Dibangun di atas San Pedro Crypt (ruang bawah tanah, juga tempat perlindungan bom[7]) dalam gaya Gotik Modern oleh arsitek lokal Pedro Carballo (yang secara signifikan mengadaptasi rencana sebelumnya oleh insinyur Guillermo MartÃn), katedral ini berukuran panjang 62Â m (203Â ft).[8] Lebarnya 20Â m (66Â ft) dan dibangun dengan batu bata dan beton.[7] 12 kolom di dalam katedral melambangkan Para rasul.[4] Menara luar menjulang setinggi 46Â m (151Â ft), di atasnya dengan sebuah salib aluminium setinggi 11Â m (36Â ft).
Jendela-jendela besar katedral melambangkan keterbukaan masyarakat. Lampu gantung Belanda dan 14 Jalan Salib dirancang oleh Yadwiga Szymañski de Koprowski sementara Dolores Ocampo de Morón melukis mural besar di tengahnya.[4] Katedral, dibangun di ruang terbatas di Avenida yang sibuk Jalan raya Rivadavia, tidak memiliki area taman di sekitarnya dan jalan setapaknya terbuat dari beton.[7] Penerbit buku panduan perjalanan Lonely Planet menyebut bangunan itu sebagai "katedral paling jelek yang pernah Anda lihat".[9] Pada tahun 2011, sistem suara baru dipasang di gedung yang kabarnya merupakan yang pertama di gereja Katolik di dalam negera tersebut.[10]