Ia dimuliakan sebagai santa segera setelah kematiannya, misalnya sebuah gereja yang dipersembahkan untuknya di Bocfolde, Zala, muncul di dalam dokumen tertanggal 1426. Langkah-langkah diambil untuk mengkanonisasikannya tak lama setelah kematiannya, atas permintaan saudaranya, Raja István V. Penyidikan yang diperlukan dilakukan di antara tahun 1271 dan 1276, tetapi proses kanonisasi tidak berhasil, walaupun 74 mukjizat terjadi yang dianggap berasal dari perantaraannya, kebanyakan dari mereka merujuk pada penyembuhan penyakit, bahkan seseorang yang hidup kembali dari kematian. Di antara mereka yang memberikan kesaksian adalah 27 orang yang mengalami mukjizat itu. Upaya yang gagal untuk mengkanonisasikannya juga dilakukan pada tahun 1640 dan 1770. Ia akhirnya dikanonisasi oleh Paus Pius XII pada tanggal 19 November 1943, pada saat hari perayaan bibinya, Santa Erzsébet dari Hungaria.
Biaranya merupakan salah satu biara yang ditindas pada tahun 1782, bagian dari penindasan semua ordo monastik oleh Kaisar Joseph II. Saat itu, jenazahnya diberikan kepada Ordo Santa Klara yang disimpan di Pozsony (sekarang Bratislava) dan Buda. Relikui tersebut sebagian hancur pada tahun 1789 tetapi beberapa bagian dilestarikan dan sekarang disimpan di Esztergom, Győr, dan Pannonhalma.
Di dalam seni Margit biasanya digambarkan di dalam Pakaian religius suster Dominikan, memegang setangkai bunga lili putih dan sebuah buku.[1]
Referensi
↑Attwater, Donald and Catherine Rachel John. The Penguin Dictionary of Saints. 3rd edition. New York: Penguin Books, 1993. ISBN0-14-051312-4.