Margery Claire Carlson (21 November 1892 – 5 Juli 1985)[1] adalah seorang ahli botaniAmerika Serikat dan profesor di Northwestern University. Setelah meraih gelar Ph.D. di bidang botani dan menjadi profesor perempuan penuh pertama di Northwestern, ia melakukan berbagai ekspedisi ilmiah ke Amerika Tengah untuk mengumpulkan spesimen tumbuhan serta menemukan spesies baru. Sebagai asisten peneliti di Field Museum of Natural History, sebagian besar koleksi tumbuhannya disumbangkan ke museum tersebut, yang kemudian menciptakan koleksi botani khusus untuknya. Carlson memiliki sejarah panjang dalam gerakan konservasi dan menerima berbagai penghargaan, termasuk sebuah cagar alam yang dinamai untuk menghormatinya.
Masa kecil dan pendidikan
Carlson lahir di Arthur, Illinois. Kedua orang tuanya, John E. Carlson dan Nellie Marie Johnson, menamainya berdasarkan bunga marguerite daisy.[2] Ia meraih gelar sarjana dari Northwestern University pada tahun 1916 sebelum melanjutkan ke jenjang magister dan kemudian menyelesaikan gelar Ph.D. di bidang botani pada tahun 1925 di University of Wisconsin. Pada tahun 1927, Carlson mulai bekerja di departemen penelitian University of Wisconsin.[3] Setelah itu, ia mengajar di Wellesley College sebelum kembali ke Northwestern University pada tahun 1930 sebagai profesor. Ia mengabdikan dirinya di universitas tersebut selama tiga dekade sebelum pensiun pada 1960-an.
Carlson adalah perempuan pertama yang mengambil jurusan botani di Northwestern dan juga perempuan pertama yang menjadi profesor penuh di universitas tersebut. Selain itu, ia bertindak sebagai asisten peneliti di Field Museum untuk spesimen yang dikumpulkannya dan koleksi lengkap tempat spesimen tersebut dihimpun.[4]
Penelitian
Sejak tahun 1927, penelitian Carlson di bidang botani berfokus pada perkembangan anggrek, termasuk menemukan metode untuk menumbuhkannya di berbagai iklim.[5] Ia berhasil menciptakan kultivar anggrek domestik dengan waktu tumbuh yang lebih singkat berkat larutan nutrisi khusus yang dikembangkannya.[6] Mulai tahun 1933, ia mulai meneliti cara mempercepat budidaya anggrek grass pink yang ditemukan di sepanjang pantai Danau Michigan. Kerabat dekatnya, anggrek tropis, memiliki nilai pasar yang tinggi, tetapi karena hanya dapat tumbuh di iklim tropis serta membutuhkan waktu tujuh tahun untuk mencapai kematangan, spesies tersebut menjadi langka dan sangat mahal untuk diperoleh.[7]
Pada Oktober 1936, Carlson mengumumkan keberhasilannya dalam menemukan metode budidaya anggrek grass pink, mengurangi waktu dari perkecambahan hingga berbunga menjadi hanya tiga tahun. Ia juga menyatakan bahwa benih dan umbi murah akan segera tersedia untuk masyarakat. Selain itu, ia mengalihkan fokus penelitiannya untuk menerapkan metode yang sama pada anggrek lady slipper, mengingat populasinya semakin menurun dan terancam di banyak negara bagian Amerika Serikat.[8]