Turnamen ini diikuti oleh 16 klub dari berbagai daerah di Aceh dan dianggap sebagai salah satu turnamen sepak bola lokal paling bergengsi di Aceh karena melibatkan banyak pemain profesional dari Liga 1, Liga 2, serta pemain asing dari berbagai negara.[2][3]
Klub asal Aceh Utara, Derre FC, berhasil menjadi juara edisi perdana setelah mengalahkan Friends FC Banda Aceh dengan skor 1–0 pada partai final.[4]
Latar belakang
Lantak Laju Byond Cup 2025 digelar sebagai ajang pramusim sekaligus sarana pembinaan sepak bola Aceh. Turnamen ini juga menjadi wadah pencarian pemain potensial untuk memperkuat Persiraja Banda Aceh menghadapi kompetisi Liga 2 Indonesia 2025–2026.[5]
Ketua panitia turnamen sekaligus manajer Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong, menyebut turnamen ini dirancang dengan atmosfer kompetisi profesional dan melibatkan banyak pemain aktif dari Liga Indonesia.[6]
Format
Turnamen menggunakan sistem gugur dan seluruh pertandingan dimainkan di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh.
Sebagian besar pertandingan dimainkan pada malam hari pukul 20.15 WIB.
Total hadiah turnamen mencapai Rp150 juta dengan rincian:
Juara I: Rp75 juta
Juara II: Rp40 juta
Juara III: Rp12,5 juta
Juara IV: Rp12,5 juta
Selain hadiah utama, panitia juga menyediakan penghargaan individu:
Derre FC berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Friends FC Banda Aceh dengan skor 1–0. Gol kemenangan dicetak oleh Rahmad Ilahi pada menit ke-38 melalui tendangan jarak jauh.[8]
Dampak
Kesuksesan penyelenggaraan Lantak Laju Byond Cup 2025 membuat turnamen ini dilanjutkan pada musim berikutnya dengan identitas baru bernama BSN Championship. Edisi penerus tersebut dimulai melalui BSN Championship 2026.[9]