Liga 4 (Indonesia), adalah kompetisi amatir kasta keempat dalam sistem liga sepak bola di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) dan musim pertamanya dimulai pada tahun 2024[1]
Sejarah
Kompetisi ini ditetapkan sebagai tingkat keempat dalam sistem liga sepak bola Indonesia setelah PSSI mengubah nama Liga 3 menjadi Liga Nusantara dan mengangkatnya menjadi kompetisi semi profesional yang dioperasikan oleh I-League[2]
Format
Musim 2024-25
Fase Provinsi
Setiap provinsi akan menyelenggarakan liga provinsi, yang diikuti oleh klub-klub amatir tanpa batasan peserta dengan format kompetisi yang berbeda-beda, perbedaan format tersebut dikarenakan jumlah peserta yang berbeda-beda di setiap provinsi. Selanjutnya, tim yang lolos dari fase provinsi akan berlaga di fase nasional.
Fase Nasional
Sebanyak 64 tim akan memasuki fase ini.
Tahap pertama: 64 tim dibagi menjadi enam belas grup yang masing-masing beranggotakan 4 tim. Setiap grup dimainkan dalam turnamen kandang. Pemenang dan runner-up setiap grup melaju ke babak kedua.
Tahap kedua: 32 tim yang merupakan pemenang dan runner-up dari setiap grup tahap pertama. Mereka dibagi menjadi delapan grup yang masing-masing terdiri dari 4 tim dan setiap pemenang dan runner-up melaju ke babak ketiga.
Tahap ketiga: 16 tim dibagi menjadi empat grup. Setiap grup dimainkan dalam format turnamen kandang. Sama seperti tahap sebelumnya, pemenang dan runner-up setiap grup melaju ke babak keempat dan promosi ke Liga Nusantara.
Tahap keempat: 8 tim dibagi menjadi dua grup. Pemenang dari setiap grup juga melaju ke final.
Final: 2 pemenang grup dari babak keempat bertanding di pertandingan final. Final dimainkan sebagai satu pertandingan.[3]
Musim 2025-26
Fase Kabupaten atau Kota
Setiap kabupaten atau kota menyelenggarakan liga yang diselenggarakan oleh asosiasi PSSI kabupaten atau kota masing-masing. Liga ini diikuti oleh klub-klub amatir tanpa batasan peserta, dengan format kompetisi yang berbeda-beda, tergantung pada jumlah klub di setiap kabupaten atau kota. Tim yang lolos dari fase ini akan melaju ke fase provinsi.[4]
Fase Provinsi
Setiap provinsi menyelenggarakan liga provinsi yang diselenggarakan oleh asosiasi PSSI provinsi masing-masing. Pesertanya terdiri dari asosiasi PSSI provinsi serta tim-tim yang lolos dari fase kabupaten dan kota. Tim-tim yang lolos dari fase provinsi akan melaju ke fase nasional.
Fase Nasional
Tahap pertama: 64 tim dibagi menjadi enam belas grup yang masing-masing beranggotakan 4 tim. Setiap grup dimainkan dalam turnamen kandang. Pemenang dan runner-up setiap grup melaju ke babak kedua.
Tahap kedua: 32 tim yang merupakan pemenang dan runner-up dari setiap grup tahap pertama. Mereka dibagi menjadi delapan grup yang masing-masing terdiri dari 4 tim dan setiap pemenang dan runner-up melaju ke babak ketiga.
Tahap ketiga: 16 tim dibagi menjadi empat grup. Setiap grup dimainkan dalam format turnamen kandang. Sama seperti tahap sebelumnya, pemenang dan runner-up setiap grup melaju ke babak keempat.
Tahap keempat: 8 tim dibagi menjadi dua grup. Pemenang dari setiap grup melaju ke final dan promosi ke Liga Nusantara. Peringkat kedua dan ketiga setiap grup juga promosi ke Liga Nusantara.
Final: 2 pemenang grup dari babak keempat bertanding di pertandingan final. Final dimainkan sebagai satu pertandingan.[5]
Tim
Sebanyak 38 liga di tiap provinsi akan berkompetisi dan jumlah slot yang dialokasikan untuk setiap liga untuk fase nasional musim 2024-25 akan ditentukan berdasarkan bentuk kompetisi setiap provinsi dan jumlah peserta.