Kazi Salahuddin
|
Salahuddin pada 2016 | |||
| Informasi pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Kazi Mohammad Salahuddin | ||
| Tanggal lahir | 23 September 1954 (umur 71) | ||
| Tempat lahir | Dacca, Benggala Timur, Pakistan (sekarang Dhaka, Bangladesh) | ||
| Tinggi | 1,68 m (5 ft 6 in) | ||
| Posisi bermain | Penyerang | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Tampil | (Gol) |
| 1968 | Dilkusha | (14) | |
| 1969 | Wari Club | (18) | |
| 1970–1972 | Mohammedan | 3 | (3) |
| 1972–1975 | Dhaka Abahani | (56) | |
| 1975–1976 | Caroline Hill | 18 | (0) |
| 1976–1984 | Dhaka Abahani | (86) | |
| Total | 21+ | (177) | |
| Tim nasional | |||
| 1971 | Shadhin Bangla | 10 | (4) |
| 1973–1983 | Bangladesh | 29 | (9) |
| Kepelatihan | |||
| 1985–1987 | Dhaka Abahani | ||
| 1985–1986 | Bangladesh | ||
| 1987–1988 | Bangladesh | ||
| 1988–1989 | Brothers Union | ||
| 1992–1994 | Dhaka Abahani | ||
| 1993–1994 | Bangladesh | ||
| 1994 | Muktijoddha Sangsad | ||
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik | |||
Kazi Mohammad Salahuddin (bahasa Bengali: কাজী সালাউদ্দিনcode: bn is deprecated ; lahir 23 September 1953) adalah seorang mantan pemain sepak bola dan pelatih asal Bangladesh yang sekarang menjadi presiden Federasi Sepak Bola Asia Selatan.[1] Dia juga merupakan bagian dari tim sepak bola Shadhin Bangla, tim yang bermain di seluruh India untuk mencari dana bantuan untuk biaya Perang Kemerdekaan Bangladesh pada 1971. Dia pernah bermain dan menjadi kapten tim nasional Bangladesh sebelum pensiun pada tahun 1983. Salahuddin adalah pemain sepak bola profesional pertama dari Bangladesh yang bermain di luar negeri, yakni di Divisi Satu Liga Hong Kong, dan dianggap sebagai atlet profesional pertama Bangladesh.[2]
Di level domestik, Salahuddin mencetak 163 gol di Divisi Pertama dan 14 gol di Divisi Kedua Liga Dhaka. Dia merupakan pencetak gol terbanyak kedua di kasta tertinggi sepak bola Bangladesh dan salah satu dari dua pemain yang mencetak lebih dari 150 gol di kompetisi domestik, dengan rekor tersebut hanya kalah dari Sheikh Mohammad Aslam.[3] Di level internasional, dia mencetak 9 gol dalam 29 pertandingan resmi untuk tim nasional. Dia juga memegang rekor sebagai pencetak gol pertama Bangladesh di Piala Asia AFC, yang terjadi pada penampilan perdana mereka pada tahun 1980. Dia juga menjadi top skor Divisi Pertama sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1973, 1977, 1979, dan 1980.
Sebagai pelatih, Salahuddin pernah menangani tim nasional Bangladesh sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1985, 1987, 1993, dan 1994. Saat melatih mantan klubnya, Abahani Limited Dhaka, dia berhasil memenangkan Divisi Pertama pada tahun 1985 dan 1992. Dia juga sempat melatih Brothers Union dan Muktijoddha Sangsad KC masing-masing pada 1988 dan 1994, meskipun tidak terlalu sukses.[4] Sebagai presiden Federasi Sepak Bola Bangladesh, dia memperkenalkan Piala Super Bangladesh pada tahun 2009 serta liga profesional kasta kedua, Bangladesh Championship League pada tahun 2012.[5]
Atas kontribusinya terhadap sepak bola, Salahuddin menerima berbagai penghargaan, termasuk Independence Day Award pada tahun 1996, yang merupakan penghargaan tertinggi negara tersebut.[6] Dia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dan Pelatih Terbaik oleh Sports Writers Association masing-masing pada tahun 1979 dan 1992.
