Kronik
Pembentukan
Pada tahun 1959 dalam rangka reorganisasi/reformasi Batalyon Infanteri 715 Roi I dipecah menjadi 3 kesatuan masing-masing:
- Yonif 404/Bawakaraeng berkedudukan di Pandang-Pandang, meliputi Kabupaten Gowa di bawah pimpinan Kapten Inf. Syahris Djawali.
- Yon Demlat berkedudukan di KM 10 Ujung Pandang di bawah pimpinan Kapten Inf. M. Mandagi.
- Kodim A/Anuang berkedudukan di Maros meliputi Kab. Maros dan Pangkep di bawah pimpinan Kapten Inf. Mustari.
Dengan proses perkembangan tersebut diatas maka timbulkan cikal bakal Kodim 1422/Maros sebagai berikut:
- Tahun 1960: Sesuai perkembangan situasi dan kondisi diadakan reformasi satuan yang antara lain Kodim A/Anuang berubah menjadi Kodim C/Anuang Korem–I/Lompobattang.
- Tahun 1961: Dalam pembentukan Kodim-Kodim dalam wilayah Kodam XIV/Hasanuddin maka Kodim G/Anuang di pecah menjadi 2 Kodim masing-masing yaitu:
- Kodim 1412 berkedudukan di Pangkajene meliputi daerah Kabupaten Pangkep.
- Kodim 1414 Rem I/Lompobattang berkedudukan di Maros meliputi wilayah Kabupaten Maros di bawah pimpinan Kapten Inf. Mustari Talli.
- Tahun 1963: Kodim 1414 Rem 141/Lompobattang mengalami reformasi menjadi Koordinator Perwira Urusan Teritorial (Koprut) dan Perlawanan Rakyat di bawah Komando Distrik Militer 1408/JP.
- Tahun 1964: Koprut Maros menjelma menjadi Sub Dim Maros Kodim 1408/JP meliputi daerah Kabupaten Maros.
- Tahun 1977: Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam XIV/Hasanuddin Nomor: Skep/204/XI/1977 tanggal 11 November 1977 pengesahan berdirinya Kodim BS di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin antara lain kodim 1422/BS di wilayah Kabupaten Maros. Ditindak lanjuti dengan Surat Keputusan Pangdam XIV/HN Nomor: Skep/205/XI/1977 tanggal 19 November 1977 Sub Dim 1408 Maros dilikuidasi menjadi Kodim 1422/BS Tmt. 20-01-1978 yang merupakan dasar Ulang Tahun Kesatuan Kodim 1422/Maros.
- Tahun 1982: Status Kodim 1422/BS dilikuidasi menjadi Kodim 1422/Maros Rem 141/Tp dan Koramil 01 Mandai menjadi organik Kodim 1408/Bs berdasarkan surat perintah Pangdam XIV / HN Nomor : Sprin / 1067 / IX / 1982.[1]
Sektor I dalam Komando Resimen Infanteri Hasanuddin
Sejak Resimen Infanteri Hasanuddin diresmikan pada tanggal 9 Januari 1957 yang merupakan tonggak sejarah berdirinya sampai berubah nama menjadi Korem 141/Toddopuli hingga sekarang ini telah mengalami beberapa perkembangan, perubahan nama, organisasi/satuan maupun struktur dan wilayah. Salah satu satuan unsur pembentuk Korem 141/Toddopuli adalah Kodim 1422/Maros.
Pada awal berdirinya 9 Januari 1957 Komando Resimen Infanteri Hasanuddin mengembang tugas selain sebagai satuan tempur yang melaksanakan tugas-tugas operasi juga dibebani tugas-tugas teritorial. Komando Resimen Infanteri Hasanuddin merupakan unsur Komando yang dilengkapi dengan bagian I s/d IV dan dalam melaksankan pembinaan teritorial, Komando Resimen Infanteri Hasanuddin membentuk tiga sektor dan setiap sektor dipimpin oleh Perwira Distrik Militer (PDM) yang meliputi:
- Sektor I, meliputi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar.
- Sektor II, meliputi Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Sinjai.
- Sektor III, meliputi Kabupaten Bone.
Membawahi 7 (tujuh) Batalyon Infanteri, yaitu Batalyon Inf 704 Roi I, Batalyon Inf 708 Roi I, Batalyon Inf 710 Roi I, Batalyon Inf 715 Roi I, Batalyon Inf 716 Roi I, Batalyon Inf 717 Roi I, dan Batalyon Inf 718 Roi I.
