Kemunduran praktik agama asli di Mesir kuno biasanya dikaitkan dengan penyebaran agama Kristen di Mesir, karena sifat monoteistik agama Kristen tak mengizinkan sinkretisme secara terang-terangan dengan agama Mesir dan agama politeistik lainnya, seperti agama Romawi kuno. Meskipun praktik-praktik keagamaan di Mesir relatif konstan pada masa ketika wilayah tersebut terhubung dengan wilayah-wilayah Laut Tengah lainnya, agama Kristen secara langsung bersaing dengan agama asli. Bahkan sebelum dikeluarkannya Maklumat Milan pada 313 M, yang melegalkan agama Kristen di Kekaisaran Romawi, Mesir menjadi pusat awal agama Kristen, khususnya di Aleksandria dimana sejumlah penulis Kristen dari zaman kuno seperti Origenes dan Klemens dari Aleksandria menjalani sebagian besar kehidupan mereka, dan para penganut agama Mesir asli pada umumnya menerima kehadiran agama Kristen di provinsi tersebut. Agama Kristen sangat mudah memasuki Mesir Hilir dan Delta Nil; penaklukan Mesir oleh Arab pada 641 M diyakini membatasi agama asli pada wilayah-wilayah pinggiran di Mesir Hulu dan Oasis Siwa.
Bricault, Laurent (2001). Atlas de la diffusion des cultes isiaques (dalam bahasa French). Diffusion de Boccard. ISBNÂ 978-2-87754-123-7. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
David, Rosalie (2002). Religion and Magic in Ancient Egypt. Penguin. ISBNÂ 0-14-026252-0.
Orlin, Eric M. (2010). Foreign Cults in Rome: Creating a Roman Empire. Oxford University Press. ISBNÂ 978-0-19-973155-8.
Riggs, Christina, ed. (2012). The Oxford Handbook of Roman Egypt. Oxford University Press. ISBNÂ 978-0-19-957145-1.
Tiradritti, Francesco (2005). "The Return of Isis in Egypt: Remarks on Some Statues of Isis and on the Diffusion of Her Cult in the Greco-Roman World". Dalam Hoffmann, Adolf (ed.). Ägyptische Kulte und ihre Heiligtümer im Osten des Römischen Reiches. Internationales Kolloquium 5./6. September 2003 in Bergama (Türkei). Ege Yayınları. ISBN 978-1-55540-549-6.