Ketika Uskup Agung Paul Yü dari Nanking menghadiri Konsili Vatikan Kedua pada tahun 1965, Paus Yohanes XXIII mengusulkan pengembangan Gereja Katolik Tionghoa Gereja di Taiwan karena situasi Gereja di Tiongkok Daratan. Bagian dari perkembangan ini adalah mendirikan kembali sekolah-sekolah Katolik seperti Universitas Katolik di Peking di Taiwan serta mengadakan konferensi uskup Cina. Oleh karena itu, Konferensi Waligereja Cina (天主教中國主教團) didirikan pada tahun 1967[3] dan akan berfungsi sebagai konferensi uskup nasional untuk semua wilayah yang diklaim oleh Pemerintah Republik Tiongkok. Pada tahun 1973, para uskup dari Taiwan, Hong Kong, Makau, Jepang, Korea, Vietnam, dan Filipina berkumpul di Universitas Katolik Fu Jen untuk pertemuan perdana Federasi Konferensi Waligereja Asia. Pada tahun 1998, konferensi tersebut mengadopsi namanya yang sekarang untuk mencerminkan situasi dan tetap menjadi satu-satunya konferensi uskup China yang disetujui oleh Vatikan.[1]
Struktur organisasi
Konferensi dipimpin oleh seorang presiden, wakil presiden, dan sekretaris jenderal. Sekretariat, unit administrasi tertinggi, berisi 10 komisi berikut: