Ngasem adalah kecamatan yang menjadi ibu kotaKabupaten Kediri. Ngasem adalah pemekaran dari Kecamatan Gampengrejo berdasarkan Perda No. 19 tahun 2004.[1][2] Pada tahun 2023, ibukota Kabupaten Kediri yang berada di kecamatan ini resmi diberi nama Pamenang setelah proses panjang yang melibatkan sejarawan, akademisi, dan budayawan.[3] Ngasem adalah kecamatan yang ramai dengan lokasi strategis yaitu tepat di utara Kota Kediri serta mudah diakses dari kecamatan-kecamatan lain karena terletak di tengah kabupaten sehingga cocok dijadikan ibu kota.[4]
Ngasem dikenal dengan bangunannya yang ikonik yaitu Monumen Simpang Lima Gumul atau SLG yang menjadi penghubung berbagai kecamatan di Kabupaten Kediri dan Kota Kediri. Desain monumen ini menyerupai Arc de triomphe de l'Étoile di Prancis dengan luas bangunan 804 meter persegi dan tinggi 25 meter. Monumen ini selesai dibangun tahun 2008 dan digagas oleh Bupati Sutrisno untuk menandai Ngasem sebagai lokasi ibu kota Kabupaten Kediri. Di sekitar kawasan monumen ini terdapat banyak taman hijau yang asri, taman rekreasi air, convention hall, area pasar, hotel, dan infrastruktur lainnya.[5]
Walaupun kantor pemerintahan sudah banyak dibangun di Kecamatan Ngasem, kabupaten ini baru memiliki ibu kota resmi dengan adanya rapat paripurna DPRD pada tanggal 20 Februari tahun 2023. Ibu kota Kabupaten Kediri secara resmi bernama "Pamenang" yang lokasinya berada di Kecamatan Ngasem. Penentuan lokasi dan nama ibu kota membutuhkan proses panjang yang melibatkan sejarawan, budayawan, hingga akademisi dari Universitas Negeri Surabaya. Nama-nama lain yang pernah dibahas antara lain Daha, Panjalu, dan Jenggala. Nama Pamenang memiliki keterkaitan dengan Mamenang, yaitu ibu kota Kerajaan Kediri zaman Jayabaya. Pamenang memiliki arti kemenangan, tepatnya orang yang memenangkan.[3][6]
Geografi
Peta Ngasem
Ngasem adalah kecamatan di Kabupaten Kediri yang terletak di utara Kota Kediri. Geografi kecamatan ini berupa dataran rendah yang didominasi oleh areal persawahan. Batas wilayah kecamatan Ngasem adalah sebagai berikut:
Monumen Simpang Lima Gumul - desain monumen ini menyerupai Arc de triomphe de l'Étoile di Prancis dengan luas bangunan 804 meter persegi dan tinggi 25 meter. Monumen ini selesai dibangun tahun 2008 dan digagas oleh Bupati Sutrisno untuk menandai Ngasem sebagai lokasi ibu kota Kabupaten Kediri.[5] Beberapa fasilitas di sekitar kawasan monumen ini antara lain:
Convention Hall SLG
Berbagai taman seperti Taman RTH, Taman Kepala Lokomotif, dan Taman Hijau
Lapangan SLG yang biasa dipakai untuk pasar malam
Pasar Tugu SLG
Favehotel Kediri
Gumul Paradise Island - wahana rekreasi air
Sumber Dlopo dan Sumber Kweden di desa Karangrejo
Sumber Kembangan di Desa Paron
Pemandian Kebun Amerta
Wisata kuliner seperti Resto Bale Bungah, Lesehan Kayu Manis, Warung Sate Bu Jumangin, Ayam Bakar Madu Bu Elly, Rumah Makan Bu Lanny, Rawon Bidadari, Bakso Kartini, Depot Sate dan Gule Tenang, GTT Pusat Oleh-Oleh, dan lain-lain.