Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Mary dilahirkan dengan nama Mary Elizabeth Bowker pada 5 Januari 1818 di South Newton, Wiltshire, Britania Raya. Ia merupakan putri kesembilan [1]dari sebelas anak sekaligus putri pertama[2] pasangan Miles dan Anna Bowker yang berdomisili di Gateshead, Northumberland. Miles Bowker merupakan peternak domba berkecukupan yang memiliki bisnis pengolahan wolnya sendiri. Tahun 1820, Miles pindah dengan mengajak keluarganya ke Cape Colony, Afrika Selatan. Pada saat itu, pemerintah Inggris menawarkan tanah seluas 100 acre untuk pria berusia di atas 18 tahun di Afrika Selatan. Keluarga Bowker menerima tanah di Albany sebuah daerah dekat dengan Grahamstown[3]. Mereka mendirikan sekolah untuk anak-anaknya sendiri serta pekerjanya. Miles Bowker yang sangat menyukai sejarah alam secara tidak langsung juga mempengaruhi pembelajaran yang diterima oleh anak-anaknya.
Mary dan saudaranya sangat menyukai sejarah alam, tetapi salah satu yang membuatnya tertarik adalah buku terbitan tahun 1838 berjudul The Genera of South African Plants, arranged according to the Natural System oleh botanist berkebangsaan Irlandia WIlliam Henry Harvey[4]. Mary sangat tertarik pada struktur tumbuhan dan sistem klasifikasi Linnean. Mary berkorespondensi dengan Harvey yang meminta contoh spesimen tanaman di Cape agar bisa didokumentasikan. Proses korespondensi ini menarik dikarenakan pada masa itu perempuan masih belum sepenuhnya diterima untuk terlibat dalam diskusi ilmiah. Namun demikian, Mary sangat menikmati kebebasannya dalam hal ini, mengingat hal ini juga didukung oleh ayahnya yang juga lebih santai mengenai konsep perempuan ideal pada masa pra-Victorian (Georgian) yakni bebas berpendapat. Mary menjadi salah satu pemasok utama Harvey untuk tumbuhan dari Afrika Selatan, serta membantunya dalam menamakan dan mengklasifikasikan beberapa spesies[5]. Selama kurang lebih 30 tahun berkorespondensi, tercatat sekitar 1.000 spesies yang dikirimkan, masing-masing disertai dengan catatan yang dibuat oleh Mary. Mary juga berkorespondensi dengan botanis berkebangsaan Inggris, Joseph Dalton Hooker.
Pada tahun 1842, Mary menikah dengan Frederick William Barber, seorang analis kimia yang juga memiliki peternakan di Afrika Selatan.[6] Mereka memiliki dua anak laki-laki serta satu anak perempuan.[7]Mary Barber merupakan nenek dari perupa Ivan Mitford-Barberton
Kontribusi
Botani
Nama Mary disematkan dalam beberapa spesies tanaman karena kontribusinya melalui koleksi serta observasi ilmiah yang dilakukannya pada tumbuhan dan margasatwa di Afrika Selatan[8]. Mary dan adiknya, naturalis James Henry Bowker mengirimkan beberapa spesies tanaman yang tidak dikenal pada herbarium milik Trinity College Dublin dan Royal Botanic Gardens di Kew[9].
