Lahan basah buatanLahan basah buatan di permukiman ekologis di Flintenbreite dekat Lübeck, Jerman
Lahan basah buatan adalah lahan basah buatan untuk mengolah limbah, air limbah abu-abu, limpasan air hujan, atau air limbah industri.[1][2] Lahan basah buatan juga dapat dirancang untuk reklamasi lahan setelah penambangan, atau sebagai langkah mitigasi untuk kawasan alami yang hilang akibat pembangunan lahan. Lahan basah buatan adalah sistem rekayasa yang memanfaatkan fungsi alami vegetasi, tanah, dan organisme untuk menyediakan pengolahan sekunder untuk air limbah. Desain lahan basah buatan harus disesuaikan dengan jenis air limbah yang akan diolah. Lahan basah buatan telah digunakan baik dalam sistem air limbah terpusat maupun [[terdesentralisasi]. Pengolahan primer direkomendasikan ketika terdapat sejumlah besar padatan tersuspensi atau bahan organik terlarut (diukur sebagai kebutuhan oksigen biokimia dan kebutuhan oksigen kimia).
Layaknya lahan basah alami, lahan basah buatan juga berfungsi sebagai biofilter dan/atau dapat menyaring berbagai polutan (seperti bahan organik, nutrien, patogen, logam berat) dari air. Lahan basah buatan dirancang untuk menyaring polutan air seperti padatan tersuspensi, bahan organik, dan nutrisi (nitrogen dan fosfor). Semua jenis patogen (yaitu bakteri, virus, protozoa, dan helminth) diharapkan dapat dihilangkan sampai batas tertentu di lahan basah buatan. Lahan basah bawah permukaan memberikan penghilangan patogen yang lebih besar dibandingkan lahan basah permukaan.
Terdapat dua jenis utama lahan basah buatan: aliran bawah permukaan dan aliran permukaan. Vegetasi yang ditanam berperan penting dalam pembuangan kontaminan. Lapisan filter, yang biasanya terdiri dari pasir dan kerikil, juga berperan penting.[3] Beberapa lahan basah buatan juga dapat berfungsi sebagai habitat bagi satwa liar asli dan migrasi, meskipun itu bukan tujuan utamanya. Lahan basah buatan aliran bawah permukaan dirancang untuk mengalirkan air secara horizontal atau vertikal melalui lapisan kerikil dan pasir. Sistem aliran vertikal membutuhkan ruang yang lebih kecil dibandingkan sistem aliran horizontal.
Terminologi
Banyak istilah yang digunakan untuk menyebut lahan basah buatan, seperti reed bed, lahan basah resapan tanah, lahan basah olahan, lahan basah rekayasa, lahan basah buatan manusia atau buatan.[3]Biofilter memiliki beberapa kesamaan dengan lahan basah buatan, tetapi biasanya tanpa tanaman.
Istilah lahan basah buatan juga dapat digunakan untuk menggambarkan lahan yang telah direstorasi dan direklamasi yang sebelumnya rusak akibat pengeringan dan konversi menjadi lahan pertanian, atau pertambangan.