Awal kehidupan
Salahuddin lahir dari keluarga elit di Dacca, Benggala Timur. Ayahnya, Kazi Muhammad Shahi, adalah seorang pengusaha, sementara ibunya, Begum Simki Shafi, seorang ibu rumah tangga. Dia berasal dari keluarga Kazi di Rajapur, Distrik Faridpur, yang didirikan oleh Kazi Abdur Rasool, putra Shah Azimuddin, yang pernah diangkat sebagai Kazi pada masa Benggala Mughal.[4]
Salahuddin menempuh pendidikan di BAF Shaheen College Dhaka[7] sebelum melanjutkan ke Dhaka College dan akhirnya masuk ke Universitas Dhaka. Saat masih duduk di kelas tujuh di Shaheen College, ia mulai aktif dalam olahraga dan terpilih menjadi anggota termuda tim sepak bola sekolahnya. Hal ini menarik perhatian mantan pemain internasional Pakistan, Rashid Chunna. Pada tahun 1966, dia memainkan dua pertandingan sebagai penjaga gawang untuk Gamma Sports Association di Divisi Tiga Liga Dhaka. Pada 1968, dia juga sempat bermain kriket untuk Azad Boys di Premier Division Cricket League.[8] Di tahun yang sama, atas permintaan gurunya, dia bermain sebagai penyerang untuk Dilkusha SC di Divisi Kedua Liga Dhaka. Meski melalui periode sulit, Dilkusha berhasil menjadi juara dan promosi ke Divisi Pertama, sementara Salahuddin menjadi pencetak gol terbanyak divisi dua dengan 14 gol.[3]
Pada tahun 1968, Salahuddin dipanggil ke tim muda Pakistan Timur untuk mengikuti Pakistan National Youth Championship. Setahun kemudian, Abdul Hashem yang terkesan dengan performanya merekrutnya ke Wari Club di Divisi Pertama. Dalam pertandingan liga pertamanya bersama Wari, dia mencetak hattrick melawan Rahmatganj MFS dan menutup musim dengan total 18 gol liga. Pada musim debutnya di kasta tertinggi, dia langsung dikenal sebagai salah satu talenta muda terbaik di negaranya. Pada tahun 1970, dia direkrut oleh klub besar Mohammedan SC. Salahuddin menjalani musim pertamanya sebagai pemain cadangan, mencetak 3 gol dari 3 penampilan, termasuk dua gol melawan Wari Club[9] dan satu gol melawan Azad SC.[10] Timnya kemudian mundur dari liga akibat konflik dengan Federasi Sepak Bola Pakistan Timur, dan ketika Perang Kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971 dimulai, kompetisi sepak bola dihentikan selama lebih dari satu tahun.[11]
Karier klub
Shadhin Bangla
Pada awal tahun 1971, Salahuddin pergi ke Pakistan Barat untuk bermain mewakili Dhaka di kejuaraan regional. Setelah turnamen selesai, dia dipanggil mengikuti pemusatan latihan tim nasional Pakistan. Dia kembali ke Dhaka pada 20 Maret 1971, namun baru lima hari berada di kota tersebut, Operasi Searchlight yang dijalankan Angkatan Darat Pakistan untuk menekan gerakan nasionalis Bengali di Pakistan Timur dimulai.
Keluarganya ingin dia pergi ke London, tetapi Salahuddin memilih ikut ambil bagian dalam Perang Kemerdekaan Bangladesh. Ayahnya menyetujui keputusan tersebut, dan Salahuddin menyeberangi perbatasan menuju Agartala untuk bergabung dengan kamp pelatihan gerilyawan. Pada tahun 1971, dia mendengar tentang tim sepak bola Shadhin Bangla, sebuah tim yang terdiri dari pemain sepak bola Bangladesh yang bermain di India untuk menggalang dana dan meningkatkan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan. Informasi itu ia dapat dari seorang jurnalis foto asal Kolkata. Sang jurnalis meyakinkannya untuk bergabung dan menjelaskan pentingnya membangun dukungan publik bagi perang tersebut.
Salahuddin akhirnya memutuskan bergabung dan pergi ke Kolkata menggunakan pesawat kargo Angkatan Udara India. Di Kolkata, dia bertemu banyak rekan setimnya dari Dhaka dan memainkan pertandingan pertamanya bersama tim melawan Nadia XI dari distrik Nadia pada 25 Juli 1971. Dalam pertandingan yang berakhir 2–2 itu, Salahuddin bermain di lini depan bersama Enayetur Rahman Khan. Dia bermain dengan nama samaran Turya Hazra.[12] Setelah pertandingan tersebut, Salahuddin dan rekan-rekannya menghadapi Mohun Bagan AC, salah satu klub besar Kolkata. Demi alasan diplomatik, Mohun Bagan menggunakan nama 'Gostha Pal XI'.[13] Gostha Pal, bek tengah yang dijuluki 'Tembok China', pernah menjadi legenda Mohun Bagan pada awal abad ke-20 dan berasal dari Faridpur, yang kini menjadi bagian dari Bangladesh. Salahuddin kemudian terus bermain di berbagai wilayah India bersama timnya untuk mengumpulkan dana dan membangun dukungan publik bagi Bangladesh.[14]
Mohammedan SC dan Dhaka XI
Setelah Bangladesh meraih kemerdekaan, Salahuddin kembali ke negaranya dan tampil dalam pertandingan sepak bola pertama di Bangladesh setelah kemerdekaan ketika Bangladesh XI menghadapi President XI pada 13 Februari 1972. Tim Salahuddin kalah 0–2.[15] Pada tahun yang sama, dia bermain untuk Mohammedan dalam edisi pertama Piala Kemerdekaan yang diadakan untuk merayakan kemerdekaan negara tersebut. Dalam final melawan East End Club, Salahuddin mencetak dua gol saat Mohammedan SC menang 3–1.
