Nama Lydia Becker di bagian bawah tugu peringatan Reformers, Pemakaman Kensal Green
Lydia Ernestine Becker (24 Februari 1827 – 18 Juli 1890) adalah tokoh utama dalam gerakan hak pilih perempuan di Inggris serta seorang ilmuwan amatir dengan ketertarikan pada biologi dan astronomi. Ia menjadikan Manchester sebagai pusat pergerakan suffrage dan, bersama Richard Pankhurst, berhasil mengatur seorang perempuan untuk pertama kalinya memberikan suara dalam pemilu Inggris, meskipun upaya hukum untuk mempertahankan preseden ini tidak berhasil. Becker juga dikenal sebagai pendiri dan penerbit Women's Suffrage Journal dari tahun 1870 hingga 1890.
Awal Kehidupan dan Pendidikan
Lahir di Cooper Street, Manchester, Becker adalah anak tertua dari Hannibal Leigh Becker dan Mary Becker (née Duncuft).[1] Kakeknya, Ernst Hannibal Becker, berasal dari Jerman dan mendirikan bisnis manufaktur bahan kimia untuk industri kapas. Keluarga ini memiliki rumah di Foxdenton Hall, Chadderton, sebelum kemudian pindah ke Moorside House di Altham, Lancashire.[2] Di sini, Becker menghabiskan sebagian besar masa kecilnya sebelum keluarganya berpindah ke Reddish selama 13 tahun.
Seperti banyak perempuan pada masanya, Becker mendapatkan pendidikan di rumah. Namun, rasa ingin tahunya yang besar mendorongnya untuk mendalami botani dan astronomi sejak tahun 1850-an. Pada tahun 1862, ia memenangkan medali emas untuk makalah ilmiah tentang hortikultura.[1] Minatnya terhadap ilmu pengetahuan mendapat dorongan dari pamannya, bukan orang tuanya. Ia juga menjalin korespondensi dengan Charles Darwin, mengirimkan sampel tanaman dari sekitar Altham dan berbagi pemikirannya tentang botani.[3] Korespondensinya menunjukkan ketertarikannya pada tanaman biseksual dan hermaprodit, yang ia gunakan sebagai bukti alami terhadap struktur sosial yang lebih progresif.[4]
Kontribusinya dalam bidang ilmu pengetahuan tidak luput dari penghargaan. Pada tahun 1860-an, ia menerima penghargaan nasional untuk metode pengawetan tanaman kering agar tetap mempertahankan warna aslinya. Selain itu, ia juga mempresentasikan makalah tentang pengaruh infeksi jamur terhadap perkembangan seksual tumbuhan pada pertemuan British Association tahun 1868.[5]
Kesempatan besar datang ketika seorang janda pemilik toko, Lilly Maxwell, secara keliru terdaftar dalam daftar pemilih Manchester. Becker mengunjunginya dan mengantarnya ke tempat pemungutan suara, di mana petugas pemilihan mengizinkan Maxwell untuk memberikan suara. Keberhasilan ini mendorong Becker untuk mengajukan petisi agar perempuan kepala rumah tangga lainnya juga didaftarkan sebagai pemilih. Namun, kasus hukum yang diajukan untuk mendukung klaim ini akhirnya ditolak oleh pengadilan.[8]
Pada April 1868, Becker berbicara dalam pertemuan publik pertama National Society for Women's Suffrage di Free Trade Hall, Manchester. Ia juga melakukan tur ceramah ke berbagai kota di Inggris Utara untuk menyebarkan gagasan tentang hak pilih perempuan. Pada tahun 1869, ia dan rekan-rekannya berhasil mengamankan hak perempuan untuk memilih dalam pemilihan tingkat kota. Selain itu, ia terpilih menjadi anggota Dewan Sekolah Manchester pada tahun 1870, posisi yang ia pegang hingga wafat.[9]
Pada tahun yang sama, Becker mendirikan Women's Suffrage Journal bersama Jessie Boucherett, yang menjadi publikasi paling berpengaruh dalam gerakan hak pilih perempuan di abad ke-19.[10] Melalui jurnal ini, Becker menyebarkan pidato, opini, serta tanggapan terhadap para pendukung dan penentang gerakan suffrage. Ia bahkan secara terbuka menegur seorang anggota parlemen karena menolak usulan hak pilih perempuan.[11]
Salah satu pencapaiannya yang paling signifikan adalah keberhasilannya dalam memperjuangkan hak pilih perempuan di Pulau Man pada tahun 1881.[12] Keberhasilan ini menjadikan Pulau Man sebagai wilayah pertama di Inggris Raya yang mengizinkan perempuan memberikan suara dalam pemilihan House of Keys.[13]
Pandangan dan Warisan
Becker berbeda dari banyak feminis awal dalam menentang gagasan bahwa ada perbedaan intelektual alami antara laki-laki dan perempuan. Ia juga memperjuangkan sistem pendidikan tanpa perbedaan gender. Pandangannya ini sering kali menjadi sasaran kritik dan ejekan di media massa. Selain itu, ia menekankan pentingnya hak pilih bagi perempuan lajang dan janda, yang menurutnya lebih membutuhkan suara politik dibandingkan perempuan yang memiliki suami dan sumber pendapatan tetap.[9]
Pada tahun 1890, kesehatan Becker memburuk. Ia menjalani perawatan di Bath sebelum melakukan perjalanan ke Aix-les-Bains di Prancis untuk pengobatan lebih lanjut. Namun, kesehatannya terus menurun, dan akhirnya ia meninggal di Jenewa pada 18 Juli 1890 akibat difteri.[10] Ia dimakamkan di pemakaman St George, Jenewa, dan juga dikenang di batu nisan keluarga di gereja St James, Altham.[14]
Setelah kepergiannya, staf Women's Suffrage Journal memutuskan untuk menghentikan penerbitan jurnal tersebut, menandai berakhirnya salah satu alat perjuangan utama dalam gerakan hak pilih perempuan. Meski demikian, warisan Becker tetap hidup dalam perjuangan kesetaraan hak perempuan di Inggris dan sekitarnya.[15]
↑Atkinson, Diane (2018). Rise up, women! the remarkable lives of the suffragettes. London Oxford New York New Delhi Sydney: Bloomsbury. ISBN978-1-4088-4404-5.