Pesawat yang terlibat adalah Lockheed C-130EM Hercules berusia 57 tahun dengan kode 68–1609, dengan nomor seri pabrikan 382-4311. Dibangun pada tahun 1968, pesawat ini awalnya dikirim ke Angkatan Udara Kerajaan Saudi. Pesawat ini mulai beroperasi dengan Angkatan Udara Turki pada Maret 2010 dan beroperasi secara reguler sebelum kecelakaan.[2] Pesawat ini dimiliki oleh Komando Pangkalan Udara ke-12 di Kayseri.[3] C-130B/E Hercules banyak digunakan oleh Turki untuk transportasi militer dan kemanusiaan.[4]
Kru dan Penumpang
Pesawat tersebut mengangkut setidaknya 20 penumpang, termasuk sejumlah awak yang tidak disebutkan jumlahnya.[5] Media lokal melaporkan bahwa personel militer Turki dan Azerbaijan berada di dalamnya.[6]Kementerian Pertahanan Turki menyatakan bahwa 20 tentaranya berada di dalamnya, tanpa menyebutkan penumpang dari negara lain.[7]
Kecelakaan
Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Ganja di Azerbaijan pada pukul 10:19 UTC dengan data yang menunjukkan bahwa pesawat mencapai ketinggian maksimum 7315 m (24.000 kaki). Kecepatan terakhir yang tercatat dari pesawat adalah 302 knot (kts) sebagai kecepatan udara sebenarnya.[2] Pesawat itu sedang dalam perjalanan ke Merzifon, Turki ketika hancur di udara di atas Georgia[3][6] dan jatuh di Kotamadya Sighnaghi.[8] Pesawat itu menghilang dari radar 27 menit setelah melintasi Georgia, tanpa mengeluarkan sinyal marabahaya.[9][5][10] Sebuah video menunjukkan pesawat itu dalam beberapa bagian, dengan bagian badan pesawat dengan sayap terpasang berputar dan membocorkan apa yang tampak seperti bahan bakar sebelum menghantam tanah.[4][11] Pemerintah Turki mengatakan semua 20 orang di dalamnya tewas.[12] Pihak berwenang menemukan sisa-sisa 18 korban dan upaya untuk dua lainnya sedang berlangsung.[13][14] Puing-puing itu tersebar di beberapa lokasi di dataran yang mencakup lahan pertanian dan dikelilingi oleh perbukitan.[3]