Mary Cunningham Agee adalah seorang manajerperusahaan dan penulis.[1][2][3] Dia bertugas di manajemen tingkat dua perusahaan Fortune 100 pada tahun 1980-an. Dia juga merupakan salah satu wanita pertama yang terpilih sebagai "25 Wanita Paling Berpengaruh di Amerika" oleh World Almanac pada 1981 dan 1982.[4][5][6]
Mary Agee merupakan pendiri The Nurturing Network (TNN), sebuah organisasi amalinternasional yang didirikan untuk mengurangi penyalahgunaan, penelantaran, dan eksploitasi manusia .[7][8] Tujuan dari adanya organisasi tersebut adalah untuk menyediakan sumber daya pendidikan dan dukungan bagi masyarakat yang kurang mampu.[9][10]
Keluarga
Mary Cunningham Agee lahir di Falmouth, Maine, Amerika Serikat pada tahun 1951. Orang tuanya merupakan keturunan Irlandia-Amerika. Ketika dia berusia lima tahun, orang tuanya bercerai. Kemudian ibunya memindahkan keempat anaknya, termasuk Mary Cunningham Agee, ke Hanover.[11] Akhirnya mereka dirawat oleh seorang pendeta Perguruan Tinggi Dartmouth yang bernama Monsinyur William Nolan.[12][13]
Mary Agee menerima beasiswa Slater Fellowship untuk berkuliah jurusan hukum dan etika di Trinity College Dublin.[14] Pada tahun pertamanya disana dia kuliah ke luar negeri dan menerima dua nominasi Danforth Scholars Program untuk melanjutkan pendidikannya di bidang etika dan filsafat moral ke tingkat pascasarjana.[15][16]
Mary Agee lulus Phi Beta Kappa Society dan magna cum laude dari Wellesley College pada tahun 1973 dengan gelar Bachelor of Arts (BA) dalam bidang logika dan filsafat.[1][17]