Mars Advanced Radar for Subsurface and Ionosphere Sounding (disingkat: MARSIS) adalah instrumen radar penembus bawah permukaan dan altimeter frekuensi rendah yang dikembangkan oleh Universitas Roma La Sapienza dan Alenia Spazio[1] (saat ini Thales Alenia Space Italia).[2] Instrumen ini dioperasikan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) sebagai bagian dari muatan ilmiah dalam misi eksplorasi wahanaMars Express.[3]
Peneliti Utama MARSIS adalah Giovanni Picardi dari Universitas Roma La Sapienza.[4] Instrumen ini menggunakan teknik radarpenembus tanah (ground-penetrating) dengan metode radar apertur sintetis (synthetic aperture) serta antena penerima sekunder untuk memisahkan pantulan bawah permukaan.[5] MARSIS telah digunakan untuk mengidentifikasi struktur geologi yang terkubur, termasuk di cekungan bawah permukaan Mars.[6] Pengembangan instrumen ini dibiayai oleh Badan Antariksa Italia (ASI) dan Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA).[7] Sistem prosesor MARSIS menggunakan sistem operasi waktu nyata EONIC Virtuoso.[8]
Peluncuran
Pada 4 Mei 2005, Mars Express melakukan peluncuran antena radar MARSIS pertama, berupa batang antena sepanjang 20 meter. Pada awalnya batang antena tersebut tidak mengunci secara sepenuhnya,[9] pada tanggal 10 mei gangguan tersebut teratasi setelah batang antena dipanaskan oleh cahaya Matahari.[10] batang antena kedua sepanjang 20 meter berhasil dikerahkan pada 14 Juni. Kedua batang antena 20 meter tersebut diperlukan untuk membentuk antena dipol sepanjang 40 meter yang menjadi komponen utama MARSIS. Antena monopol tambahan sepanjang 7 meter kemudian ditambahkan pada 17 Juni.[11]
Penggelaran antena ini awalnya dijadwalkan pada April 2004, tetapi ditunda karena kekhawatiran bahwa proses tersebut dapat merusak wahana akibat efek whiplash. Penundaan ini mengakibatkan fase komisioning selama empat minggu dibagi menjadi dua bagian, yakni dua minggu menjelang 4 Juli dan dua minggu pada Desember 2005.[12][13][14]
Spesifikasi
MARSIS memancarkan serangkaian chirp termodulasi pada frekuensi 1,8–5,0 MHz dalam mode pencitraan bawah permukaan, dengan lebar pita 1 MHz. Dalam mode pencitraan ionosfer, instrumen ini menghasilkan chirp dengan penyapuan frekuensi pada rentang 0,1–5,4 MHz. Lebar pulsa yang digunakan adalah 30, 91, atau 250 μs, sedangkan frekuensi repetisi pulsa nominal mencapai 130 Hz. Daya pancar yang tersedia untuk operasi ilmiah adalah 1,5 atau 5 W.[5]
Operasi ilmiah penuh dimulai pada Juli 2005.[15] Sebuah publikasi tahun 2012 oleh tim MARSIS melaporkan adanya perbedaan konstanta dielektrik antara wilayah lintang tinggi utara dan selatan di Mars[16] Variasi ini menunjukkan bahwa material pengisi cekungan utara memiliki densitas lebih rendah, yang telah ditafsirkan sebagai indikasi kemungkinan keberadaan samudra purba di belahan utara.[17] Pada Juli 2018, analisis data MARSIS oleh 22 peneliti Italia melaporkan keberadaan sebuah danau subglasial di Mars, berlokasi sekitar 1,5 km di bawah lapisan es kutub selatan dan memiliki dimensi horizontal sekitar 20 km. Temuan ini merupakan bukti pertama adanya tubuh air cair stabil yang teridentifikasi di Mars.[18][19][20][21][22]
Referensi
↑"Alenia Spazio". connectivity.esa.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-14.
↑Flamini, E.; Fois, F.; Calabrese, D.; Bombaci, O.; Catallo, C.; Croce, A.; Croci, R.; Guelfi, M.; Zampolini, E. (2007-06). "Sounding Mars with SHARAD & MARSIS". 2007 4th International Workshop on, Advanced Ground Penetrating Radar: 246–251. doi:10.1109/AGPR.2007.386561.