Posisi Juru Bicara tidak memiliki jaminan masa jabatan mutlak karena keberlangsungannya bergantung pada kehendak Dewan. Pejabat ini dapat diberhentikan sewaktu-waktu melalui resolusi yang disetujui oleh suara mayoritas anggota Lok Sabha.[4] Hingga saat ini, rekor masa jabatan terlama dipegang oleh Balram Jakhar, yang memimpin selama 9 tahun dan 329 hari.
Pemilihan pembicara
Ketua Parlemen dipilih secara internal oleh para anggota Lok Sabha yang baru dilantik. Kandidat yang ideal untuk posisi ini harus memiliki pemahaman mendalam mengenai mekanisme kerja dewan serta memiliki akseptabilitas tinggi, baik di mata partai penguasa maupun kubu oposisi.
Pasca-pemilihan umum, Presiden India menetapkan jadwal sidang perdana Lok Sabha sekaligus tanggal pemilihan Ketua DPR. Lazimnya, Perdana Menteri atau Menteri Urusan Parlementer mengajukan nama calon sesaat sebelum pemilihan, meskipun kandidat lain memiliki hak yang sama untuk maju. Sejarah mencatat pemilihan kompetitif hanya terjadi empat kali, yakni pada tahun 1952, 1967, 1976, dan 2024.[5][6][7][8] Apabila hanya terdapat calon tunggal, Ketua DPR ditetapkan tanpa pemungutan suara formal. Sebaliknya, jika muncul lebih dari satu nominasi, keputusan diambil melalui mekanisme pemungutan suara (division) oleh seluruh anggota untuk menentukan pemenangnya.[9]