Aktivitas eksplorasi nikel di Weda Bay pada tahun 2005
Deposit nikel ditemukan di wilayah Weda Bay, tepatnya di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah pada 1996, dan perusahaan patungan antara Weda Bay Minerals yang berpusat di Kanada dan Antam (10%) yang didirikan pada 1997.[butuh rujukan]
Grup pertambangan Prancis Eramet mengakuisisi saham Kanada pada 2006, dan berencana untuk mengembangkan lokasi tersebut, tetapi karena harga mineral yang rendah, proyek tersebut ditunda pada 2013.[butuh rujukan]
Pada 2017, grup perusahaan Tiongkok Tsingshan menandatangani perjanjian, yang memberikannya 57% saham di Weda Bay Minerals, dan memberikan Tsingshan tanggung jawab untuk mengembangkan pemrosesan mineral sementara Eramet mempertahankan operasi penambangannya. Pembangunan kawasan industri dimulai pada April 2018, dengan operasi penambangan dimulai pada Oktober 2019 dan produksi metalurgi pada April 2020.[1]
Pada 2020, empat jalur produksi nikel ferroalloy aktif di kawasan industri, dengan pengembangan kompleks pemurnian kobalt-nikel yang sedang berlangsung.[1] Pabrik nikel sulfat juga direncanakan akan dibangun di kawasan tersebut.[2]
Eramet menandatangani perjanjian dengan perusahaan kimia Jerman BASF pada 2020, untuk mengembangkan kilang nikel-kobalt. Perjanjian ini diakhiri oleh BASF pada Juni 2024.[3]
Tenaga kerja
Kawasan industri ini mempekerjakan sekitar 11.000 orang pada 2020.[4] Pada awal 2022, pihak perusahaan telah melaporkan angka tersebut meningkat menjadi 28.000 pekerja Indonesia dan 1.800 pekerja asing,[5] meningkat hingga mencapai 47.000 total pekerja pada 2024.[6]
Tambang
Tambang Weda dibuka pada Oktober 2019[1] dan sekarang menjadi tambang nikel terbesar di dunia,[7] dengan produksi pada Oktober sampai dengan Desember 2019 sebesar setengah juta ton bijih nikel.[8] Perusahaan ini melaporkan penjualan pada 2021 sebesar lebih dari 21Â Mwt (juta ton basah) dari tambang tersebut.[9]
↑Van der Ent, A.; Baker, A.J.M.; Van Balgooy, M.M.J.; Tjoa, A. (2013). "Ultramafic nickel laterites in Indonesia (Sulawesi, Halmahera): mining, nickel hyperaccumulators and opportunities for phytomining". Journal of Geochemical Exploration. 128: 72–79. Bibcode:2013JCExp.128...72V. doi:10.1016/j.gexplo.2013.01.009.