Pada 11 Mei 1972, Mohun Bagan AC menjadi klub asing pertama yang mengunjungi Bangladesh setelah kemerdekaan. Mereka dijadwalkan akan menghadapi Mohammedan SC, yang saat itu berstatus sebagai juara Piala Kemerdekaan edisi pertama. Sekali lagi mereka menggunakan nama "Gostha Pal XI" karena Bangladesh belum menjadi anggota FIFA. Setelah kalah dalam pertandingan persahabatan pertama dengan skor 0–1, Salahuddin bersama mayoritas pemain Mohammedan dipanggil memperkuat skuad “Dhaka XI”.[16]
Pada 13 Mei 1972, Mohun Bagan menghadapi “Dhaka XI”, yang merupakan tim nasional Bangladesh tidak resmi dan diperkuat para pemain terbaik negara itu saat itu. Pertandingan tersebut sangat dinantikan, bahkan Presiden Bangladesh Sheikh Mujibur Rahman, hadir langsung di Stadion Dhaka untuk menyaksikannya. Gol voli Salahuddin membawa Dhaka XI meraih kemenangan. Gol itu kemudian dipuji oleh legenda Mohun Bagan, Chuni Goswami, sementara kapten tim Kolkata, Syed Nayeemuddin, menyebutnya sebagai salah satu gol terbaik yang pernah ia lihat.[17]
Pada akhir tahun 1972, Salahuddin dan Dhaka XI pergi ke Guwahati, India, untuk mengikuti turnamen Bordoloi Trophy. Dia menjadi pemain Bangladesh pertama yang mencetak gol di luar negeri ketika Dhaka XI mengalahkan George Telegraph dengan skor 2–0. Timnya kemudian finis sebagai runner-up setelah kalah dari East Bengal di final. Menjelang akhir tahun itu, Salahuddin telah memantapkan dirinya sebagai ikon olahraga pertama Bangladesh.
Abahani
Pada tahun 1972, Sheikh Kamal, putra Sheikh Mujibur Rahman sekaligus pendiri utama Abahani Krira Chakra, meminta Salahuddin bergabung dengan klub yang baru dibentuk tersebut, yang juga menjadi klub pertama yang didirikan di Bangladesh setelah kemerdekaan. Salahuddin awalnya menolak dan mengatakan bahwa dia hanya akan bergabung jika tim tersebut cukup kuat. Sementara itu, pada masa jeda musim sepak bola, dia bermain kriket untuk Azad Boys dan mencatat skor terbaik dalam kariernya, yakni 94 run melawan tim kriket Abahani. Namun, pada akhirnya ia memutuskan lebih fokus pada sepak bola dan menolak panggilan dari tim nasional kriket. Saat itu, Kamal telah berhasil merekrut tujuh pemain tim nasional untuk Abahani, termasuk pemain dari tiga klub terbesar negara itu: Mohammedan SC, Dhaka Wanderers, dan Team BJMC. Akhirnya, Salahuddin bergabung dengan tim sebelum Divisi Pertama Liga Dhaka musim 1972 dimulai.
Pada tahun 1973, Salahuddin menjadi pemain pertama setelah kemerdekaan yang mencetak tujuh gol dalam satu pertandingan liga ketika Abahani menghancurkan mantan klubnya, Dilkusha SC, dengan skor 10–0. Beberapa hari sebelumnya, pemain Mohammedan, Hafizuddin Ahmed, menjadi pemain pertama di Bangladesh merdeka yang mencetak double hattrick di Divisi Pertama.[18]
Masa singkat di Hong Kong
Pada akhir Turnamen Merdeka 1975, Salahuddin menerima tawaran untuk bermain di Divisi Satu Liga Hong Kong pada tahun 1975, yang saat itu merupakan satu-satunya liga sepak bola profesional di Asia. Di sana, dia bermain untuk Caroline Hill selama satu musim.[19] Salahuddin tampil dalam 18 pertandingan liga bersama klub tersebut sebelum akhirnya kembali ke Abahani pada tahun berikutnya. Kepindahan tersebut membuat Salahuddin menjadi pemain sepak bola Bangladesh pertama dalam sejarah yang tampil untuk klub luar negeri di liga sepak bola profesional.[20]
Kembali ke Abahani dan Kesuksesan
Setelah sempat bermain di Hong Kong, Salahuddin akhirnya kembali ke Abahani, tempatnya bertahan hingga pensiun sebagai pemain pada tahun 1984. Bersama klub berjuluk Sky Blues tersebut, dia memenangkan gelar Divisi Pertama pada tahun 1974, 1977, 1981, 1983, dan 1984.[21] Dia juga menjadi pencetak gol terbanyak liga dalam empat musim: pertama pada 1973 dengan 24 gol, lalu pada 1977 dan 1979 dengan masing-masing 14 gol, serta terakhir pada musim Divisi Pertama 1980 dengan 15 gol. Pada tahun 1974, dia juga mencetak 15 gol, tetapi finis sebagai pencetak gol terbanyak kedua, terpaut satu gol dari penyerang Dilkusha, Golam Shahid Neelu. Pada tahun 1975, Salahuddin mencetak 18 gol untuk Abahani yang finis sebagai runner-up. Pada musim 1978 yang banyak terganggu cedera, dia tetap mampu mencetak 8 gol dalam 7 pertandingan. Dia juga sangat berbahaya di kompetisi antarklub Asia, termasuk ketika mencetak dua gol melawan Afghanistan XI di Piala Emas Aga Khan 1979.[20]
Pada September 1982, para bintang Abahani seperti Kazi Salahuddin, Chunnu, Golam Rabbani Helal, dan Kazi Anwar ditangkap setelah pertandingan liga melawan Mohammedan SC karena melakukan protes keras terhadap keputusan wasit. Namun, pengadilan kemudian menuduh mereka terlibat dalam konspirasi kudeta militer terhadap Hussain Muhammad Ershad, diktator Bangladesh saat itu. Salahuddin dan Chunnu dijatuhi hukuman satu bulan penjara, sementara dua pemain lainnya mendapat hukuman enam bulan. Akan tetapi, karena popularitas sepak bola lokal saat itu sedang mencapai puncaknya, keempat pemain tersebut dibebaskan setelah 17 hari akibat gelombang protes besar-besaran di seluruh negeri. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai "Black September" dalam sejarah sepak bola Bangladesh.[21]
Pada tahun 1984, masa puncak performanya, Salahuddin memutuskan untuk pensiun dari sepak bola. Golnya dalam pertandingan penentu liga melawan Brothers Union membawa Abahani meraih gelar juara. Pada 19 Oktober 1984, dia memainkan pertandingan kompetitif terakhirnya melawan rival Mohammedan SC di pertandingan terakhir musim liga.[22] Sebelum pertandingan dimulai, dia mendapat tepuk tangan meriah dari para penggemar lawan. Pertandingan ini yang biasa dikenal sebagai Derby Dhaka, merupakan salah satu pertandingan paling keras di Asia Selatan. Dia mengakhiri kariernya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan 121 gol dari sekitar 146 pertandingan.[23]
Karier internasional
Salahuddin menjalani debut bersama tim nasional Bangladesh pada tahun 1973 ketika tim tersebut diundang mengikuti Turnamen Merdeka 1973 di Malaysia. Pada 27 Juli 1973, Salahuddin mencetak gol dalam pertandingan resmi pertama Bangladesh yang berakhir imbang 2–2 melawan Thailand.[24] Gol tersebut menjadi gol internasional kedua dalam sejarah Bangladesh, meskipun mereka kemudian kalah 5–6 melalui adu penalti dalam pertandingan penentuan grup. Pada turnamen yang sama, Salahuddin juga mencetak gol ke gawang Singapura dalam hasil imbang 1–1.[11]
Setelah satu tahun tanpa pertandingan internasional, Salahuddin dan timnya kembali diundang mengikuti Turnamen Merdeka edisi 1975. Dalam turnamen tersebut, Salahuddin yang baru ditunjuk sebagai kapten berhasil mencetak gol melawan Thailand, Hong Kong, dan Burma.
Salahuddin bersama enam pemain Abahani lainnya menarik diri dari skuad akhir Bangladesh untuk Pesta Olahraga Asia 1978 setelah kapten Abahani sekaligus pemain paling senior Bangladesh saat itu, Monwar Hossain Nannu, dicopot dari jabatan kapten oleh pihak federasi. Pada tahun 1979, Salahuddin kembali membela tim nasional saat Bangladesh menjalani usaha pertama mereka untuk lolos ke Piala Asia AFC. Pada babak kualifikasi, Salahuddin membentuk trio penyerang berbahaya bersama Ashrafuddin Ahmed Chunnu dan Abdul Halim. Gol-gol dari ketiganya membawa Bangladesh lolos ke putaran utama turnamen.
Gol Salahuddin di babak kualifikasi tercipta saat kalah 1–3 dari raksasa Timur Tengah, Qatar, serta dalam kemenangan 3–2 atas Afghanistan, ketika dia mencetak gol penentu kemenangan yang memastikan Bangladesh lolos ke Piala Asia AFC 1980. Pada 16 September 1980, di ajang Piala Asia 1980 di Kuwait, Salahuddin menjadi pemain Bangladesh pertama yang mencetak gol di putaran utama Piala Asia melalui gol penalti ke gawang Korea Utara. Pertandingan itu berakhir dengan kekalahan 2–3, tetapi hingga kini tetap dianggap sebagai salah satu penampilan terbaik Bangladesh sepanjang sejarah.[25]
Akibat adanya perlakuan tidak adil terhadap pemain Abahani setelah kudeta militer tahun 1982, Salahuddin tidak diberi kesempatan masuk skuad Bangladesh untuk mengikuti Turnamen Quaid-e-Azam 1982 di Pakistan. Dia baru kembali memperkuat tim nasional pada Piala Emas Presiden Bangladesh 1982. Setelah dirinya ditangkap bersama rekan-rekan setimnya di Abahani, yaitu Chunnu, Helal, dan Kazi Anwar, dalam peristiwa Black September, Salahuddin kembali dicoret dari tim nasional dan absen pada Pesta Olahraga Asia 1982.[26]
Pada akhirnya, Salahuddin pensiun dari tim nasional Bangladesh setelah Piala Emas Presiden Bangladesh 1983.[27] Secara keseluruhan, dia mencatatkan 29 penampilan resmi dan mencetak 9 gol untuk tim nasional Bangladesh.[28]
Karier kepelatihan
Setelah pensiun dari sepak bola, Salahuddin memutuskan untuk menekuni dunia kepelatihan. Dia menjadi pelatih Abahani Limited Dhaka pada tahun 1985, menggantikan mantan pelatihnya, Ali Imam. Pada tahun yang sama, Salahuddin melengkapi hattrick gelar liga dengan memenangkan Divisi Pertama musim 1985, meskipun tim Brothers Union asuhan Ali Imam terus memberi perlawanan hingga akhir musim. Keberhasilan Abahani meraih tiga gelar liga berturut-turut menjadi pencapaian bersejarah, karena Salahuddin memenangkan dua gelar pertama sebagai pemain (1983 dan 1984) serta gelar ketiga sebagai pelatih, sebuah rekor unik dalam sepak bola domestik Bangladesh.
Pada tahun yang sama, Salahuddin juga menjadi pelatih kepala tim nasional Bangladesh untuk Pesta Olahraga Asia Selatan 1985, sambil tetap menjadi bagian dari staf kepelatihan Abahani. Dia juga menangani tim Bangladesh Red, yang merupakan tim nasional utama, dalam turnamen Piala Emas Presiden 1986. Meskipun di turnamen tersebut Bangladesh menghadapi klub-klub dan tim nasional lapis kedua, mereka hanya mampu finis di posisi keenam dari tujuh peserta.
