↑Pangkat terakhirnya adalah MayorPnb., tetapi karena gugur dalam tugas, maka diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Letkol.Pnb. (Anumerta).
Luluk Teguh merupakan seorang penerbang pertama di TNI Angkatan Udara meraih 1000 jam terbang dengan menggunakan pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan berhak menyandang badge 1000 Jam Terbang yang disematkan langsung oleh Danlanud Iswahjudi Kolonel Pnb Samsul Rizal., S.I.P.,M.Tr (Han), pada acara tradisi penyematan yang berlangsung di Shelter Skadron Udara 15.[3] Hingga akhir hayatnya, ia sudah mengantongi lebih dari 2300 jam terbang, di antaranya dengan pesawat AS 220 Bravo, T-34 Charlie, KT 1 Wong Bee, Hawk MK-53 dan T-50i Golden Eagle.
Insiden dan meninggal
Pada 10 Agustus 2020, Luluk mengalami kecelakaan pesawat tergelincir di Lanud Iswahjudi, Magetan. Saat itu, Luluk yang bertindak sebagai instruktur dan siswa Letda Pnb Muhammad Zacky melakukan latihan terbang rutin menggunakan pesawat T-50 Golden Eagle dengan nomor TT 5006, tetapi saat akan take-off pesawat yang mereka bawa tergelincir ke luar landasan pacu.[4] Mereka berdua kemudian dirawat di RSPAU Dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta.
Mayor Pnb Luluk Teguh “Wiggler” Prabowo mengukuhkan namanya sebagai penerbang tempur TNI Angkatan Udara yang menorehkan prestasi 1.000 jam terbang menggunakan pesawat tempur T-50i Golden Eagle. Atas keberhasilannya tersebut, Mayor Pnb Luluk Teguh merupakan seorang penerbang pertama di TNI Angkatan Udara meraih 1000 jam terbang dengan menggunakan pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan berhak menyandang badge 1000 Jam Terbang yang disematkan langsung oleh Danlanud Iswahjudi Kolonel Pnb Samsul Rizal., S.I.P.,M.Tr (Han), pada acara tradisi penyematan yang berlangsung di Shelter Skadron Udara 15.[7]