Balon itu berangkat dari Fentress Airpark pukul 07:09 waktu setempat (12:09 UTC) pada Sabtu, 30 Juli 2016.[2] Balon tersebut membawa seorang pilot dan lima belas penumpang.[5] Pada pukul 07:42,[2] balon tersebut jatuh di sebuah lapangan dekat Lockhart, Texas. Seluruh enam belas orang di dalam balon tewas. Balon jatuh dekat tiang listrik dan keranjang balon dilaporkan terbakar saat layanan darurat tiba di tempat kejadian. Layanan darurat disiagakan pukul 07:44 tentang "kemungkinan kecelakaan kendaraan".[6][7]
Setelah tiba, responden darurat mengatakan bahwa itu "jelas" laporan adanya api di bagian keranjang balon. Seorang saksi mengatakan mendengar dua "pops" yang diduga suara pistol. Laporan mengatakan bahwa balon hilang kontak sekitar setengah jam dari penerbangan satu jam yang dijadwalkan.[4] Diperkirakan bahwa balon menabrak kabel listrik.[8] Amplop dari balon mendarat sekitar 3⁄4 mil (1.320yd; 1.210m) tenggara dari gondola yang terbakar. Penerbangan itu menempuh jarak sekitar 8 mil laut (15km).[2]
Penyelidikan
Federal Aviation Administration mengirim penyelidik ke tempat kejadian. National Transportation Safety Board (NTSB) akan mengambil alih penyelidikan dari mereka.[4] The Federal Bureau of Investigation (FBI) berada di tempat kejadian mengamankan barang bukti untuk penyelidikan NTSB.[9] Kejadian ini ditetapkan sebagai "kecelakaan besar" oleh NTSB.[10] Empat belas perangkat elektronik pribadi (telepon seluler, sebuah iPad, dan kamera) diamankan dari reruntuhan. Barang-barang tersebut diserahkan ke FBI untuk pengamanan barang bukti.[2]
Texas Department of Public Safety mengatakan dalam sebuah "teori kerja awal" bahwa penyelidik yakin balon tersangkut di kabel listrik dan terbakar.[9]
Akibat
Pada tanggal 1 Agustus, Heart of Texas Hot Air Balloon Rides, yang pemiliknya meninggal dalam insiden tersebut, mengumumkan akan penangguhan operasinya.[11][12]