Sejak 2014, Rusia telah menghadapi sanksi atas aneksasi Krimea yang merugikan pertumbuhan ekonominya.[6][7][8][9][10] Dari tahun 2020 hingga tahun 2021, resesi COVID-19[11][12][13][14] dan Perang harga minyak Arab Saudi–Rusia 2020 juga memengaruhi ekonomi Rusia. Sanksi tambahan terjadi menjelang invansi,[15][16] dan ada kejatuhan harga saham hanya dari penumpukan militer, Tapi 2 bulan kemudian setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil kebijan pembayaran minyak dan gas dari Rusia kepada negara yang dinilai musuh (mayoritas uni eropa) rubel mengalami pemulihan yang mengesankan diikuti pemulihan ekonomi.[17]
↑Peter Shuklinov (21 March 2014). Ближний круг Путина: кто попал в новый список санкций США[Putin's inner circle: who's in the new list of US sanctions]. liga.net (dalam bahasa Rusia). Diarsipkan dari asli tanggal 7 February 2015. Diakses tanggal 20 February 2016.