Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya.(Oktober 2025)
Area terumbu buatan adalah area yang sengaja dibangun oleh manusia di dasar perairan, baik air tawar maupun laut, dengan tujuan utama untuk meniru fungsi terumbu karang alami. Struktur buatan ini biasanya ditempatkan di daerah dengan dasar perairan yang datar atau kurang struktur. Mereka dapat dibuat dari berbagai bahan seperti beton, baja, batu, atau material yang didaur ulang, asalkan aman dan tidak beracun. Fungsi utamanya adalah meningkatkan habitat bagi kehidupan laut dengan menyediakan substrat keras untuk penempelan organisme seperti karang, alga, dan invertebrata, serta memberikan tempat berlindung, makan, dan berkembang biak bagi berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya. Terumbu buatan juga dapat membantu mengurangi erosi, menghentikan gelombang, atau mendukung aktivitas rekreasi seperti memancing dan menyelam. Di beberapa wilayah pesisir Indonesia, terumbu karang buatan dianggap memiliki manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial. Mira Tedja, Chief Sustainability Officer Yayasan Terumbu Karang, mengatakan bahwa program terumbu karang buatan, juga dikenal sebagai terumbu karang buatan, telah membawa manfaat sosial, ekonomi, dan ekologi.[1][2]
Lokasi Kawasan
Kawasan terumbu buatan ditempatkan di berbagai tempat di seluruh dunia, tetapi biasanya dipilih di daerah perairan yang membutuhkan pemulihan habitat atau peningkatan produktivitas ikan. Banyak proyek terumbu buatan telah dilakukan di Indonesia, terutama di perairan di mana terumbu karang alami telah hancur atau rusak. Secara umum, lokasi dipilih berdasarkan sejumlah kriteria. Ini mungkin termasuk area dengan produktivitas rendah atau habitat yang berkurang, perairan yang cukup jernih, dan lokasi yang jauh dari terumbu alami yang masih sehat. Kedalaman juga penting, biasanya antara 3 hingga 5 meter dari air surut terendah, agar sesuai dengan tujuan proyek dan mudah dijangkau untuk pengamatan.[3]
Contoh Lokasi
Contoh proyek terumbu karang buatan ada di seluruh dunia. Salah satu terumbu karang terbesar di dunia, Great Barrier Reef di Australia, telah mengalami kerusakan yang parah. Untuk membantu memperbaiki ekosistem yang rusak, dilakukan proyek restorasi dengan memasang struktur terumbu buatan. Proyek di Bali, Indonesia, Karang Lestari menggunakan struktur biorock yang dialiri arus listrik rendah. Teknik ini terbukti meningkatkan keanekaragaman hayati dan mempercepat pertumbuhan karang. Selain itu, dalam restorasi Taman Nasional Bunaken di Indonesia, modul beton dengan desain khusus dipasang untuk meniru bentuk dan fungsi terumbu karang alami. Ini memungkinkan habitat baru bagi berbagai spesies laut yang hidup di sana.[3]