Pada tahun 1987, Salahuddin ditunjuk sebagai pelatih kepala tim Bangladesh Blue dalam ajang Piala Emas Presiden 1987. Tim tersebut dianggap sebagai tim nasional junior yang mayoritas diperkuat pemain Abahani. Tim asuhannya membuat kejutan besar dengan mengalahkan tim nasional Suriah berkat gol Fakrul Kamal. Salahuddin menangani Abahani hingga tahun 1987, dan pada tahun 1988 dia kembali melatih Bangladesh, kali ini pada babak kualifikasi Piala Asia AFC 1988 di Abu Dhabi.
Setelah sempat melatih Brothers Union selama satu musim, Salahuddin kembali direkrut sebagai pelatih Abahani pada tahun 1992. Dalam periode keduanya, dia membawa tim menjuarai liga tanpa terkalahkan.
Pada tahun 1994, Salahuddin mengundurkan diri dari Abahani dan bergabung dengan Muktijoddha Sangsad sebagai bentuk protes terhadap 'gentlemen’s agreement' antara Mohammedan SC, Brothers Union, dan Abahani yang menyebabkan penurunan gaji pemain. Salahuddin dan Muktijoddha kemudian dikirim oleh Federasi Sepak Bola Bangladesh untuk mengikuti turnamen Piala Kemerdekaan Qatar sebagai wakil tim nasional Bangladesh. Sebanyak empat belas pemain Muktijoddha ditambah tiga pemain tamu dipilih untuk turnamen tersebut, dan klub itu juga menggunakan jersey mereka sendiri sepanjang kompetisi.[29] Salahuddin berhasil membawa tim menang 1–0 atas Yaman, tetapi mereka akhirnya kalah dari India di fase grup.[30]
Kepemimpinan
Salahuddin menjadi wakil presiden Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) pada tahun 2003 dan kemudian menjabat sebagai ketua Komite Manajemen Tim Nasional. Awalnya, dia mengundurkan diri dari jabatannya setelah langkah kontroversial presiden BFF saat itu, SA Sultan, yang berusaha menunjuk Amirul Islam Babu sebagai pelatih tim nasional Bangladesh U-20.[31] Pada 15 November 2005, Salahuddin menarik kembali pengunduran dirinya atas permintaan presiden BFF.[32] Namun, pada 31 Juli 2006, dia kembali mengundurkan diri setelah Sultan menunjuk Amirul Islam Babu sebagai manajer tim nasional Olimpiade Bangladesh untuk Pesta Olahraga Asia Selatan 2006, bertentangan dengan rekomendasi Komite Manajemen Tim Nasional.[33] Dalam wawancara terakhirnya sebelum mengundurkan diri, Salahuddin berkata, “Presiden (Sultan) pembohong.... Dia tidak etis.... rusak secara moral. Mustahil bagi saya bekerja di bawah atap yang sama dengan seorang pembohong seperti dia.”[34]
Pada 28 April 2008, Salahuddin terpilih sebagai presiden BFF.[35] Setelah terpilih, dia berhasil mengamankan kontrak sponsor selama tiga tahun senilai BDT 160 juta (sekitar USD 2,28 juta) dengan operator seluler multinasional Pacific Bangladesh Telecom Limited (Citycell), yang menjadi rekor dalam sejarah sepak bola Bangladesh.[36]
Pada 3 Oktober 2009, dalam Kongres Pemilihan Federasi Sepak Bola Asia Selatan (SAFF) di Dhaka, Salahuddin terpilih tanpa lawan sebagai presiden SAFF.[37] Pada Januari 2010, dia juga dipilih menjadi anggota FIFA Technical & Development Committee, salah satu komite tetap FIFA.[38]
Salahuddin terpilih sebagai presiden BFF selama empat periode berturut-turut, dengan total masa jabatan 16 tahun dari 2008 hingga 2024.[39] Dia juga terpilih sebagai presiden SAFF selama empat periode berturut-turut: 2009–2014 (periode pertama),[37] 2014–2018 (periode kedua),[40] 2018–2022 (periode ketiga),[41] dan 2022–2026 (periode keempat).[42]
Trivia
Menurut beberapa sumber, Salahuddin diakui sebagai superstar olahraga pertama dalam sejarah Bangladesh pertama berkat pencapaiannya di dalam maupun luar lapangan.[2] Dia menjadi pemain Bangladesh pertama yang bermain di luar negeri serta mencetak banyak gol penting untuk klub dan tim nasional. Salahuddin juga menjadi satu dari dua pemain yang pernah mencetak gol untuk Bangladesh di Piala Asia AFC 1980, yang hingga kini masih menjadi satu-satunya penampilan Bangladesh di turnamen tersebut.
