Tuan rumah
Pada 15 November 2018, dalam Kongres FIVB yang diselenggarakan di Cancún, Meksiko, FIVB awalnya mengumumkan bahwa Kejuaraan Dunia Bola Voli Putra 2022 akan digelar di Rusia. Turnamen tersebut direncanakan berlangsung di sepuluh kota, yaitu Moskwa, Sankt Peterburg, Kaliningrad, Yaroslavl, Kazan, Ufa, Yekaterinburg, Novosibirsk, Kemerovo, dan Krasnoyarsk.
Pada 9 Desember 2019, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menjatuhkan sanksi larangan selama empat tahun kepada Rusia dari seluruh ajang olahraga internasional besar setelah Badan Anti-Doping Rusia (RUSADA) dinyatakan tidak patuh karena menyerahkan data laboratorium yang telah dimanipulasi kepada penyelidik. Putusan tersebut tetap mengizinkan atlet Rusia yang tidak terlibat pelanggaran doping untuk berkompetisi, namun melarang penggunaan bendera dan lagu kebangsaan Rusia pada kejuaraan internasional besar. Tim nasional Rusia masih diperbolehkan mengikuti babak kualifikasi karena sanksi hanya berlaku untuk turnamen final penentuan juara dunia.
Putusan WADA tersebut kemudian diajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), yang pada 17 Desember 2020 memutuskan menolak banding RUSADA, tetapi mengurangi masa sanksi dari empat menjadi dua tahun hingga 16 Desember 2022. CAS juga mengizinkan penggunaan nama “Rusia” dan warna nasional pada seragam, asalkan disertai dengan penanda netral seperti “Atlet Netral” atau “Tim Netral” dengan tingkat penonjolan yang sama. Karena telah lolos kualifikasi, Rusia dijadwalkan tampil dengan nama Federasi Bola Voli Rusia (VFR), tanpa menggunakan bendera maupun lagu kebangsaan.
Akibat invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, beberapa negara, termasuk Polandia, Prancis, Slovenia, dan Belanda, menyatakan akan memboikot kejuaraan tersebut apabila Rusia tetap menjadi tuan rumah. Ancaman boikot ini dikonfirmasi oleh federasi bola voli Belanda pada 28 Februari 2022. Menyusul perkembangan tersebut, pada 1 Maret 2022 FIVB secara resmi mencabut hak tuan rumah Rusia.
FIVB kemudian membuka proses penawaran cepat untuk menentukan tuan rumah pengganti. Skema ini memungkinkan babak penyisihan grup digelar di lebih dari satu negara, maksimal dua tuan rumah pada babak 16 besar dan perempat final, serta satu tuan rumah untuk semifinal dan final. Pada 15 April 2022, FIVB mengumumkan bahwa Polandia dan Slovenia ditunjuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Voli Putra 2022.[1]