Kebijakan dividen merupakan sebuah regulasi maupun aturan yang dikeluarkan oleh perusahaan terkait bagaimana cara perusahaan tersebut dalam membagikan atau membayarkan keuntungan maupun laba kepada para pemegang saham atau malah menahan laba tersebut dalam bentuk laba ditahan untuk masa yang akan datang. Kebijakan dividen penting bagi perusahaan sebab kebijakan ini merupakan pedoman keuangan yang membantu manajemen dalam mengeluarkan dividen. Dengan adanya kebijakan ini para investor dapat menetapkan harapan terkait potensi yang bisa mereka dapatkan dari investasi mereka. Kebijakan dividen yang jelas dapat memicu keterbukaan dan kepercayaan di mata investor. Selain itu, kebijakan dividen dapat memengaruhi biaya modal dan nilai pemegang saham perusahaan. Bagi perusahaan yang sudah matang dalam industri stabil, kebijakan dividen dapat mencerminkan bahwa perusahaan tidak ingin memperbesar skala bisnisnya dan kemungkinan akan mempertahankan operasinya. Sebaliknya, perusahaan yang fokus pada pertumbuhan mungkin memilih tidak membagikan dividen dan menginvestasikan ulang laba untuk memperluas operasi atau mengakuisisi teknologi baru.[1]
Jenis jenis kebijakan dividen
Kebijakan dividen dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
Kebijakan dividen stabil, bertujuan untuk menyediakan pembayaran dividen yang konsisten dan dapat diprediksi bagi pemegang saham setiap tahun, yang menjadi prioritas bagi banyak investor. Investor tetap mendapat dividen, tanpa memandang apakah keuntungan perusahaan meningkat atau menurun.
Kebijakan dividen konstan, bertujuan agar perusahaan membayarkan bagian tertentu dari pendapatannya sebagai dividen setiap tahun. Akibatnya, investor mengalami volatilitas penuh dari pendapatan perusahaan.Jika keuntungan meningkat, investor mendapat dividen lebih besar, dan jika keuntungan menurun, investor mungkin tidak mendapat dividen sama sekali. Kelemahan metode utama ini adalah menimbulkan keuntungan dan dividen.
Kebijakan dividen residual, bertujuan untuk membayarkan dividen dari sisa keuntungan setelah menutupi pengeluaran modal (CAPEX) dan biaya operasional.[2]