Marina Budiman (lahir tahun 1961) adalah seorang pengusaha teknologi dan eksekutif bisnis asal Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri dan Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan operator pusat data (data center) Tier IV pertama di Asia Tenggara.[2] Sebelumnya, ia juga turut serta mendirikan PT Indointernet Tbk (Indonet), yang merupakan penyedia layanan internet komersial pertama di Indonesia pada tahun 1994.[3]
Sejak penawaran umum perdana saham (IPO) DCI Indonesia pada tahun 2021, nama Marina Budiman secara konsisten tercatat dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes dan Bloomberg Billionaires Index.[4][5]
Kehidupan awal dan pendidikan
Marina lahir pada tahun 1961.[6] Ia menempuh pendidikan tinggi di Kanada dan meraih gelar Bachelor of Arts (BA) di bidang ekonomi dan keuangan dari Universitas Toronto pada tahun 1985.[7]
Karier
Bank Bali dan Sigma Cipta Caraka
Perjalan karier Marina Budiman dimulai pada dunia perbankan sebagai Account Officer di PT Bank Bali pada tahun 1985.[5] Di bank tersebut, ia pertama kali bekerja sama dengan Otto Toto Sugiri yang kemudian menjadi rekan bisnis jangka panjangnya. Selama berkarir di perbankan, ia terlibat dalam proyek instalasi perangkat lunak sistem perbankan, yang kemudian menumbuhkan ketertarikannya pada industri teknologi informasi.[7]
Pada tahun 1989, Marina bergabung dengan perusahaan teknologi PT Sigma Cipta Caraka yang mendominasi pasar penyedia perangkat lunak perbankan lokal pada masa itu.[3] Di Sigma Cipta Caraka, ia memegang berbagai jabatan strategis diantaranya Manajer Proyek (1989–2000), Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (2000–2008), hingga Direktur Penjualan dan Pengantaran (Sales and Delivery Director) pada periode 2008 hingga 2010.[7]
Indointernet
Pada tahun 1994, di sela-sela perannya di Sigma Cipta Caraka, Marina bersama Otto Toto Sugiri turut mendirikan PT Indointernet Tbk (Indonet). Perusahaan ini tercatat sebagai penyedia layanan internet komersial (ISP) pertama di Indonesia yang membuka akses internet bagi masyarakat umum dan korporasi pada dekade 1990-an.[5]
DCI Indonesia
Melihat pesatnya perkembangan ekonomi digital serta keterbatasan infrastruktur pusat data di Indonesia, pada tanggal 18 Juli 2011, Marina bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia mendirikan PT DCI Indonesia (DCII) yang bergerak di bidang layanan penyimpanan dan pengelolaan server pusat data berstandar global.[2]
Di bawah kepemimpinannya sebagai Presiden Komisaris, DCI Indonesia berkembang menjadi operator pusat data terbesar di Indonesia dan menjadi pusat data dengan sertifikasi Tier IV pertama di Asia Tenggara.[6] Pada Januari 2021, DCI Indonesia resmi melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham DCII.[8]
Kekayaan dan pengakuan
Pasca IPO DCI Indonesia pada tahun 2021, nilai kapitalisasi pasar perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan. Marina memegang saham DCI Indonesia sebebesar 26,27%,[8] hal ini kemudian mengantarkan namanya masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes pada akhir tahun 2021 dengan total kekayaan bersih yang ditaksir mencapai US$1,5 miliar.[3] Kehadirannya di daftar tersebut menjadikannya salah satu dari sedikit perempuan yang menduduki posisi teratas dalam daftar orang terkaya di Indonesia.[3]