Sebagai presiden Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF), Salahuddin secara rutin menyelenggarakan liga profesional di Bangladesh dan juga memperkenalkan liga profesional divisi kedua, Bangladesh Championship League, pada tahun 2012.[5] Pada tahun 2009, dia menggelar pertandingan yang dijuluki koti takar khela' (“pertandingan bernilai jutaan taka”) antara Mohammedan dan Abahani dalam final Piala Super pertama di Bangladesh.[43]
Salah satu pencapaian paling terkenalnya adalah membawa tim nasional Argentina bersama superstar Lionel Messi ke Bangladesh pada tahun 2011 untuk memainkan pertandingan persahabatan melawan Nigeria.[44] Meski memiliki banyak pencapaian, Salahuddin juga mendapat kritik luas atas kemunduran sepak bola Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir, yaitu peringkat FIFA negara tersebut yang merosot ke posisi terendah sepanjang sejarah, yakni peringkat 196 dunia, pada 2018.[45][46]
Statistik karier
Klub
| Klub | Musim | Liga | Piala Domestik[a] | Lainnya | Kontinental | Total | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Divisi | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | ||
| Dilkusha SC | 1968 | Divisi Kedua Dhaka | ? | 14 | — | — | — | ? | 14 | |||
| Wari Club Dhaka | 1969 | Divisi Pertama Dhaka | ? | 18 | — | — | — | ? | 18 | |||
| Mohammedan SC | 1970 | Divisi Pertama Dhaka | 3 | 3 | — | — | ?[b] | ? | 3 | 3 | ||
| 1972 | 0 | 0 | — | ?[c] | 5 | — | ? | 5 | ||||
| Total | 3 | 3 | — | ? | 5 | ? | ? | 3+ | 8 | |||
| Dhaka Abahani | 1972 | Divisi Pertama Dhaka | —[d] | — | — | — | 2 | 0 | ||||
| 1973 | ? | 24 | — | — | — | ? | 24 | |||||
| 1974 | ? | 14 | — | — | — | ? | 14 | |||||
| 1975 | ? | 18 | — | — | — | ? | 18 | |||||
| Total | 2+ | 74 | — | ? | 5 | — | 2+ | 79 | ||||
| Caroline Hill | 1975–76 | Divisi Satu Hong Kong | 18 | 0 | — | — | — | 18 | 0 | |||
| Dhaka Abahani | 1976 | Divisi Pertama Dhaka | ? | 5 | — | — | — | ? | 5 | |||
| 1977 | ? | 14 | — | — | ?[b] | ? | ? | 14 | ||||
| 1978 | 7 | 8 | — | — | — | 7 | 8 | |||||
| 1979 | ? | 14 | — | — | ?[b] | 5 | ? | 19 | ||||
| 1980 | ? | 15 | ? | ? | — | — | ? | 15 | ||||
| 1981 | ? | 7 | ? | ? | — | ?[b] | ? | ? | 7 | |||
| 1982 | ? | 8 | ? | ? | — | — | ? | 8 | ||||
| 1983 | ? | 10 | ? | ? | — | — | ? | 10 | ||||
| 1984 | ? | 5 | ? | ? | — | — | ? | 5 | ||||
| Total | 7+ | 86 | — | ? | ? | ? | 5 | 7+ | 91+ | |||
| Total karier | 30+ | 174 | ? | ? | ? | 5 | ? | 5 | 30+ | 187+ | ||
Internasional
| Tim nasional | Tahun | Tampil | Gol |
|---|---|---|---|
| Bangladesh | 1973 | 7 | 2 |
| 1975 | 7 | 3 | |
| 1979 | 8 | 2 | |
| 1980 | 4 | 1 | |
| 1981 | 1 | 1 | |
| 1983 | 2 | 0 | |
| Total | 29 | 9 | |
- Skor dan hasil mencantumkan perhitungan gol Bangladesh terlebih dahulu, kolom skor menunjukkan skor setelah setiap gol Salahuddin.
| No. | Tanggal | Stadion | Lawan | Skor | Hasil | Kompetisi | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 27 Juli 1973 | Stadion Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia | 2–1 | 2–2 | Turnamen Merdeka 1973 | [49] | |
| 2 | 2 Agustus 1973 | Stadion Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia | 1–0 | 1–1 | Turnamen Merdeka 1973 | [50] | |
| 3 | 2 Agustus 1975 | Stadion Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia | 1–1 | 1–1 | Turnamen Merdeka 1975 | [51] | |
| 4 | 8 Agustus 1975 | Stadion Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia | 1–6 | 1–7 | Turnamen Merdeka 1975 | [52] | |
| 5 | 10 Agustus 1975 | Stadion Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia | 1–9 | 1–9 | Turnamen Merdeka 1975 | [53] | |
| 6 | 5 Maret 1979 | Stadion Dhaka, Dhaka, Bangladesh | 3–2 | 3–2 | Kualifikasi Piala Asia AFC 1980 | [54] | |
| 7 | 7 Maret 1979 | Stadion Dhaka, Dhaka, Bangladesh | 1–2 | 1–3 | Kualifikasi Piala Asia AFC 1980 | [54] | |
| 8 | 16 September 1980 | Stadion Sabah Al-Salem, Kota Kuwait, Kuwait | 1–2 | 2–3 | Piala Asia AFC 1980 | [54] | |
| 9 | 31 Maret 1981 | Stadion Dhaka, Dhaka, Bangladesh | 1–1 | 1–1 | Piala Emas Presiden Bangladesh 1981 | [55] |
Prestasi
Pemain
Dilkusha SC
- Divisi Kedua Liga Dhaka: 1968
Mohammedan SC
- Piala Kemerdekaan Bangladesh: 1972
Dhaka Abahani
- Divisi Pertama Liga Dhaka: 1974, 1977, 1979, 1983, 1984
- Piala Federasi Bangladesh: 1982,1984
Individu
- Pencetak Gol Terbanyak Divisi Kedua Liga Dhaka: 1968
- Pencetak Gol Terbanyak Divisi Pertama Liga Dhaka: 1973, 1977, 1979, 1980
Pelatih
Dhaka Abahani
- Divisi Pertama Liga Dhaka: 1985, 1992
- Piala Federasi Bangladesh: 1985
Muktijoddha Sangsad KC
- Piala Federasi Bangladesh: 1994
Penghargaan
Referensi
- ↑ "Kazi MD. Salahuddin Re-elected as SAFF President for 2026". Bangladesh Football Federation. 2 Juli 2022. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
- 1 2 "Kazi Salahuddin: Bangladesh football's first superstar". Bangladesh Football Federation. 7 Juni 2023. Diakses tanggal 31 Oktober 2023.
