Kimberly Khoe (lahir 4 Januari 1990), atau lebih dikenal secara profesional sebagai Kimi Hime, adalah youtuber Indonesia. Ia dikenal sebagai konten kreator gaming (mengenai permainan video) dan penampilan-nya yang menarik perhatian publik.
Kehidupan awal dan pendidikan
Kimberly Khoe lahir pada 4 Januari 1990 di Jakarta, Indonesia.[1] Ia dibesarkan oleh ibunya setelah ayah dan ibunya bercerai saat berusia 3 tahun, ibunya seorang pebisnis MLM dan ayahnya tidak bekerja.[2] Selama masa kecil, ia pun tertarik dengan dunia permainan seperti Nintendo, Sega, Tamagotchi, dan Tetris ia kemudian bermain Dota 2 saat ia masih SMP.[3]
Ia menempuh pendidikan di Universitas Bunda Mulia dan lulus karena mengambil jurusan Sistem Informasi.[4]
Karier
Kimberly memulai kariernya dengan membuat akun YouTubenya pada akhir tahun 2012 ia mulai mengunggah beberapa video pada tahun 2017.[5] Berawal dari kecintaannya terhadap game Dota 2, ia memulai konten di kanalnya dengan menyiarkan langsung permainannya dan juga membuat vlog.[6] Ia juga menyiarkan game Mobile Legends: Bang Bang sebagai komentator.[7] Dalam waktu 6 bulan ia berhasil mendapatkan 100,000 subscriber dan memperoleh Silver Play Button dari YouTube. Ia juga memainkan game PlayerUnknown's Battlegrounds Mobile, kerap dengan judul video yang kontroversial, sehingga beberapa kontennya dianggap sebagai konten clickbait. Ia juga sering disebut sebagai Ratu Clickbait YouTube Indonesia.[8]
Kontroversi
Pada Juli 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana memanggil pembuat konten YouTube (YouTuber) Kimberly Khoe atau Kimi Hime atas tiga video yang diunggah melalui kanal miliknya karena dianggap bermasalah.[9] Ketiga video tersebut diantaranya berjudul "Strip Challenge - Mati Satu Kali = Buka Baju", "Lagi Tegang, Eh Keluar Putih-Putih!?", dan "Keasyikan Bermain, Gadis Ini Mengeluarkan Cairan Lengket".[10]Kemenkominfo meminta YouTube untuk men-suspend ketiga video tersebut, yang pada akhirnya dikabulkan oleh pihak YouTube.[11] Ketiga video tersebut tidak dapat diakses di Indonesia, namun tidak dihapus dan masih dapat ditonton diluar negara Indonesia.[12][13]
Sempat dianggap mangkir, Kimberly mengutus tim kuasa hukumnya Akhyari Sinaga & Partner untuk bertemu dengan pihak Kemenkominfo guna meluruskan masalah tersebut. Pertemuan ini buntut dari pemblokiran beberapa konten dari saluran YouTube Kimi Hime. Meski Kimi absen dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati prinsip pembangunan konten kreatif di Indonesia.[14] Pada rapat tersebut dibahas bahwa pada video-video tersebut tidak mengandung unsur yang melanggar undang-undang dan unsur kesusilaan seperti yang tertuang dalam pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, karena judul tersebut hanyalah clickbait pada thumbnail serta judul video dan didalam video-video tersebut tidak mengandung muatan konten yang melanggar pasal kesusilaan.[15]
Pada 2 Agustus 2019 , Kimberly juga menggelar press conference bersama dengan tim kuasa hukumnya yang dihadiri oleh media terkait video di channel YouTube-nya yang dipermasalahkan oleh pihak Kemenkominfo.[16]
Sebelumnya, pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara dengan Kimi Hime direncanakan berlangsung pada hari tersebut sayangnya batal dilaksanakan.[17] Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, memastikan bahwa pertemuan antara Menkominfo dengan Kimi Hime dibatalkan dengan alasan jadwal yang tidak memungkinkan.[18] Di samping itu, menurutnya saat ini pihak Kominfo sudah tidak lagi memiliki urusan dengan Kimi Hime karena YouTuber tersebut dianggap telah memenuhi ketentuan yang berlaku.[19] Setu juga menyampaikan bahwa pihak Kimi sudah melakukan apa yang diinginkan oleh Kominfo dan kewajibannya yang diminta Kominfo sudah dilakukan, dan juga saat ini urusan Kominfo dengan Kimi Hime sudah selesai.[20]
Juga ia sebutkan pada detik.com dalam bentuk video, bahwa sejak awal pertemuan tersebut hanya bersifat undangan bukan pemanggilan, guna menghimbau nilai-nilai yang diharapkan akan dibawa oleh generasi YouTuber kedepannya dan juga berupa pembinaan terkait konten.[21] Selain itu, Ferdinandus Setu juga menyebutkan bahwa yang akan mereka suspend adalah kontennya, bukan kanal (YouTube) nya. Sampai saat ini ia masih menyayangi content creator Indonesia, jangan sampai hanya karena satu atau dua konten, kemudian mereka tidak bisa berkreasi lagi.[22]
Dalam press conference-nya Kimberly mengaku bahwa dirinya tidak pernah mangkir dari undangan dari Kominfo yang ditujukan pada dirinya, tapi Kimi Hime mengaku email dari Kominfo masuk di hari yang sama dengan hebohnya berita di media mencuat. Kimberly juga bercerita setelah mengetahui dirinya mendapatkan undangan tersebut, ia langsung mengirimkannya ke tim kuasa hukumnya. Pihaknya juga sangat terbuka dengan masukan dari Kominfo yang ditujukan pada kontennya.[23]