Kepler-9b adalah salah satu planet yang ditemukan dari luar Tata Surya yang ditemukan oleh Misi Kepler NASA.[5] Planet tersebut mengorbit di sekitar bintang Kepler-9 di dalam konstelasi Lyra. Kepler-9b adalah planet terbesar dari tiga planet yang ditemukan dengan metode transit, sekaligus planet terbesar di dalam sistem Kepler. Massanya kira-kira setengah dari planet Saturnus.
Kepler-9b dan Kepler-9c sama-sama menampilkan fenomena yang dikenal sebagai resonansi orbital. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tarikan gravitasi dari masing-masing planet mengubah dan menstabilkan orbit yang lain. Penemuan planet Kepler-9b diumumkan pada 26 Agustus 2010.
Tata nama dan sejarah penemuan
Nama Kepler-9b menunjukkan keberadaan planet luar Tata Surya pertama yang ditemukan di orbit di sekitar bintang Kepler-9. Penamaan bintang maupun planet tersebut sama-sama dinamai dari sebuah proyek NASA yang bertugas mencari planet yang mirip dengan Bumi, yakni Misi Kepler.[6] Selama 43 hari pertama saat misi Kepler berjalan, terdapat 700 calon planet yang dikumpulkan, termasuk planet-planet yang dimiliki sistem bintang Kepler-9. Sistem tersebut ditandai sebagai salah satu dari lima sistem yang tampaknya memiliki lebih dari satu planet luar Tata Surya yang sedang transit. Penemuan Kepler-9b diumumkan pada 26 Agustus 2010, yang merupakan bagian dari sistem bintang pertama yang dikonfirmasi, yang memiliki beberapa planet yang mentransit di bintang yang sama.[7]
Planet Kepler-9b dikonfirmasi oleh satelit Kepler dengan menggunakan metode transit. Planet tersebut melewati permukaan bintangnya sebagaimana hubungannya dengan Bumi. Selain itu, planet tersebut meredupkan sedikit jumlah cahaya bintangnya. Perbedaan cahaya tersebut kemudian digunakan untuk menentukan planet disertai beberapa karakteristik yang dimiliki, salah satunya ukuran dan jarak dari bintang induknya.[7]
Perkiraan awal untuk massa Kepler-9b disempurnakan oleh Observatorium W. M. Keck yang didirikan di Mauna Kea, Hawaii. Dengan demikian, para ilmuwan menemukan bahwa Kepler-9b adalah planet yang lebih besar daripada dua planet gas yang ditemukan dalam sistem bintang Kepler-9, meskipun massa yang dimiliki lebih kecil dari planet Saturnus.[7]
Karakteristik planet
Kepler-9b adalah planet gas yang memiliki massa kira-kira 43 kali lipat dari Bumi. Sebagai perbandingan, Kepler-9b memiliki sekitar setengah massa planet Saturnus.[8] Kepler-9b memiliki jari-jari sekitar 0,842 RJ atau sekitar 80% radius Jupiter. Planet ini mengorbit Kepler-9 setiap 19.243 hari, dan terletak sekitar 0,14 SA dari bintang. Sebagai perbandingan, jarak rata-rata planet Merkurius dari Matahari adalah 0,387 AU dan membutuhkan 87,969 hari untuk menyelesaikan orbit.[9] Kepler-9b adalah planet terdekat kedua dengan bintangnya dalam sistem Kepler-9.
Kasus resonansi orbital pertama yang diketahui dalam transit planet luar Tata Surya telah dicatat antara Kepler-9b dan Kepler-9c. Kedua planet tersebut yang orbitnya bersesuaian dalam rasio sekitar 1: 2 mempertahankan orbit yang lain dengan tarikan gravitasi. Orbit Kepler-9b biasanya bertambah empat menit lebih lama setiap periode orbital. Hingga pada akhirnya, pergerakan tersebut akan berbalik dan meningkat. Seiring waktu, dapat dilihat bahwa orbit planet berosilasi sedikit di atas dan di bawah rasio 1: 2.[10] Alycia Weinberger dari Carnegie Institution menyatakan bahwa raksasa gas Kepler-9 mungkin terbentuk lebih jauh dari bintang daripada mereka, dan munculnya fenomena resonansi orbital dapat membantu menjelaskan sejarah terbentuknya planet tersebut.[10]
Lihat pula
Kepler-9d, planet lain yang mengorbit di sistem bintang Kepler-9