Silver Emerging Artist – UOB Painting of the Year (2024)
Lena Guslina adalah penari, koreografer, dan pelukis asal Bandung, Indonesia. Karya-karya tari kontemporernya menyoroti hubungan tubuh dan ruang.[1][2][3] Dalam seni rupa, ia mengembangkan gaya abstrak dengan pendekatan gestural abstraction[4], yang memadukan pengalaman tubuh dan garis sebagai medium ekspresi visual.[5][6]
Biografi
Lahir di Bandung pada tahun 1977 sebagai anak kedua, ia mulai menekuni tari Sunda klasik sejak 1991 di Sanggar Tari Raden Oni Martasuta. Kemudian menempuh pendidikan formal jurusan tari di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (kini ISBI Bandung) dan lulus pada tahun 2001.[7] Ia menikah pada tahun 2005 dan dikaruniai dua anak.[8]
Karier
Berawal dari pembelajaran dan praktik tari klasik yang berakar pada seni tradisionalCirebon, Sunda, Jawa, dan Bali, Lena Guslina menempuh lintasan artistik yang berkembang ke ranah tari kontemporer. Di luar praktik berkarya, ia juga aktif sebagai juri dalam berbagai lomba tari jaipongan dan kreasi baru.”
Beberapa karya perdana dalam karirnya, antara lain: Semesta, dipentaskan tahun 2000 dalam Temu Koreografer Wanita di Teater Arena Taman Budaya Surakarta. Pada 2001, ia menampilkan Asa dan Kutu Buku di Gedung Kesenian Sunan AmbuBandung. Karya Asa kemudian dipentaskan di Centre Culturel Français (kini IFI Bandung).
Tahun 2002, ia meluncurkan Ambigu[9] yang dikaji oleh akademisi F.X. Widaryanto karena menghadirkan sudut pandang baru dalam menafsirkan tradisi dalam tari kontemporer.[10] Pada 2003, ia tampil bersama seniman senior dalam Sorak-Sorai Identitas.[11]
Pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia, ia memadukan tari dengan puisi dalam medium daring.[14][15] Tahun 2020, ia mementaskan Elegi Bumi sebagai pernyataan artistik tentang perlawanan terhadap dominasi sampah plastik.[16]
Selaras dengan karier kepenariannya, keterlibatan awal Lena Guslina dalam konteks seni rupa berlangsung melalui berbagai aktivitas lintas disiplin, antara lain sebagai penari atau performance artist dalam berbagai pembukaan pameran seni rupa serta sebagai model bagi pelukis seperti Jeihan (alm) dan Sunaryo.[17] Pada masa pandemi COVID-19, pembatasan ruang pertunjukan menjadi salah satu konteks yang mengiringi eksplorasi praktik seni rupanya sebagai karya mandiri, yang diwujudkan melalui pameran tunggal Kumau Diriku, Gerak Garis Lena Guslina pada 2022.[18] Pengembangan praktik seni rupanya ini berlanjut melalui pameran tunggal Titian Tubir di Orbital Dago, Bandung, pada 2024.[19]
2003–2004: Penari pada karya Demon (kolaborasi Indonesia–Australia), Tubuh Melayu (Benny Yohanes), Halusinasi Seorang Pelukis (Jemek Supardi), Hutan Plastik (Sardono W. Kusumo), Penari pada Bunga Jepun, Peluncuran Buku Sastra Karya Putu Fajar Arcana, Januari 2004, CCF Bandung
2022: Kumau Diriku – pameran tunggal Gerak Garis (Bandung)[30]
2024: Titian Tubir – pameran tunggal di Galeri Orbital Dago, Bandung, dibuka oleh Sunaryo[31]
Pameran Bersama
2022: NuansaRupa, International Contemporary Art, Gastro Market Grand Central, Pullman Hotel, 14–28 Juni 2022
2022: Surge di Tee Huis Gallery, Taman Budaya Jawa Barat, 19–25 Agustus 2022
2022–2023: Lukisan Pemandangan Alam, 18 Maret 2022 – 18 April 2023, Galeri SOS, Babakan Siliwangi, Bandung
2023: Kemerdekaan, Seni, dan Kebangsaan, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung
2024: karya pemenang UOB Painting of the Year, Titian Sunyata, dalam pameran bersama seluruh pemenang UOB[32]
2025: - Kiasmos Exhibition, Langgeng Art Space — karya: Tubir Malam, Tubir Laut.[33][34][35] , - Pameran Bersama Finalis UOB Painting of the Year 2025, 15 - 30 Oktober, Melting Pot, Ashta Disctrict 8 SCBD Jakarta.
2025: Pameran Satu Tanah, Seribu Ketangguhan, Bentara Budaya Jakarta, 20 - 29 November 2025, Kompas - Astra, Jakarta
Karya Ilustrasi Cerpen
Kompas Minggu: 12 Oktober, 2025
Penghargaan & Apresiasi
2024: Silver Emerging Artist – UOB Painting of the Year ke-14 untuk karya Titian Sunyata.[36]
2025: Finalist of 15th UOB Painting of the Year, Established Artist Category, karya Dari Celah Tubir.
Referensi
↑AntaraFoto — “Dialektika Tubuh”. 27 Februari 2016.