Lahir di Batavia, Lauw Tek Lok adalah putra dari Lauw Ho (meninggal pada tahun 1863), bagian dari kemitraan opium Ngo Ho Tjiang.[5][6] Lauw Ho adalah seorang pemungut pajak dan juga menjabat sebagai Wijkmeester di Meester Cornelis.[7][5] Lauw Tek Lok kemudian menjadi salah satu tuan tanah terkemuka di Batavia, karena memiliki sejumlah tanah partikelir di pinggiran Batavia, termasuk di Cimanggis.[8]
Pada tanggal 23 Desember 1854, Lauw Tek Lok ditunjuk sebagai Letnan Cina pertama Bekasi. Ia pun memegang jabatan tersebut hingga meninggal pada tahun 1882.[9][2] Pada saat yang sama, saudaranya, Lauw Tek Kang, juga diangkat menjadi Letnan Cina Meester Cornelis.[9] Sebagai Letnan Cina, Lauw Tek Lok pun memainkan peran penting dalam pengembangan Bekasi dan sekitarnya. Setelah meninggal pada tahun 1882, Lauw digantikan oleh menantunya, Tan Kang Ie.[10][11]
Walaupun cukup berhasil sebagai seorang pejabat pemerintah, Lauw sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerintah Hindia Belanda, karena ia menikah dengan seorang wanita Indo keturunan Bohemia, Louisa Zecha.[4][1] Keduanya lalu menjadi leluhur dari keluarga Lauw-Sim-Zecha, dan merupakan kakek dan nenek dari Adrian Lauw Zecha, pendiri Aman Resorts.[12]