, penerbangan mikrogravitasi dengan Boeing KC-135 Stratotanker, serta pelatihan terbang tambahan. Pada 1980, Johnston mendaftar seleksi astronot NASA Group 9 tetapi tidak terpilih.[9]
Johnston menerima NASA Exceptional Scientific Achievement Medal pada 1982.
Pada 5 Juni 1983,[10] ia terpilih sebagai salah satu dari empat spesialis muatan cadangan untuk misi STS-51-B Spacelab (kelompok Spacelab-3).[11][12] Ia tidak terbang ke luar angkasa.[13] Johnston dipilih sebagai ilmuwan untuk keahliannya di bidang ilmu material, salah satu fokus utama misi. Bersama cadangan lainnya, Eugene Trinh, Johnston bertugas di Johnson Space Center sebagai bagian dari tim manajemen misi dan sains yang mengontrol eksperimen dari Payload Operations Control Center (POCC).[14] Manajer misi Joseph Cremin menilai penugasannya sebagai tantangan besar yang membutuhkan dedikasi dan ketekunan tinggi serta yakin Johnston akan melaksanakan tugasnya secara luar biasa.
Referensi
↑"Johnston". www.astronautix.com. Diakses tanggal 2020-08-02.