Mahrus Amin lahir di desa Kalibuntu, Ciledug (saat ini Kalimukti, Pebadilan), Cirebon pada 14 Februari 1940. Kedua orangtuanya asli Cirebon dan Brebes. Ayahnya, Casim Amin merupakan warga asli Kalimukti yang keturunan kuwu (setingkat lurah) dan masih memiliki hubungan darah dengan Wirasuta, salasatu anak cucu waliyullahSyarif Hidayatullah. Sementara ibunya, Hj. Jamilah berasal dari Losari. Mahrus Amin adalah cucu dari Kyai Idris, pemimpin Ponpes Lumpur, di Desa Lumpur, Losari, Brebes.[3]
Kiprah
Mahrus merangkul masyarakat dengan membentuk koperasi serba usaha yang mengakomodir kebutuhan home industry masyarakat perajin peci/songkok.[4]
Mahrus juga mendirikan SDI Darunnajah untuk menampung anak-anak usia sekolah. Kurikulum SDI Darunnajah di tahun 1973 sudah lebih maju dibandingkan madrasah lainnya. Kegiatan belajar-mengajar tidak hanya di kelas semata tapi juga merambah ke kegiatan ekstakurikuler seperti kesenian (kasidah) dan sepakbola. Pada tahun 1978, Darunnajah telah menggelar kompetisi sepakbola tingkat SD se-DKI Jakarta bernama Darunnajah Cup.
SDI Darunnajah juga aktif dalam kegiatan Pramuka. Salah satu aktivitas yang rutin dilakukan adalah lomba menanam pohon pepaya, pohon pisang serta menebar bibit tanaman hias yang melibatkan masyarakat.
Di samping itu, Mahrus menerima pasokan makanan (jajanan) dari ibu-ibu majelis taklim sekitar untuk dijual di kantin Darunnajah. Secara rutin Mahrus juga membina majelis taklim untuk masyarakat Ulujami dan sekitar, para pemasok makanan dan ustadzah serta ibu-ibu karyawan Darunnajah. Taklim ini ditujukan untuk memperat silaturahim antara warga Ponpes dengan masyarakat sekitar.[5]
Sampai pada puncak inovasinya adalah Seribu Pesantren Nusantara. Ide besar Mahrus yang dirintisnya sejak masih mondok di Gontor ini terus berkembang hingga kini. Gerakan Seribu Pesantren Nusantara dilatari oleh belum meratanya kader-kader umat Islam di pelosok Nusantara. Untuk pemerataan dakwah Muslim, menurut Mahrus, perlu disebar pondok pesantren di seluruh Indonesia. Seribu pesantren diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan Mahrus.[6]
Riwayat Pendidikan
Ia menyelesaikan pendidikan Sekolah Rakyat Islam Losari Brebes pada tahun 1954, kemudian melanjutkan pendidikannya ke KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dan lulus pada tahun 1961. Kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana Jurusan Ilmu Dakwah di Fakultas Ushuluddin, IAIN Jakarta dan lulus pada tahun 1972.
Pengalaman Organisasi
Merintis dan memimpin Pondok Pesantren Darunnajah
Merintis dan memimpin Pondok Pesantren Madinatunnajah
Pendiri dan Ketua I Yayasan Qolbun Salim Jakarta
Anggota Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta
Ketua I DPP Forum Islamic Center Indonesia
Ketua I DPP GUPPI (Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam)
Ketua MSKP3I (Majelis Silaturahmi Kyai Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia)
Ketua Majelis Syuro Bakomubin (Badan Koordinasi Muballigh Indonesia) Periode 2017-2022
Karya Tulis
Ibadah Amaliyah
Dakwah Melalui Pesantren
Penghargaan
Sejumlah Penghargaan yang diraih oleh Drs. K.H. Mahrus Amin:
Lencana Melati dan Dharma Bakti dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai tokoh kepanduan Asia-Pasifik, 14 Agustus 2008
Penghargaan Ikhlas Bakti dari Menteri Agama RI, Suryadharma Ali, asat jasa dalam penguatan kelembagaan peningkatan mutu tata kelola dan peningkatan kualitas SDM di Pondok Pesantren, 2 Januari 2011
Penganugerahan Bintang Semangat Rimba Perak dari Persekutuan Pengakap Malaysia oleh Seri Paduka Baginda yang di-Pertuan Agong Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin di Istana Melawati Putrajaya Malaysia, diberikan kepada tokoh-tokoh yang telah berbakti kepada pergerakan pengakap (Pramuka), 15 Maret 2011
↑Setiyono, Sri Nanang; Qodir, H. Abdul Haris (2008/14 Februari). KH. Mahrus Amin Dakwah Melalui Pondok Pesantren: Pengalaman Merintis dan Memimpin Pondok Pesantren Darunnajah. Jakarta: Group DANA. hlm.138 + x hal.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Lutfi, MM., Muhaemin, KH., Drs., Ustadz (2010). Sosok Manusia Unik, Antik dan Menarik dalam "Kyai Entrepreneur: 70 Tahun KH. Mahrus Amin". Jakarta: Panitia Tasyakuran 70 Tahun KH. Mahrus Amin. hlm.285+xvii. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Maziyah, S.Ag., Emah, Hj. (2010). Perjalanan Bersama Sang Ayah dalam "Kyai Entrepreneur: 70 Tahun KH. Mahrus Amin". Jakarta: Panitia Tasyakuran 70 Tahun KH. Mahrus Amin. hlm.285+xvii. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Profil Tokoh Terkemuka Alumni Kiyai Pesantren/Pendidik. hlm.227–229. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)