Muhammad Hafiz (lahir 30 Mei 1991) adalah seorang politikus dan pengusaha Indonesia yang menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi untuk periode 2024–2029.[1]
Pada Pileg 2019, Hafiz dicoret dari daftar calon legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Batanghari I diduga karena kasus narkoba yang pernah menjeratnya. Kemudian pada Pilkada 2020, Ia berniat maju Pilkada Batanghari, tetapi secara mendadak mengundurkan diri dan digantikan oleh kakaknya, Muhammad Firdaus.
Pada Pileg 2024, Ia termasuk dari 9 calon legislatif mantan narapidana di Provinsi Jambi.[2] Hafiz, yang menjabat sebagai ketua DPD PAN Kabupaten Batanghari, berhasil mendapatkan suara terbanyak di daerah pemilihan Jambi 2, dengan total 19.847 suara.[3]
Kemudian, dua tahun berselang pada 30 Maret 2018, Ia kembali ditangkap tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Jambi di rumah rekannya. Hafiz terbukti mengonsumsi narkoba bersama kedua rekannya, Fanny Andriawan (anak dari mantan Wali Kota Jambi, Bambang Priyanto yang pada Agustus 2010 juga pernah ditangkap aparat kepolisian karena tersangkut kasus sabu) dan Jantan Grahadayana (seorang ASN di Pemkab Muaro Jambi). Barang bukti yang disita dari lokasi adalah narkotika jenis sabu seberat 1,22 gram beserta alat isapnya.[5]