Saat pembentukannya daerah ini memiliki luas 14.447,56km² dengan jumlah penduduk sekitar 450.000 jiwa. Namun setelah dimekarkan kembali dengan membentuk Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2003 maka saat ini luas wilayah Kabupaten Luwu Utara adalah 7.502,58km² dengan jumlah penduduk sebanyak 336.360 jiwa pada semester pertama tahun 2025.[2]
Luas wilayah Kabupaten Luwu Utara adalah 7.502km² dan secara geografis Kabupaten Luwu Utara terletak pada koordinat antara 20°30’45” sampai 2°37’30” Lintang Selatan dan 119°41’15” sampai 12°43’11” Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Luwu Utara merupakan paling utara di provinsiSulawesi Selatan yang terdiri dari pantai, dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian antara 0-3.016 Mdpl.[8]
Wilayah Selatan berupa dataran rendah dan pantai yang berbatasan langsung dengan Teluk Bone. Sebagian besar wilayah berupa pegunungan dengan gunung menjulang seperti Gunung Tolangi, Gunung Balease, Gunung Kabentonu, Gunung Kambuno, Gunung Tusang, Gunung Tantanggunta dan lainnya. Sejumlah sungai besar yang berada di wilayah ini antara lain Sungai Salu Rongkong, Sungai Salu Kula, Sungai Salu Balease, Sungai Salu Karama, Sungai Salu Lodang dan lainnya.
Batas Wilayah
Batas administratif Kabupaten Luwu Utara sebagai berikut:[9]
Kabupaten Luwu Utara terdiri dari 15 kecamatan, 7 kelurahan dan 166 desa. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 7.502,58 km² dan jumlah penduduk sebesar 364.828 jiwa dengan sebaran penduduk 48 jiwa/km².[14][15]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Luwu Utara, adalah sebagai berikut:
Penduduk Kabupaten Luwu Utara tahun 2022 berjumlah 327.827 jiwa (laki-laki 165.682 jiwa dan perempuan 162.138 jiwa) dengan jumlah penduduk terbanyak dan terpadat di Kecamatan Baebunta dan paling sedikit berada di Kecamatan Rampi[16] serta terdiri dari 70.892 Kepala Keluarga. Sebagian besar (80,93%) penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, tetapi kontribusi sektor ini terhadap PDRB Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2003 hanya 33,31% atau sebanyak Rp4,06 triliun.
Agama
Kabupaten Luwu Utara mayoritas menganut agama Islam sebanyak 82,04%, kemudian diikuti oleh agama Kekristenan sebnayak 15,19%, (Protestan 13,66%, Katolik 1,53%), kemudian Hindu sebanyak 2,77% dan penganut agama Buddha kurang dari 0,01%.[2]
Suku Bangsa
Terdapat berbagai kelompok etnis di Kabupaten Luwu Utara. Meski tidak ada data terperinci, salah satu etnis asli yang dicatat dalam situs pemerintahan Luwu Utara adalah suku Limola, Rampi, Seko, Rongkong, Masapi (yang ada di Desa Sepakat, Kecamatan Masamba).[17] Selain itu, terdapat juga masyarakat Toraja, Makassar, Bugis dan etnis pendatang lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Luwu Utara.
Bahasa
Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Luwu Utara adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa dan penelitian lapangan menggunakan berbagai kendaraan hingga berjalan kaki yang dilakukan ahli linguistik Charles E. Grimes, dkk,[18] terdapat 6 bahasa daerah di Kabupaten Luwu Utara,[19] yaitu bahasa Limola, bahasa Rampi, bahasa Seko, bahasa Toala’ dan bahasa Rongkong (keduanya rumpun bahasa Tae'), bahasa Toraja, serta bahasa Bugis yang utamanya digunakan di pesisir pantai.[18][20]
↑Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan (2004). Sulawesi Selatan Dalam Angka 2004-2005(pdf) (dalam bahasa Indonesia). Makassar: Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. hlm.23–27. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Utara (2010). Kabupaten Luwu Utara Dalam Angka 2010(pdf) (dalam bahasa Indonesia). Luwu Utara: Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Utara. hlm.27–30. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)