Lembaga penelitian di Inggris mulai mengadakan penelitian dengan modal dari berbagai pihak di Inggris sejak awal abad ke-19 M selama masa Revolusi Industri. Sejak periode 1870-an, lembaga penelitian publik di Inggris menerima anggaran permanen dari pemerintah dan mengalami penambahan anggaran selama Perang Dunia II. Namun sejak 1980-an, masyarakat dan pemerintah di Inggris menghemat anggaran untuk pengembangan ilmu sehiingga anggaran bagi lembaga penelitian publik di Inggris juga berkurang.
Tata kelola penelitian pada lembaga penelitian di Inggris sudah diterapkan untuk penelitian dalam bidang kedokteran dan kesehatan sebelum dasawarsa 1990-an. Sementara tata kelola penelitian pada lembaga penelitian untuk bidang lainnya diterapkan setelah dasawarsa 1990-an. Pandangan positivisme dan empirisme yang mendominasi di Inggris pada masa kontemporer membuat peneliti di lembaga penelitian di Inggris umumnya berprofesi sebagai analis kebijakan yang mempelajari beragam ilmu sosial. Informasi mengenai lembaga penelitian yang terdapat di Inggris dapat diakses melalui situs web resmi yang bernama HERO.
Sejarah
Pada awal abad ke-19 M, berbagai pihak di Inggris mulai memberikan modal kepada para ilmuwan untuk mengadakan kegiatan penelitian yang mempercepat Revolusi Industri di Inggris. Karena pemberian modal dari berbagai pihak, sebuah lembaga penelitian ilmiah bernama Royal Society akhirnya didirikan di Inggris. Pendirian Royal Society menghasilkan penemuan-penemuan yang membuat Inggris memimpin Revolusi Industri dalam masa-masa perang melawan Prancis.[1]
Pendanaan
Sejak periode 1870-an, lembaga penelitian publik di Inggris mengadakan gerakan penuntutan pemberian anggaran permanen untuk kegiatan penelitian yang akhirnya disetujui oleh pemerintah. Penuntutan anggaran permanen diawali oleh pandangan bahwa lembaga penelitian publik berhak memiliki anggaran penelitian yang bebas digunakan selama berkaitan dengan kegiatan penelitian. Selama masa Perang Dunia II, anggaran permanen yang diterima oleh lembaga penelitian publik di Inggris mengalami peningkatan dan mempercepat perkembangan ilmu pengetahuan dan menjadikan Inggris sebagai salah satu negara maju saat itu. Namun sejak 1980-an, masyarakat dan pemerintah di Inggris mulai berpandangan bahwa anggaran untuk pengembangan ilmu perlu dihemat sehingga terjadi pengurangan anggaran bagi lembaga penelitian publik di Inggris.[2]
Tata kelola
Inggris merupakan salah satu negara maju yang telah menerapkan tata kelola penelitian di lembaga penelitian publik sebelum dasawarsa 1990-an. Bidang ilmu di Inggris yang penelitiannya telah diberlakukan tata kelola yaitu kedokteran dan kesehatan. Sementara itu, bidang-bidang penelitian lainnya di Inggris baru mulai diterapkan setelah dasawarsa 1990-an. Tata kelola penelitian untuk bidang kedokteran dan kesehatan di Inggris hingga dasawarsa 1990-an masih terbatas pada kesesuaian laporan keuangan dengan standar pelaporan keuangan lembaga yang berlaku secara umum di Inggris. Sedangkan tata kelola yang menentukan arah pelaksanaan penelitian belum diterapkan di Inggris hingga dasawarsa 1990-an karena keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dari Pemerintah Inggris untuk melakukan pengendalian penelitian.[2]
Peneliti
Pada masa kontemporer di Inggris, pekerjaan peneliti di lembaga penelitian di Inggris terutama dilakukan oleh analis kebijakan yang mempelajari beragam ilmu sosial. Kondisi tersebut disebabkan oleh kecenderungan penerapan metode ilmiah dari pemikiran positivisme dan empirisme di Inggris untuk melakukan analisis kebijakan. Penggunaan metode ilmiah dari pemikiran positivisme dan empirisme di Inggris merupakan pengaruh dominan dari ilmu ekonomi politik.[3]
Akses informasi
Informasi mengenai lembaga penelitian yang terdapat di Inggris dapat diakses melalui situs web resmi yang bernama HERO. Nama situs web HERO merupakan singkatan dari Higher Education and Research Opportunities. Laman web untuk situs web HERO adalah www.hero.ac.uk. HERO dapat memudahkan mahasiswa yang sedang mencari suatu lembaga penelitian di Inggris.[4]
↑Fischer, F., dkk. (2021). Rizal (ed.). Analisis Kebijakan di Inggris: Handbook Analisis Kebijakan Publik[Handbook of Public Policy Analysis: Theory, Politics, and Methods]. Diterjemahkan oleh Baihaqi, Imam. Nusamedia. hlm. 2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Collins, M., dan Barclay, N. (Desember 2010). Dini H. (ed.). Tinggal dan Belajar di Inggris[How to Live and Works in the UK]. Diterjemahkan oleh World ++ Translation Service. Yogyakarta: PT Mizan Publika. hlm. 67. ISBN 978-602-8864-17-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)