Burrata berasal dari wilayah Puglia di Italia. Hidangan ini tercipta sekitar tahun 1920-an sebagai upaya untuk meminimalkan limbah pangan.[2]
Bagian luarnya merupakan keju padat, sementara bagian dalamnya berisi stracciatellacode: it is deprecated dan krim kental, yang memberikan tekstur lembut yang unik. Keju ini merupakan spesialisasi dari wilayah Puglia di Italia Selatan.
Sejarah
Burrata adalah produk susu dari Murgia, di Puglia, Italia Selatan. Keju ini diproduksi dari susu sapi, renet, dan krim. Asal-usulnya kemungkinan berasal dari sekitar tahun 1900,[3] yang diproduksi di peternakan milik Bianchino bersaudara (Lorenzo dan Vincenzo) di kota Andria. Namun, catatan yang lebih baru menunjukkan bahwa Lorenzo Bianchino dari peternakan Piana Padura adalah orang pertama yang mengembangkan produk ini pada tahun 1956.[4]
Pada November 2016, burrata di Andriacode: it is deprecated resmi menjadi produk Indikasi Geografis Dilindungi (PGI) di Uni Eropa.[5] Agar dapat dikualifikasikan sebagai burrata di Andria, seluruh proses operasi—mulai dari pengolahan bahan baku hingga produksi produk jadi—harus dilakukan di wilayah geografis Puglia yang telah ditentukan.
Awalnya dikenal sebagai keju tradisional (artisan), burrata tetap mempertahankan statusnya sebagai produk premium bahkan setelah mulai diproduksi secara komersial di pabrik-pabrik di seluruh Puglia.[6]
Produksi
Burrata dengan bagian kulit yang pecah di atas selada
Proses pembuatan burrata dimulai mirip dengan mozzarella, di mana renet digunakan untuk menggumpalkan susu hangat. Namun, berbeda dengan keju lain, dadih (curd) mozzarella segar dicelupkan ke dalam whey panas atau air garam ringan, lalu diuleni dan ditarik hingga membentuk serat-serat elastis (pasta filatacode: it is deprecated ), kemudian dibentuk.
Saat membuat burrata, keju yang masih panas dibentuk menjadi kantong, yang kemudian diisi dengan potongan sisa mozzarella dan ditambah dengan krim segar sebelum ditutup.[1] Burrata yang sudah jadi secara tradisional dibungkus dengan daun asfodel, diikat hingga membentuk kuncup seperti roti brioche, dan dibasahi dengan cairan whey.[7]
Karena burrata tidak dapat bertahan lama bahkan jika didinginkan, sangat disarankan untuk segera mengonsumsinya selagi masih segar.[8]
↑Ottogalli, Giorgio (2001). Atlante dei formaggi: guida a oltre 600 formaggi e latticini provenienti da tutto il mondo (dalam bahasa Italia). Hoepli Editore. hlm.211. ISBN9788820328221.