Aloidendron barberae pertama kali ditemukan oleh Mary Barber saat mengumpulkan tanaman di Transkei, Afrika Selatan. Spesimen tanaman itu beserta bunganya dikirimkan ke Royal Botanic Gardens di Kew, epithet spesifiknya kemudian diberikan oleh William Turner Thiselton-Dyer (1843-1928) untuk menghormatinya. Selain itu, Lotonosis harveyi juga dinamai berdasarkan namanya.[10]
Entomologi
Mary mengembangkan minatnya pada entomologi saat suaminya terlibat dalam perang gerilya yang sedang berlangsung antara kolonial Inggris dan penduduk asli Afrika. Bersama saudara laki-lakinya, James Henry Bowker, ia mulai mendokumentasikan ngengat dan kupu-kupu Afrika. Mereka menghubungi ahli entomologi Roland Trimen (1840–1916) pada tahun 1863 untuk berbagi hasil penemuan mereka[11]. Pengamatannya dilaporkan telah berkontribusi pada pertimbangan Charles Darwin tentang peran ngengat dalam penyerbukan anggrek[3]. Mary berkenalan dengan Charles Darwin diperantarai Roland Trimen, seorang ahli entomologi Inggris di Afrika Selatan pada tahun 1863. Mary bertukar surat dan pengamatan dengan Darwin dan para naturalis terhormat lainnya dalam jaringan ilmiahnya[12]. Pengaruhnya pada karya Darwin dikomunikasikan secara tidak langsung, melalui Trimen. Pada tahun 1865, Mary menyatakan bahwa ia akan menulis surat kepada Darwin sendiri tentang "belalang dan burung belalang", tetapi tidak ada catatan tentang hal ini, meskipun Darwin sendiri adalah seorang pengarsip korespondensi yang teliti. Dalam surat-surat lainnya, Barber tampaknya setuju dengan teori seleksi alam Darwin, dengan mengutip dominasi pemukim Eropa di Cape Colony sebagai bukti[13].
Perkumpulan Ilmiah
Kontribusi Mary terhadap ilmu pengetahuan mendapatkan pengakuan pada tahun 1878 dengan diundangnya dia menjadi anggota the South African Philosophical Society – sebuah kehormatan yang luar biasa pada saat itu. Perkumpulan Linnean di London tidak menerima perempuan sebagai anggota hingga tahun 1905, dianggap sebagai progresif pada perkumpulan Afrika Selatan ini, dan dampak yang telah diberikan Barber pada disiplin ilmunya. Jawabannya atas undangan tersebut menunjukkan sikapnya pada masa itu:
"Saya tidak keberatan....dan saya tidak melihat alasan mengapa seorang wanita harus menjadi anggota perkumpulan ilmiah mana pun secara diam-diam... Saya sama sekali tidak menyetujui wanita yang tampil di depan umum dan merebut tempat laki-laki dengan berkhotbah, berpidato, dll., tetapi saya tidak melihat mengapa mereka tidak boleh menjadi anggota perkumpulan mana pun yang sesuai dengan kualifikasi mereka, dan menikmati hak istimewanya secara diam-diam."[3]
Barber bergabung dengan South African Philosophical Society pada tanggal 26 Juni 1878. Makalahnya tentang warna-warna aneh hewan dalam kaitannya dengan kebiasaan hidup mereka diterbitkan pada tahun yang sama.[14] Makalah ini ditulis sebagai tanggapan terhadap sebuah artikel oleh Alfred Russel Wallace di mana ia memperdebatkan teori Darwin tentang pilihan betina dalam seleksi seksual.[15]Mary sepenuhnya memahami (dan memiliki pengamatan untuk membuktikan) bahwa betina memilih jantan berdasarkan fenotip mereka: perilaku pacaran yang mencolok, bulu yang mengkilap.[14]
Ia kemudian menjadi anggota perempuan pertama dari Ornithologischer Verein di Wina, perkumpulan ornitologi utama di Austria,[3]dan beberapa makalahnya diterjemahkan ke dalam bahasa Hungaria.
Aktivitas lainnya
Pada tahun 1850-an, Mary membantu kakak laki-lakinya, Thomas Holden Bowker, dalam pekerjaannya mengumpulkan koleksi pertama peralatan Zaman Batu di Afrika Selatan.[16] Pada tahun 1870-an, Barber menulis kumpulan artikel tentang penemuan berlian dan emas di Afrika Selatan. Dia juga mengilustrasikan pemandangan dari ladang berlian dalam beberapa lukisan[2].
Akhir hayat
Mary memiliki cukup uang untuk membiayai kunjungan ke Eropa pada tahun 1889, ia mengunjungi Kebun Raya Kerajaan di Kew untuk pertama kalinya, serta mengunjungi teman-teman ilmiah di seluruh Eropa. Ia meninggal pada 4 September 1899 di rumah putrinya, Highlie Bailie, Pietermaritzburg, Afrika Selatan.[6][17]