- 1 2 3 Mahmud, Dulal (1 April 2021). কাজী সালাউদ্দিন: বাংলাদেশের প্রথম সুপারস্টার (dalam bahasa Bengali). Utp al Shuvro. Diakses tanggal 29 September 2022.
- 1 2 কাজী সালাউদ্দিনের জন্মদিন (dalam bahasa Bengali). RTV. 23 September 2020. Diakses tanggal 5 April 2023.
- 1 2 Rahman, Anisur (1 Januari 2010). "Salahuddin kept the ball rolling round the year". The Daily Star. Diakses tanggal 5 April 2023.
- ↑ Bakul, Wahid Ullah (29 September 2020). "National award eludes most Swadhin Bangla footballers". New Age. Diakses tanggal 5 April 2023.
- ↑ "BAF Shaheen College reunion held". The Daily Star. 26 Desember 2017. Diakses tanggal 30 Mei 2024.
- ↑ Biswas, Jagannath (22 Januari 2020). বাংলাদেশ ফুটবলের প্রথম মেগাস্টার (dalam bahasa Bengali). Desh Rupantor. Diakses tanggal 29 September 2022.
- ↑ "Pakistan Observer 1970.06.30". South Asian Newspapers. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Desember 2025. Diakses tanggal 1 Desember 2025.
- ↑ "Mohd Sptg beat Azad Sptg 3–1". The Bangladesh Observer. 2 Juli 1970. hlm. 12.
- 1 2 স্বাধীনতার ৫০ বছর: প্রথম পেশাদার ফুটবলার সালাউদ্দিন (dalam bahasa Bengali). bdnews24.com. 4 Maret 2021. Diakses tanggal 8 Maret 2022.
- ↑ Alam, Masud (25 Juli 2022). ৫১ বছর আগে স্বাধীন বাংলা ফুটবল দলের যে গৌরবময় ইতিহাসের শুরু নদীয়া থেকে (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. Diakses tanggal 29 September 2022.
- ↑ "'Shadhin Bangla Football Dal': A team like no other". The Business Standard. 16 Desember 2019. Diakses tanggal 29 September 2022.
- ↑ ফুটবল পায়ে যুদ্ধ করেছিল যারা (dalam bahasa Bengali). Bangla Insider. 16 Desember 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 5 April 2023. Diakses tanggal 5 April 2023.
- ↑ Alam, Masud (13 Februari 2022). বঙ্গবন্ধু বলেছিলেন, ‘তোরা ভালো খেল’ (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. Diakses tanggal 29 September 2022.
- ↑ Zubaear, Arafat (19 April 2022). ‘প্রথম’ মোহনবাগান ও সালাউদ্দিন (dalam bahasa Bengali). Dhaka Post. Diakses tanggal 21 Februari 2023.
- ↑ Alam, Masud (19 April 2022). ৭ কোটি মানুষের জন্য ভালোবাসা নিয়ে ঢাকায় এসেছিল মোহনবাগান (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. Diakses tanggal 19 Oktober 2022.
- ↑ Alam, Masud (2 Mei 2020). বাংলাদেশের প্রথম ডাবল হ্যাটট্রিকের গল্প (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. Diakses tanggal 18 Desember 2022.
- ↑ প্রথম প্রতিবাদ হয় মারদেকা কাপে (dalam bahasa Bengali). Bangla Tribune. 15 Agustus 2021. Diakses tanggal 28 September 2022.
- 1 2 Tapan, Nazmul Haque (4 Maret 2021). স্বাধীনতার ৫০ বছর: প্রথম পেশাদার ফুটবলার সালাউদ্দিন (dalam bahasa Bengali). bdnews24.com. Diakses tanggal 8 Maret 2022.
- 1 2 আবাহনী; দেশের ফুটবলের এক অনন্য নাম (dalam bahasa Bengali). Offside Bangladesh. 2 Juni 2020. Diakses tanggal 28 September 2022.
- ↑ Iqbal, Nair (28 Oktober 2014). সালাউদ্দিনের সেই ছবিটি (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. Diakses tanggal 20 Februari 2023.
- ↑ "Looking back into Bangladesh football in the 80s". Weekly Blitz. 29 April 2021. Diakses tanggal 29 September 2022.
- ↑ আন্তর্জাতিক ফুটবলে বাংলাদেশের প্রথম গোল (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. 28 Maret 2020. Diakses tanggal 7 Juni 2022.
- ↑ Iqbal, Nair (6 April 2020). যে ম্যাচগুলো 'আফসোস' বাংলাদেশের ফুটবলে (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. Diakses tanggal 28 September 2022.
- ↑ আবাহনী; দেশের ফুটবলের এক অনন্য নাম (dalam bahasa Bengali). Offside Bangladesh. 2 Juni 2020. Diakses tanggal 28 September 2022.