Sektor I dalam Korem I/Lompobattang
Berdasarkan penetapan KASAD No: PNTP 0-5 tanggal 5 Agustus 1958 tentang organisasi dan prosedur KDM-SST yang melaksanakannya diatur dalam Surat Keputusan Panglima KDM-SST Nomor:Kpts-0073/5/1960 tanggal 31 Mei 1960 tentang pembentukan Korem dalam wilayah KDM-SST maka nama Komando Resimen Infanteri Hasanuddin (RI Hasanuddin) berubah menjadi Komando Resor Militer I/Lompobattang (Korem I/Lompobattang) berkedudukan di Makassar.
Dengan terbentuknya 4 (empat) Korem di wilayah KDM-SST maka Komando Resimen Infanteri Hasanuddin berubah menjadi Komando Resor Militer I/Lompobattang, dan mengalami perubahan yaitu personel RI Hasanuddin terbagi dua, yakni sebagian masuk resimen induk yang berkedudukan di Pakatto, Kabupaten Gowa dan sebagian masuk Korem I/Lompobattang yang tetap berkedudukan di Makassar. Dan wilayah tetap membawahi tiga sektor seperti Resimen Infanteri Hasanuddin yang meliputi:
- Sektor I, meliputi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar.
- Sektor II, meliputi Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Sinjai.
- Sektor III, meliputi Kabupaten Bone.
Dengan perubahan Komando Resimen Infanteri Hasanuddin menjadi Komando Resor Militer I/Lompobattang, tugas tempur dan tugas teritorial masih tetap dilaksanakan juga ditambah satu tugas lagi, yaitu sebagai Komando Garnisun Latimojong yang berlokasi di Bone Pute, daerah Palopo Selatan. Dengan demikian komandan dan kepala staf Korem I/Lompobattang juga merangkap sebagai komandan dan kepala staf Garnisun Latimojong, dan untuk jabatan kepala-kepala seksi Garnisun Latimojong adalah perwira-perwira dari Korem I/Lompobattang yang bertugas secara bergiliran mengisi jabatan-jabatan yang diperlukan. Komando Garnisun Latimojong dibentuk berdasarkan atas keperluan untuk menanggulangi kemungkinan diadakannya perundingan dengan pimpinan DI/TII Sulawesi Selatan dan Tenggara yang telah menyatakan penghentian tembak-menembak antara pasukan pemerintah RI dengan pasukan gerombolan DI/TII karena adanya pernyataan mereka bersedia kembali kepangkuan RI.
Nomenklatur KASAD No. KPTS-731/8/1960
Pada 8 Agustus 1960 dikeluarkan Surat Keputusan KASAD No. KPTS-731/8/1960 di Jakarta. Surat Keputusan tersebut di antaranya berisi pembagian wilayah semua Kodam dalam daerah-daerah Kodim; dan menentukan jumlah Kodim, sebutannya, daerah teritorialnya, tempat kedudukan Markas Kodim, dan kode/nomor. Kodim 1422/Maros pada saat itu dengan nomenklatur Kodim 1414/Maros bermarkas di Maros, di bawah Kodam XIV/Sulselra.[2]
Dari Korem I/Lompobattang menjadi Korem 141/Toddopuli
Setelah KDM-SST dirubah menjadi Kodam XIV/Hasanuddin berdasarkan Radiogram Menteri Panglima Angkatan Darat (MENPANGAD) No. T-2867/1962 tanggal 8 November 1962 dan Surat Keputusan Pangdam XIV/Hasanuddin No. KPTS/0203/XI/1962, tanggal 13 November 1962 tentang perubahan dari 6 Korem (Korem I/Lompobattang, Korem II/Mattirowalie, Korem III/Ujung Pandang, Korem IV/Mappesonae, Korem V/Sawerigading, dan Korem VI/Haluoleo) menjadi 3 Korem (Korem 141/Toddopuli, Korem 142/Taroada Tarogau, dan Korem 143/Haluoleo). Dengan adanya perubahan tersebut maka Korem I/Lompobattang berubah menjadi Korem 141/Toddopuli. Komandan Mayor Andi Lantara tetap berkedudukan di Ujung Pandang, Kotamadya Makassar dan pada tahun 1964 kedudukannya pindah ke Watampone, Kabupaten Bone.
