Kapal kelas-Akizuki sebenarnya didesain sebagai kapal anti-pesawat sebagai pengawal grup tempur kapal induk tetapi dimodifikasi dengan tabung torpedo dan peledak kedalaman untuk memenuhi kebutuhan kapal perusak serbaguna. Kru dari kapal kelas-Akizuki terdiri dari 300 orang perwira dan pelaut. Spesifikasi panjang kapal dihitung dengan panjang 134.2 meter, dengan lebar lambung 11.6 meter serta jarak batas air dengan lunas 4.16 meter. Kapal kelas-Akizuki memiliki muat sebesar 2,743 ton dalam muatan standard serta 3,759 ton dalam muata dalam.
Kapal kelas-Akizuki memiliki dua turbin bergir Kampon, masing masing memberdayai satu poros penggerak menggunakan daya uap yang dihasilkan dari pendidih tabung air. Turbin tersebut memiliki daya sebesar 52,000 daya kuda (39,000kW) untuk kecepatan 33 knot (61km/h). Suzutsuki dapat menampung 1,115 t minyak bakar yang membuat kapal kelas-Akizuki dapat berlayar sejauh 8,300 mil laut (15,400km) dengan kecepatan 18 knot.
Sejarah dinas
Pada tanggal 6–7 April 1945, Suzutsuki mengawal kapal tempur Yamato yang berangkat dari Laut Pedalaman dalam misi terakhirnya melawan pasukan Sekutu di Okinawa. Ia sendiri rusak berat karena serangan torpedo yang dijatuhkan oleh pesawat Task Force 58 dan mundur dari pertempuran. Suzutsuki pulang dengan selamat ke Sasebo, dengan cara berlayar sambil mundur.[1]
Jentschura, Hansgeorg; Jung, Dieter; Mickel, Peter (1977). Warships of the Imperial Japanese Navy, 1869–1945. Annapolis, Maryland: United States Naval Institute. ISBN0-87021-893-X.