- ↑ ৩য় প্রেসিডেন্ট গোল্ডকাপ ফুটবল প্রতিযোগিতা ১৯৮৩ (dalam bahasa Bengali). The Daily Onnodristy. 15 Mei 2020. Diakses tanggal 2 Januari 2023.
- ↑ Alam, Masud (13 Juni 2022). বাংলাদেশের হয়ে সবচেয়ে বেশি ম্যাচ কার (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. Diakses tanggal 2 Mei 2023.
- ↑ Iqbal, Nair (25 September 2017). ক্লাবই যখন খেলেছে 'বাংলাদেশ' নামে (dalam bahasa Bengali). Prothom Alo. Diakses tanggal 26 Juli 2022.
- ↑ Bobrowsky, Josef; Morrison, Neil (2 Februari 2017). "Qatar Independence Cup 1994". RSSSF. Diakses tanggal 26 Juli 2022.
- ↑ "Salahuddin quits BFF:More resignations follow". The Daily Star. 21 Oktober 2005. hlm. 495–504. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juni 2012. Diakses tanggal 31 Oktober 2007.
- ↑ "Salahuddin returns to BFF". The Daily Star. 15 November 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 20 November 2023. Diakses tanggal 15 November 2005.
- ↑ "An expected conclusion". The Daily Star. 31 Juli 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 20 November 2023. Diakses tanggal 1 Agustus 2006.
- ↑ "Sultan is a liar: Salahuddin". The Daily Star. 29 Juli 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 20 November 2023. Diakses tanggal 29 Juli 2006.
- ↑ Sadi, Al Musabbir (28 April 2008). "Salahuddin BFF boss". The Daily Star. Diakses tanggal 28 April 2008.
- ↑ "BFF connects Citycell with landmark deal". The Daily Star. 13 Juli 2008. Diakses tanggal 13 Juli 2008.
- 1 2 "Salahuddin new SAFF president". The Daily Star. 3 Oktober 2009. Diakses tanggal 3 Oktober 2009.
- ↑ "Salahuddin gets FIFA role". The Daily Star. 7 Januari 2010. Diakses tanggal 10 Januari 2010.
- ↑ "Salahuddin elected for fourth term as BFF president". Just News BD. 4 Oktober 2020. Diakses tanggal 4 Oktober 2020.
- ↑ Mahmood, Raihan (5 Maret 2014). "Salahuddin re-elected as SAFF president". Dhaka Tribune. Diakses tanggal 5 Maret 2014.
- ↑ "SAFF elects Salahuddin president for 3rd term". The Financial Express. 12 April 2018. Diakses tanggal 12 April 2018.
- ↑ "Salahuddin elected SAFF president for 4th staight time". Prothom Alo. 2 Juli 2022. Diakses tanggal 20 November 2023.
- ↑ আবাহনীকে হারিয়ে ফেডারেশন কাপ জিতে নিয়েছে মোহামেডান (dalam bahasa Bengali). bdnews24.com. 20 Oktober 2009. Diakses tanggal 20 Oktober 2009.
- ↑ "Messi tickets 'too costly' for Bangladesh football fans". BBC. 6 September 2011. Diakses tanggal 6 September 2011.
- ↑ "12 years of football under Kazi Salahuddin". The Business Standard. 1 Oktober 2020. Diakses tanggal 15 Oktober 2020.
- ↑ "Kazi Salahuddin recalls August 15". The Daily Star. 15 Agustus 2021. Diakses tanggal 15 Agustus 2021.
- ↑ লীগ শিরোপা আবার আবাহনী যরে (dalam bahasa Bengali). Krirajagat. 28 Oktober 2023. hlm. 5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Januari 2023. Diakses tanggal 27 Januari 2023 – via Facebook.
- ↑ স্বাধীনতাউত্তর বাংলাদেশের ফুটবল (১৯৭২) (dalam bahasa Bengali). Krirajagat. hlm. 33. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Mei 2024. Diakses tanggal 25 Mei 2024 – via Facebook.
- ↑ "Convincing India slog for 2–1 win". The Straits Times. 28 Juli 1973. hlm. 22. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Mei 2025. Diakses tanggal 17 Mei 2025.
- ↑ "Singapore held to a 1–1 draw". The Straits Times. 3 Agustus 1973. hlm. 22. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Mei 2025. Diakses tanggal 25 Mei 2024.
- ↑ "Bangladesh shock to draw with Thailand". The Straits Times. 3 Agustus 1975. hlm. 24. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Mei 2025. Diakses tanggal 17 Mei 2025.
- ↑ "Than Soe nets hattrick in 7–1 rout". The Straits Times. 9 Agustus 1975. hlm. 29. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Mei 2025. Diakses tanggal 17 Mei 2025.
- ↑ "HK hand Bangla a 9–1 thrashing". The Straits Times. 11 Agustus 1975. hlm. 27. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Mei 2025. Diakses tanggal 17 Mei 2025.
- 1 2 3 ফুটবল ইতিহাসে সালাউদ্দিন নামটি বড় করে লেখা থাকবে (dalam bahasa Bengali). Kiron's Sports Desk. 26 September 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Desember 2022. Diakses tanggal 15 Desember 2022.
- ↑ Hossain, Faaris Na'il (4 Mei 2025). "President's Gold Cup 1981". RSSSF. Diakses tanggal 6 Mei 2025.
Pranala luar
- (Inggris) Kazi Salahuddin pada situs web National-Football-Teams.com
Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |