Kastel Matsushiro (松代城code: ja is deprecated , Matsushiro-jō), atau sebelumnya dikenal sebagai Kastel Kaizu (海津城code: ja is deprecated , Kaizu-jō), adalah sebuah istana Jepang yang terletak di kota historis Matsushiro, yang sekarang menjadi bagian dari Kota Nagano di Prefektur Nagano.[1] Situs ini terdaftar sebagai Situs Sejarah Nasional Jepang.[2]
Tata letak
Denah Kastel Matsushiro
Kastel Matsushiro terletak di dataran rendah di utara bekas Provinsi Shinano, di antara aliran utama Sungai Chikuma dan bekas sungai kecil, yang berfungsi sebagai parit luar yang lebar di sisi utara kastil. Karena lokasinya, kastel (beserta pemukiman di sekitarnya) terkadang dilanda banjir.
Desain kastel ini konsentris, dengan Lapangan Tengah (Hon-Maru) yang dilindungi oleh tembok, dan dilengkapi menara tenshu di sudut barat lautnya, yang kemudian digantikan oleh yagura. Lapangan Tengah dikelilingi oleh parit, yang selanjutnya dikelilingi sepenuhnya oleh Lapangan Kedua (Ni-no-Maru), yang dilengkapi gudus tanah kecuali di area sekitar gerbangnya, yang dilindungi oleh bangunan batu. Lapangan Kedua memiliki parit kering yang lebar di selatan dan timurnya, dan Lapangan Ketiga (San-no-Maru). Struktur utama kastel, atau kediaman dan kantor resmi daimyo, terletak berdekatan dengan benteng utama di dalam kompleks Hana-no-Maru.
Sejarah
Kastel Matsushiro dibangun pertama kali di lokasi ini pada tahun 1560 oleh Yamamoto Kansuke, di bawah arahan Takeda Shingen dan disebut Kastel Kaizu. Kōsaka Danjō (Kōsaka Masanobu), seorang pengikut klan Takeda, adalah komandan pertamanya. Takeda Shingen memanfaatkan kastel ini saat konflik yang sedang berlangsung melawan Uesugi Kenshin untuk memperebutkan bagian utara Provinsi Shinano. Lokasi ini juga dekat dengan lokasi Pertempuran Kawanakajima, tempat pasukan Takeda dan Uesugi berulang kali bentrok.[1] Setelah jatuhnya klan Takeda, Oda Nobunaga naik ke tampuk kekuasaan. Namun, ketika ia dibunuh dalam insiden Honnoji pada tahun 1582, Uesugi Kagekatsu merebut kembali Shinano. Selama masa ini, kastel tersebut menjadi rebutan Uesugi dengan klan Sanada. Di bawah Toyotomi Hideyoshi, Uesugi dikirim ke Aizu. Setelah kematian Hideyoshi dan Pertempuran Sekigahara, Keshogunan Tokugawa memerintahkan Sanada Nobuyuki untuk pindah ke sini pada tahun 1622 dari wilayah kekuasaannya sebelumnya di Ueda sebagai daimyo Domain Matsushiro.
Nama kastel diubah dari Kaizu menjadi Matsushiro oleh Sanada Yukimichi, generasi ketiga daimyo Sanada pada tahun 1711.[3] Kastel ini terbakar pada tahun 1717, tetapi direnovasi pada tahun 1718, sebagian melalui dana sumbangan sebesar 10.000 ryō dari rezim Tokugawa. Pada tahun 1742, kastel ini rusak parah akibat banjir, dan rekonstruksi berlangsung hingga tahun 1758. Struktur istana dipindahkan ke kompleks Hana-no-Maru pada tahun 1770 dan dibangun kembali pada tahun 1804; namun, sebagian besar kastil hancur pada tahun 1847 akibat gempa bumi. Istana terbakar lagi pada tahun 1853, tetapi segera dibangun kembali. Sebuah istana sekunder di luar kompleks kastel selesai dibangun pada tahun 1864.
Setelah berdirinya pemerintahan Meiji dan penghapusan sistem domain, sebagian besar struktur kastel yang tersisa dibongkar pada tahun 1871, dan sisanya dibakar dalam aksi pembakaran pada tahun 1873, hanya menyisakan fondasi batu.[1]
Lokasi saat ini
Di lokasi saat ini, beberapa gerbang direkonstruksi secara autentik pada tahun 2003 menggunakan metode konstruksi tradisional, dengan desain berdasarkan dokumen dan foto aslinya. Benteng dan parit telah diperbaiki. Kastel ini terdaftar sebagai Situs Bersejarah Nasional.[1] Di dekat kastel terdapat sejumlah bekas kediaman samuraiperiode Edo, bekas Sekolah Sastra dan Militer Matsushiro, dan sebuah museum yang didedikasikan untuk klan Sanada.
Kastel Matsushiro terdaftar sebagai salah satu dari 100 Kastel Terbaik di Jepang oleh Yayasan Kastil Jepang pada tahun 2006.
Akses
Situs ini paling mudah diakses dengan bus Alpico dari depan Stasiun Nagano, tepatnya di Pintu Keluar Zenkoji, halte bus nomor 3. Turun di "Matsushiro-eki", sebuah stasiun kereta api yang tidak beroperasi lagi, milik Perusahaan Kereta Api Listrik Nagano di bekas Jalur Yashiro, dilanjut berjalan kaki selama 3 menit.[4]