Artikel ini berisi daftar yang lebih baik ditulis dalam bentuk prosa. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengubah artikel ini ke dalam bentuk prosa, jika sesuai. (Februari 2026)
Krisis seperempat abad merupakan istilah psikologi yang merujuk pada keadaan emosional yang umumnya dialami oleh orang-orang berusia 18 hingga 30 tahun berupa kekhawatiran, keraguan terhadap kemampuan diri, dan kebingungan menentukan arah hidup.[1][2] Krisis ini dipicu oleh tekanan yang dihadapi baik dari diri sendiri (internal) ataupun lingkungan (eksternal), belum memiliki tujuan hidup yang jelas sesuai dengan nilai yang diyakini, serta terlalu banyak pilihan sehingga bingung untuk memilih jalan hidupnya.[3]
Dibandingkan dengan krisis kehidupan yang sering ditandai dengan perasaan gagal untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang diinginkan, krisis seperempat abad lebih condong pada kenyataan bahwa seseorang belum memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya atau memiliki tujuan yang tidak realistis.
Fase ini sering disebut sebagai pengenalan jati diri atau fase dewasa yang seutuhnya. Hal tersebut tentu wajar terjadi dan dirasakan hampir seluruh orang. Menurut teori perkembangan psikososial, dewasa awal dipandang sebagai masa peralihan yang sarat perubahan pada aspek emosional, sosial, dan psikologis. Pada tahap ini, individu semakin terdorong untuk memperoleh kemantapan hidup serta menjalin relasi yang bermakna.[4]
Aspek
Beberapa aspek yang menjadi pemicu hal ini umumnya berkaitan dengan karier, hubungan, hingga keinginan untuk memiliki properti. Umumnya, pertanyaan tentang langkah apa yang akan diambil akan muncul setelah kelulusan dan mulai menapaki jenjang karier. Lalu, pertanyaan lainnya juga akan menyusul untuk memberikan keyakinan bahwa langkah yang diambil seorang sudah dirasa tepat. Hal ini melatar belakangi tingkat depresi yang dialami individu usia 20-an saat ini lebih tinggi daripada generasi sebelumnya, sebagaimana tertulis pada Harvard Bussiness Review.[5] Seperti halnya keinginan untuk menapaki karier yang diinginkan, milenial menjadikan karier bukan untuk semata mencari uang, tetapi juga sebagai ajang aktualisasi diri dan jalan untuk mewujudkan impiannya.
Tahapan
Pada saat seseorang beranjak ke usia 20-an, baik secara sadar maupun tidak sadar seseorang akan mengalami beberapa keadaan emosional pada dirinya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr. Oliver Robinson dari Universitas Greenwich, akan ada empat tahapan sebelum sesorang merasakan krisis seperempat abad:[6]
Perasaan terjebak dalam suatu situasi.
Pikiran bahwa perubahan mungkin saja terjadi.
Membangun kembali hidup yang baru.
Mengukuhkan komitmen terkait ketertarikan, aspirasi, dan nilai-nilai yang dimiliki.
Penyebab
Penyebab paling dominan dari krisis seperempat abad adalah tuntutan tentang masa depan dari keluarga dan masalah di bidang akademik.[7]
Beberapa faktor internal yang dapat menjadi penyebab krisis ini antara lain:
Harapan dan mimpi terkait keluarga, karier, sosial, dan percintaan.
Agama dan spiritualitas.
Faktor eksternal yang dapat menjadi penyebab antara lain:
Hubungan percintaan, pertemanan, dan keluarga.
Tantangan akademis.
Kehidupan pekerjaan.
Manfaat
Manfaat atau hikmah yang bisa didapat dari fase krisis seperempat abad diantaranya adalah:[8]
Lebih mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri
↑Fauzi, N. C., & Selian, S. N. (2025). Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Awal yang Mengalami Quarter-Life Crisis. Kognisi: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Konseling, 2(1), 9-21.