Kabupaten Labuhanbatu (Abjad Jawi: لابوهنباتو; Surat Batak: ᯞᯅᯮᯄᯉ᯲ᯅᯖᯮ) adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.[9][10]Ibu kota kabupaten ini terletak di Rantau Prapat. Pada tahun 2022, penduduk Kabupaten Labuhanbatu berjumlah 508.024 jiwa, dengan kepadatan 240 jiwa/km2.[11] Dan pada pertengahan 2024, jumlah penduduk Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 511.704 jiwa.[3]
Kabupaten Labuhanbatu terkenal dengan hasil perkebunan kelapa sawit dan karet. Kabupaten Labuhanbatu mempunyai kedudukan yang cukup strategis, yaitu berada pada jalur lintas timur Sumatra dan berada pada persimpangan menuju Provinsi Sumatera Barat dan Riau, yang menghubungkan pusat-pusat perkembangan wilayah di Sumatra dan Jawa serta mempunyai akses yang memadai ke luar negeri karena berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Dua kesultanan besar pernah berdiri di sini, yakni Kesultanan Bilah yang beribu kota di Negeri Lama dan Kesultanan Panai yang beribu kota di Labuhan Bilik.
Kabupaten Labuhanbatu adalah salah satu daerah strategis di Provinsi Sumatera Utara yang dikenal sebagai pusat ekonomi penting di jalur lintas timur Sumatra. Kabupaten ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkebunan dan perdagangan.
Geografi
Suanasa jalan raya di Kabupaten Labuhanbatu.
Pada mulanya luas kabupaten ini adalah 9.223,18km² atau setara dengan 12,87% dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara. Sebagai kabupaten terluas kedua setelah Kabupaten Tapanuli Selatan, sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 1.431.605 jiwa pada tahun 2007. Kabupaten Labuhanbatu terletak pada koordinat 10 260 – 20 110 lintang utara dan 910 010 – 950 530 bujur timur. Dengan dibentuknya Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara, maka luas kabupaten ini menjadi 2.561,38km² dan penduduknya sebanyak 493.899 jiwa pada tahun 2020.[11] Pada tahun 2003 kabupaten ini menjadi salah satu daerah kabupaten/kota dengan ekonomi terbaik se-Indonesia.
Pembagian wilayah kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu.
Pada mulanya, jumlah kecamatan di kabupaten ini adalah 22 kecamatan. Dengan dibentuknya Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, maka jumlah kecamatan di kabupaten ini menjadi 9 kecamatan. Berikut nama-nama kecamatan tersebut:
Kemudian, penduduk dari suku Jawa sebanyak 40,51%. Penduduk dari suku Melayu sebanyak 8,18% yang kebanyakan berada di Kecamatan Panai Tengah, Kecamatan Panai Hilir, Kecamatan Panai Hulu, dan Kecamatan Bilah Hilir. Berbagai kegiatan suku Melayu juga diadakan di Kabupaten Labuhanbatu, untuk menjaga dan melestarikan budaya suku Melayu di Kabupaten Labuhanbatu.[17] Kemudian penduduk dari orang Minangkabau sebanyak 0,96%, kemudian suku Aceh sebanyak 0,25%. Suku lain sebanyak 5,67%, termasuk orang Tionghoa, suku Nias, dan lainnya.[15]
Agama
Masjid Al Ikhlas terletak di dalam kompleks Asrama Haji Rantau Prapat.Gereja HKBP Rantau Prapat.
Penduduk yang menganut agama Buddha sebanyak 1,60%, umumnya adalah warga Tionghoa yang kebanyakan berada di Kecamatan Rantau Utara. Kemudian, sebagian kecil menganut agama Hindu yakni 0,01% dan lainnya sebanyak 0,36%.[4] Untuk sarana rumah ibadah di Kabupaten Labuhanbatu hingga tahun 2021, terdapat 553 masjid, 265 musala, 226 gerejaProtestan, 34 gereja Katolik dan 12 wihara.[11]