Bersama Jacksen F Tiago dan Marcio Novo, Luciano membawa PSM mencapai babak final Liga Indonesia (Ligina) 2 di musim pertamanya. Ia juga membawa PSM menjadi semifinalis pada Ligina III (Semifinalis) dan Peringkat I Wilayah Timur pada Ligina IV.[2]
Penampilannya bersama PSM membuat Persija Jakarta merekrutnya pada 2001. Di musim pertamanya ia turut membawa Persija menjuarai Ligina VII. Di final, di Stadion Gelora Bung Karno, 7 Oktober 2001, Persija Jakarta mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-2.[2]
Pensiun
Sesudah gantung sepatu pada 2004 Ia kembali ke negaranya lalu membangun hotel yang ia beri nama Hotel Makassar di Araujo Macae, Rio de Janeiro, Brasil di mana desainnya berbau segala sesuatu tentang Makassar.[2]
Karier Pelatih
Di negara asalnya, ia melatih Goytacaz FC. Ia juga menjadi manajer pengelola Liga Deportiva Macae. Ia juga pernah melatih Macae Esporte yang bermain di Serie B Brasil.[2]
Pada tahun 2007, ia kembali ke Indonesia dan menjadi pelatih di Persma Manado namun hanya sebentar karena ia hanya memegang lisensi kepelatihan dari Brasil, bukan lisensi FIFA sesuai aturan saat itu.[2]
Pada November 2008 – Januari 2009, Luciano kemudian melatih PSMS Medan. Pada tahun 2011, ia menjadi asisten pelatih Persibo Bojonegoro mendampingi pelatih Sartono Anwar di ajang Indonesian Premier League. Pada 2016 di ajang Torabika Soccer Championship ia resmi melatih PSM Makassar.[2] Pada 2019 ia pindah melatih Persipura Jayapura.[3]