Ejaan Amuntai pada zaman pendudukan Belanda adalah Amoentai,[2]Amoenthaij atau Amoenthay.[3] Pada zaman Hindia Belanda dahulu dipakai sebagai nama kawedanan/Distrik Amuntai (Amoenthaij) dan juga pernah dipakai sebagai nama kabupatennya yaitu Kabupaten Amuntai. Dahulu Amuntai adalah sebuah kecamatan utuh hingga dimekarkan menjadi 3 kecamatan, yakni:
Amuntai Selatan dengan luas 174km² dan jumlah populasi penduduk 31.724 jiwa
Amuntai Tengah dengan luas 80,50km² dan jumlah populasi penduduk 51.842 jiwa
Amuntai Utara dengan luas 37km² dan jumlah populasi penduduk 21.538 jiwa.[4]
Di kecamatan Amuntai Tengah-lah pusat pemerintahan dan perdagangan kabupaten Hulu Sungai Utara yang ditandai dengan adanya kantor bupati, kantor-kantor dinas pemkab Hulu Sungai Utara, pusat perdagangan, dan sarana/prasarana lainnya dan Amuntai Tengah merupakan kecamatan dengan penduduk terpadat di kabupaten Hulu Sungai Utara.
Galeri
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Amuntai.
Deretan jukung, perahu khas Banjar yang tengah bersandar di tepi Sungai Negara, Amuntai (foto antara tahun 1910-1940).