Sejarah
Pada tanggal 25 Juli 2019, Selama pertemuan majelis umum dengan semua perwakilan klub Liga 1 di Jakarta, Penjabat Ketua PSSI Iwan Budianto mengumumkan pembentukan Liga 1 Putri yang baru. Sebelumnya, kompetisi bernama Piala Pertiwi adalah kompetisi sepakbola asosiasi wanita papan atas Indonesia. Akan tetapi, kompetisi tersebut biasanya mewakili provinsi di Indonesia, bukan klub. Latar belakang diadakannya kompetisi ini adalah untuk pembentukan tim nasional wanita dan tujuan agar kompetisi antara putra dan putri seimbang.[3]
10 dari 18 tim Liga 1 2019 mengumumkan partisipasi mereka di musim perdana Liga 1 Putri, yakni Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung , PS TIRA Persikabo, Bali United FC, Arema FC, PSIS Semarang, Persipura Jayapura, PSS Sleman, dan Persebaya Putri. Persebaya Surabaya yang sempat berniat tidak mengirimkan wakilnya akhirnya bersedia ikut kompetisi ini.[4]
Pada tanggal 28 Desember 2019 Persib Putri berhasil menjadi juara Liga 1 Putri 2019 setelah mengalahkan Tira Persikabo Kartini dengan skor 3-1 pada laga final leg 2 Liga 1 Putri 2019, yang sebelumnya di pertandingan leg 1 Persib Putri juga mengalahkan Tira Persikabo Kartini dengan skor 3-0, sehingga agregat menjadi 6-1 untuk kemenangan Persib.[5]
Dari hasil Liga 1 Putri 2019, maka Persib Putri menjadi juara Liga 1 Putri edisi pertama.[6]
Tim profesional milik klub Liga 1, Persis Solo, dibubarkan pada Oktober 2023. Tim dibubarkan setelah liga tak kunjung digelar sejak tim dibentuk pada April 2022.[7] Pada saat dibentuk, Persis mengambil alih beberapa pemain tim nasional, seperti Safira Ika, Helsya Maeisyaroh, dan Shalika Aurelia.
Pada tahun 2026, kompetisi wanita kasta teratas diubah namanya secara resmi menjadi Liga Putri.[8] Musim kedua sempat ditunda hingga 2027 karena PSSI menyebut bahwa 2026 masih terlalu dini.[9]