Makrosejarah berupaya mencari pola-pola besar dan jangka panjang dalam sejarah dunia dengan membandingkan rincian-rincian yang bersifat dekat atau spesifik untuk menemukan pola umum yang mendasar.[1] Pendekatan ini lebih mengutamakan perspektif komparatif atau sejarah dunia guna menelusuri akar perubahan serta jalur perkembangan suatu masyarakat atau proses sejarah.[1]
Sebuah kajian makrosejarah, misalnya, dapat menelaah feodalisme Jepang dan feodalisme Eropa untuk menentukan apakah struktur feodal merupakan hasil yang tak terelakkan dari kondisi tertentu. Studi-studi makrosejarah sering kali “mengasumsikan bahwa proses-proses makrosejarah cenderung berulang dengan cara yang dapat dijelaskan dan dipahami.”[2] Pendekatan ini dapat mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam perkembangan umat manusia secara keseluruhan, seperti arah besar menuju peningkatan rasionalitas, peningkatan kebebasan, atau perkembangan kekuatan produktif dan masyarakat komunis, di antara berbagai kecenderungan lainnya.[3]
Deskripsi
Makrosejarah dibedakan dari mikro sejarah, yang berfokus pada kajian yang ketat dan mendalam terhadap satu peristiwa tertentu dalam sejarah.[4] Namun, keduanya dapat dipadukan, seperti dalam penelitian mengenai kecenderungan besar masyarakat pasca-perbudakan, yang juga mencakup kajian terhadap kasus-kasus individual dan kelompok-kelompok kecil.[5]
Makrosejarah juga dibedakan dari metasejarah, karena yang terakhir memandang karya sejarah sebagai “struktur verbal dalam bentuk wacana prosa naratif.”[6] Menurut Garry Trompf, makrosejarah mencakup tetapi tidak dibatasi oleh metasejarah, karena makrosejarah meninjau perubahan dalam cakupan yang luas, termasuk perubahan yang bersifat imajinal atau spekulatif.[7]
Makrosejarah memiliki empat “kerangka gagasan” – yaitu bahwa peristiwa masa lalu dapat menunjukkan: 1) kita sedang mengalami kemajuan; 2) keadaan justru memburuk; 3) segala sesuatu bersifat berulang; dan 4) tidak ada yang dapat dipahami tanpa adanya eskhaton (akhir zaman) atau apocatastasis (pemulihan atau rekonstruksi segala sesuatu).[8]
Contoh
Contoh analisis makrosejarah antara lain mencakup pandangan Oswald Spengler bahwa umur suatu peradaban terbatas dan pada akhirnya akan mengalami kemunduran.[3] Selain itu, terdapat sintesis sejarah yang dikemukakan oleh Arnold J. Toynbee dalam menjelaskan naik-turunnya peradaban, yang kemudian juga menginspirasi karya para sejarawan lain (misalnya The Rise of the West karya William H. McNeill).[9]
Pertempuran Ain Jalut dan penaklukan awal Mongol dianggap oleh banyak sejarawan memiliki makna makrosejarah yang sangat penting.[10] Pertempuran tersebut menandai titik puncak ekspansi Mongol sekaligus menjadi pertama kalinya mereka mengalami kekalahan besar. Sementara itu, penaklukan-penaklukan awal dilakukan demi kepentingan perdagangan jarak jauh, tetapi justru mengacaukan jaringan perdagangan hingga munculnya apa yang disebut Pax Mongolica, ketika hubungan dagang di kawasan Eurasia kembali stabil.[10]
Penerimaan
Menurut para ekonom Robert Solow,[11] Brian Snowdon,[12] Jason Collins,[13] dan menurut sebuah artikel dalam rubrik “Break Through & Mind Changing Idea” majalah Wired (Jepang),[14][15]Oded Galor melalui teori pertumbuhan terpadu yang dikembangkannya, telah memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman mengenai proses pembangunan sepanjang sejarah umat manusia serta peran faktor-faktor mendasar dalam transisi dari masa stagnasi menuju pertumbuhan, dan dalam munculnya kesenjangan besar di seluruh dunia.[16]
Majalah Wired (Jepang) menggambarkan teori Galor sebagai teori global yang sebanding dengan “hukum gravitasi” Newton, “teori evolusi” Darwin, atau “relativitas umum” Einstein.[14]
↑Araujo, Ana Lucia (2017). Reparations for Slavery and the Slave Trade: A Transnational and Comparative History. London: Bloomsbury Publishing. hlm.7. ISBN9781350010598.
↑Heilmann, MarkAnn; Llewellyn, Mark (2007). Metafiction and Metahistory in Contemporary Women's Writing. New York: Palgrave
Macmillan. hlm.2. ISBN9781349281855.
↑Milani, Milad (2014). Sufism in the Secret History of Persia. Oxon: Routledge. hlm.8. ISBN9781844656776.
↑Handbook of the Theosophical Current. Leiden: BRILL. 2013. hlm.375. ISBN9789004235960.
↑Yerxa, Donald A. (2009). Recent Themes in World History and the History of the West: Historians in Conversation. University of South Carolina Press. hlm.3. ISBN978-1-57003-831-0.
↑Snowdon, Brian (June 2008). "Towards a Unified Theory of Economic Growth. Oded Galor on the transition from Malthusian stagnation to modern economic growth. An interview with introduction by Brian Snowdon". World Economics. 2 (9). CiteSeerX10.1.1.724.3924.