- Korem 141/Toddopuli secara organik membawahi 13 Kodim masing-masing adalah:
- Kodim 1409/Wadjo
- Kodim 1410/Soppeng
- Kodim 1411/Barru
- Kodim 1412/Pangkadjene
- Kodim 1413/Bone
- Kodim 1414/Maros
- Kodim 1415/Goa
- Kodim 1416/Sindjai
- Kodim 1417/Bulukumba
- Kodim 1418/Bonthain
- Kodim 1419/Djeneponto
- Kodim 1420/Takalar
- Kodim 1421/Selajar
[3]
Nomenklatur SK MEN/PANGAD No. KEP-1032/10/1966
Pada 7 Oktober 1966 dikeluarkan Surat Keputusan MEN/PANGAD No. KEP-1032/10/1966 di Jakarta. Surat Keputusan tersebut berisi pengesahan berdirinya 13 (tiga belas) Sub Kodim di bawah jajaran Kodam XIV/Hasanuddin. Kodim 1422/Maros merupakan salah satu di antaranya yang pada saat itu dengan nomenklatur Kodim 1408/Maros berstatus Sub Kodim yang bermarkas di Maros. Saat itu pula, Sub Kodim ini merupakan bagian dari Kodim 1408/JP "Jumpandang" (meliputi wilayah teritorial Kabupaten Maros, Kotamadya Makassar, dan Kabupaten Pangkadjene), di bawah Korem 141/Toddopuli, Kodam XIV/Hasanuddin.[4]
Perkembangan
Cikal bakal satuan berasal dari Kodim 1408/BS, yang mempunyai sub-sub Kodim di beberapa daerah termasuk salah satunya di Kabupaten Maros yang diberi nama "Sub Dim 1408/BS". Sub Dim 1408/BS mulai dioperasionalkan pada tahun 1972 dengan menggunakan bangunan Belanda yang terletak di Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Maros. Komandan Sub Dim 1408/BS yang pertama dijabat oleh Kapten Inf. Lawessa, kemudian berturut-turut dijabat oleh Kapten Inf. Arifuddin Bani, Kapten Inf. Dulhaji, dan Kapten Inf. Paul Abdul Haji sampai terjadi reorganisasi pada tahun 1978.
Pada tahun 1974 Sub Dim 1408/BS pindah ke Jl. Ibrahim Maros. Karena perkembangan daerah kantor tersebut bertahan 7 tahun, yaitu sampai tahun 1981. Pada tahun 1978 terjadi reorganisasi perubahan nama dari Sub Dim 1408/BS menjadi Kodim 1422/BS dengan pejabat pertama Letkol Kav. MA. Sampoerna Nrp. 19010 selanjutnya yang kedua dijabat oleh Letkol Inf. Jalal Bahtiar Nrp. 20518 (1979–1980). Kemudian Letkol Art Syamsuddin Nrp. 20605 (1980–1981), pada masa akhir jabatannya, Kantor Kodim 1422/BS dipindahkan ke Jl. DR. Ratulangi Maros, dengan menempati kondisi bangunan baru dengan luas area 43.673 m². Tahun 1982 tepatnya 19 Juni dengan Surat Perintah Kasad Nomor: Sprin/1080/VI/1982 terbentuk Kodim Tabes 1408/UP dan direalisasi dengan Surat Keputusan Pangdam XIV/HN Nomor: Skep/335/IX/1982 tanggal 1 September 1982 dengan pengurangan wilayah Kodim 1422/BS sebanyak 3 (tiga) kecamatan, yaitu Kecamatan Mandai, Kecamatan Moncongloe, dan Kecamatan Tanralili, sehingga wilayah Kodim 1422/BS tinggal 11 (sebelas) kecamatan.
Pada tanggal 1 Oktober 1984 Kodam XIV/Hasanuddin berubah nama menjadi Kodam VII/Wirabuana, bersamaan dengan itu maka pada tanggal 31 Desember 1984 Kodim 1422/BS beralih status dari Kodim BS menjadi organik Korem 141/TP Bone, sehingga otomatis namanya berubah menjadi Kodim 1422/Maros, dan bukan lagi BS. Letkol Inf. Soerono Nrp. 20850 menjabat Dandim cukup lama dari tahun 1981 sampai 1986, pada masa itulah banyak terjadi perubahan-perubahan.[1]
Perubahan berdasarkan SK Kasad No.:Skep/502/II/1985
Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor:Skep/502/II/1985 tanggal 13 Februari 1985. Dalam rangka meningkatkan pembinaan teritorial Korem 141/Toddopuli mengalami perubahan wilayah dengan penambahan 2 Kodim dan 2 Batalyon, maka Korem 141/Toddopuli membawahi:
- Kodim 1406/Wajo
- Kodim 1407/Bone
- Kodim 1409/Gowa
- Kodim 1410/Bantaeng
- Kodim 1411/Bulukumba
- Kodim 1415/Selayar
- Kodim 1422/Maros
- Kodim 1423/Soppeng
- Kodim 1424/Sinjai
- Kodim 1425/Jeneponto
- Kodim 1426/Takalar
- Yonif Ter 724/Julusiri
- Yonif Ter 726/Tamalatea
[3]