Malus niedzwetzkyana adalah jenis apel asli Asia yang dikenal karena daging buahnya yang merah, kulitnya merah, dan bunganya berwarna merah. Beberapa ahli botani menganggapnya sebagai spesies tersendiri,[1] sementara yang lain menilainya sebagai varietas apel biasa yang unik.[2][3][4] Spesies ini diklasifikasikan sebagai terancam punah secara global oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam.[5]
Deskripsi
Pohon ini tahan terhadap musim dingin dan kekeringan, tumbuh hingga 5–8 meter di alam liar (kurang dari 5 meter saat dibudidayakan), dengan mahkota bulat dan kulit kayu coklat keunguan yang sangat gelap. Tunas baru berwarna ungu tua, sementara daun muda berwarna keunguan dan berubah menjadi hijau tua saat dewasa. Di musim semi, pohon ini menghasilkan bunga berwarna magenta yang mencolok. Kulit buahnya merah tua hingga ungu-merah, kadang memiliki lapisan lilin kebiruan, dan daging buahnya berkisar dari merah muda hingga merah cerah, dengan biji berwarna coklat kemerahan tua.[6] Buahnya dapat dimakan, memiliki rasa tidak terlalu asam, daging kering dan agak kenyal. Di wilayah Kashgar, Tiongkok, dekat perbatasan Kirgizstan dan Tajikistan, buah ini dikenal sebagai kisil alma yang berarti apel merah.[7]
Persebaran
Spesies ini berasal dari beberapa wilayah di Tiongkok, Afganistan, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Uzbekistan. Pohon ini diperkenalkan ke Eropa Barat sekitar tahun 1890 oleh Georg Dieck di Arboretum Zöschen, Jerman, yang menanamnya dari biji yang dikirim oleh Vladislav E. Niedzwiecki, seorang pengacara Rusia dan ahli botani amatir yang tinggal di pengasingan di Turkestan. Dieck kemudian menyumbangkan spesimen tersebut ke pembibitan Späth, yang mengekspor pohon ini ke Amerika Serikat sekitar tahun 1896.[8]
Konservasi
Tanaman ini tergolong langka, biasanya tumbuh sebagai pohon terisolasi, dan diklasifikasikan sebagai terancam punah di seluruh wilayah penyebarannya menurut Daftar Merah IUCN. Hanya beberapa ratus individu yang masih diketahui hidup di Kirgizstan.[9] Kelompok konservasi Fauna & Flora International berupaya menyelamatkan dan memulihkan spesies ini di negara tersebut, termasuk memasukkannya dalam daftar spesies terancam, menjadikannya bagian dari Kampanye Pohon Global, serta menanam lebih dari 1.000 bibit di hutan setempat pada tahun 2010 dan 2011.[10][11]
↑Nash, George V. "Malus niedzwetzkyana". In Addisonia: Colored Illustrations and Popular Descriptions of Plants, vol. 6. The New York Botanical Garden (Addison Brown Fund), 1921, pp. 23–24.
↑Hansen, N. How to produce that $1000 premium apple, in Minnesota State Hort. Soc. (1900). Trees, fruits & flowers of Minnesota. Vol. 28. 470-1. Forgotten Books, London, 2013. ISBN9781153197953